
rabu ini tercatat tanggal 2 maret 2011 di kalender baru yang terpampang di dinding kamar, persis di samping sebelah kiri layar monitor. pagi yang diselimuti langit mendung, bahkan sejak ba'da subuh tadi rintik grimis mendayu membawa suasana mistis di bumi jogja. harusnya matahari sudah muncul seperti biasa menyinari kota membakar mimpi-mimpi semalam yang penuh luka. suasana ini menyeret kisah masa lalu ke masa kini, di mana memori yang telah lama usang kembali terkuak penuh brontak. alunan sel-sel otak bersetubuh dengan ratapan hati, mengingatmu kembali, penuh tanya "dimana engkau kini?", masihkah kau mengingatku seperti aku mengingatmu di kala sendiri. ya aku sendiri hanyalah segenggam tanah dalam gumpalan tak berarti. yang tak memiliki hak apapun atas dirimu, aku hanya memiliki kewajiban menjadi tempatmu tumbuh dari sebiji tak bermakna untuk tumbuh besar, indah dan penuh pesona. karena aku hanya segenggam tanah...
aku tak pernah ingin jadi kumbang atau kupu-kupu yang terus mengelilingi dan memujimu selalu.
aku hanyalah segenggam tanah dimana kau tumbuh dan menancapkan akarmu.
aku hanyalah segenggam tanah yang bergelimang cacing dan akan semakin lacur tat kala air menerpaku. tapi itu semua aku terima untuk menjagamu agar terus tumbuh dan tegak hingga kau menjadi pesona.
aku hanyalah segenggam tanah dimana saat sebagian diriku menyentuhmu, pemujamu akan menyingkirkanku.
aku hanyalah segenggam tanah yang terus menemanimu kala panas dan hujan menerpa.
aku hanyalah segenggam tanah yang menyaksikanmu dirampas paksa.
aku hanyalah segenggam tanah yang tak punya kuasa atas dirimu yang penuh pesona.
kini kau pergi, dengan sisa kelopak layu yang menguning jatuh menerpaku sebagai sebuah tanda perpisahan. namun sepertinya dunia begitu nyata menolak persatuan kita, sisa kelopak layu yang sudah menguning itupun seperti tak rela mengurai bersatu bersamaku karena angin menerbangkannya enta kemana.
kini, dimana engkau berada, masihkah kau mengingatku seperti aku mengingatmu kini, wahai bunga, aku masih disini tepat dimana kau tumbuh.
Salut mas... pintar merangkai metafora :)
BalasHapusaku paling ga bisa nulis2 beginian.. T_T
BalasHapusAhk.. Bunga itupun layu sudah, tidakkah ia menitipkan tunasnