Rabu, 02 Maret 2011

wahai bunga, aku hanya segenggam tanah


rabu ini tercatat tanggal 2 maret 2011 di kalender baru yang terpampang di dinding kamar, persis di samping sebelah kiri layar monitor. pagi yang diselimuti langit mendung, bahkan sejak ba'da subuh tadi rintik grimis mendayu membawa suasana mistis di bumi jogja. harusnya matahari sudah muncul seperti biasa menyinari kota membakar mimpi-mimpi semalam yang penuh luka. suasana ini menyeret kisah masa lalu ke masa kini, di mana memori yang telah lama usang kembali terkuak penuh brontak. alunan sel-sel otak bersetubuh dengan ratapan hati, mengingatmu kembali, penuh tanya "dimana engkau kini?", masihkah kau mengingatku seperti aku mengingatmu di kala sendiri. ya aku sendiri hanyalah segenggam tanah dalam gumpalan tak berarti. yang tak memiliki hak apapun atas dirimu, aku hanya memiliki kewajiban menjadi tempatmu tumbuh dari sebiji tak bermakna untuk tumbuh besar, indah dan penuh pesona. karena aku hanya segenggam tanah...


aku tak pernah ingin jadi kumbang atau kupu-kupu yang terus mengelilingi dan memujimu selalu.
aku hanyalah segenggam tanah dimana kau tumbuh dan menancapkan akarmu.
aku hanyalah segenggam tanah yang bergelimang cacing dan akan semakin lacur tat kala air menerpaku. tapi itu semua aku terima untuk menjagamu agar terus tumbuh dan tegak hingga kau menjadi pesona.
aku hanyalah segenggam tanah dimana saat sebagian diriku menyentuhmu, pemujamu akan menyingkirkanku.
aku hanyalah segenggam tanah yang terus menemanimu kala panas dan hujan menerpa.
aku hanyalah segenggam tanah yang menyaksikanmu dirampas paksa.
aku hanyalah segenggam tanah yang tak punya kuasa atas dirimu yang penuh pesona.

kini kau pergi, dengan sisa kelopak layu yang menguning jatuh menerpaku sebagai sebuah tanda perpisahan. namun sepertinya dunia begitu nyata menolak persatuan kita, sisa kelopak layu yang sudah menguning itupun seperti tak rela mengurai bersatu bersamaku karena angin menerbangkannya enta kemana.

kini, dimana engkau berada, masihkah kau mengingatku seperti aku mengingatmu kini, wahai bunga, aku masih disini tepat dimana kau tumbuh.

42 komentar:

Zico Alviandri mengatakan...

Salut mas... pintar merangkai metafora :)

Meutia Halida Khairani mengatakan...

aku paling ga bisa nulis2 beginian.. T_T

Mood mengatakan...

Ahk.. Bunga itupun layu sudah, tidakkah ia menitipkan tunasnya untuk menemani tanah itu lagi ? Agar kembali mereka merajut hari dalam kebersamaan.

Salam.. .

nisaanisaa mengatakan...

waaah kereeeen aa :))

ria haya mengatakan...

wow puitis sekali dan penuh makna... :)
kapan ya saya bisa menulis dengan gaya bahasa ginian???

fanny mengatakan...

tanpa tanah, mawar itu tak akan tumbuh toh.

Mayrine mengatakan...

waaaaah .....bagussssssssssss :)

iffa hoet mengatakan...

sepertinya merindukan seseorang ya..? Mudah2an sang bunga mendengar salam kerinduan dan menerbangkan semerbak wanginya...:)

Aulawi Ahmad mengatakan...

sebuah kepasrahan dan keikhlasan namun masih ada harapan dan kerinduan..hmmm memang susah tuk ikhlas ya :)

TUKANG CoLoNG mengatakan...

ketika alam ini beneran tusak, sekuntum bunga akan begitu beharga.. *duh sedih kalo ngebayanginnya :(*

Didno mengatakan...

salut kata-katanya mantaaaap.

catatan kecilku mengatakan...

Bagus banget kata2nya... suka banget deh bacanya.

the others.... mengatakan...

Jadi... tanah lebih 'setia' daripada para penggemar bunga : kupu2 dan kumbang.

Cik Bidadari mengatakan...

huurmmm... bunga itu tidak sepatutnya tumbuh di tanah milikmu. Mungkin akan hadir sesuatu yang tercipta untukmu. hakmu. yang sememangnya akan segar di tanahmu. walaupun jumlahnya tiada nilai dimata sesiapapun. bukankah cinta itu indah? seindah penceritaanNYA...?

Muhammad A Vip mengatakan...

persoalannya adalah anda cuma segenggam tanah, andai anda sepetak tanah rasanya bunga itu akan tetap ada, mungkin akan pergi tapi pasti tumbuh yang lainnya.

Noviliana Latifah mengatakan...

bagus tulisannya..^^

~ PIJA ~ mengatakan...

salam...

suke entry sedara..bijak melontarkan ayat..

Yhantee mengatakan...

kereeeeeen.. ^__^

i am S!L4H.. mengatakan...

kreatif mengolah. . =)

zaty luvlianncezzz mengatakan...

perghhh..jiwang gitu..
suke2,..

jemput singgah blog zati yek

zaty luvlianncezzz mengatakan...

jemput jengok cni...

>.<

ibu robotku syg~

ok mengatakan...

T_T terharuuuu...sulit diungkapkan dgn kata2...terharuuu...

NARDtheNERD mengatakan...

banyak yang tersirat nampaknye..
:)

Gaphe mengatakan...

wuih, beraat kata-katanya... jadi bingung mau komen apa..

yaudah, mau jadi apapun itu asal saling ihklas menerima rasanya tidak masalah

nora mengatakan...

kau tanah kan
aku nak kau boleh tak?

aku nak tanam pokok bunga nie, tapi takde tanah la, boleh tak???

ENTRY HOT : Cam Kerang Busuk

DewiFatma mengatakan...

so sweet................
ck..ck..ck.. kereeeeennn.............

♥chika_rei♥ mengatakan...

akan ada bunga lain yang akan menemani mu :)

Clara Seksi Manis mengatakan...

Hay semua!

Romantis romantis banget semua na nih! jadi betah!
salam kenal yah!

mila mengatakan...

Berkunjunga....


nice, klo jodoh gag kan kemana [komen gag nyambung]hehehhe


salam

TheRebelKid/PrmpnDkwtMrh mengatakan...

indahnya. salam kenal ya, bro. :)

Senja mengatakan...

keren,..metafora yg indah ^^

selamat pagi azis :)

Rubiyanto Sutrisno mengatakan...

berat, harus dua kali saya baca baru bener-bener mudeng, tapi keren banget .....

REPUBLIK N9 mengatakan...

kebiasaannya bunga ingat kumbang aje, mana mungkin die mengingati tanah, ha3

ok mengatakan...

selamat siang...

f4dLy :) mengatakan...

wah kata-kata yang puitis...
salam kenal yah...
mampir juga di blogku
http://f4dlyfri3nds.blogspot.com

harlie mengatakan...

mantap
kata-nya sangat bagus..
kunjungi jg bahan bacaan saya :
jurnal ekonomi andalas

si para para mengatakan...

salam sahabat di seberang sana..
sangat kagum dengan kamu yang hebat bermain kata kata..

:)

Ra-kun lari-laRIAN mengatakan...

salam hangat,
ohya, blognya saya foolow ya

RRK mengatakan...

kalau sastrawan bilang, tulisan ini pake teknik repetisi ya. *saya mah sok tau.. hahaha :D

Fajar mengatakan...

kereen...sekali...rangkaian katanya...

i-one mengatakan...

nice posting..
kata perkata teruntai dengan indah..
salam kenal

sewa mobil mengatakan...

Cantik kali tulisan mu dik..sangat menyentuh hatiku yang galau ini.

Poskan Komentar

bagi komentar, saran dan kritiknya kawan.... (no spam)

pemilik gubuk

Foto Saya
yogyakarta, D.I Yogyakarta, Indonesia
Penikmat Kopi, Pecinta Kegilaan, menyukai Susur Pantai dan Mendaki Gunung. hobi Mengejar Pelangi dan Menjaring Matahari. suka melihat kombinasi Awan Putih dengan warna Biru dari Langit, Gunung dan Laut. Kesurupan kalau mengkaji sejarah yang kontroversi {motto hidup : "setiap orang punya pilihan paling rasional dalam hidupnya meski orang lain menggapnya omong kosong"} -aziz-

kabar lewat surat

lapak populer

arsip gubuk

Stat

Add to Technorati Favorites

blog-indonesia.com



Free Counters
Clothing Dept Store

tempat nongkrong (gabung yuk...)

rumah keroyokan (ngikut yuk...)

sahabat

serba-serbi (award & banner)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
jika kau jatuh dan terpuruk ingatlah aku, mungkin saja aku bisa mengentaskanmu dari keterpurukan itu. saat kau senang lupakanlah aku, bila kau takut aku akan merusak kebahagiaanmu. sampai kapanpun !!!
Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates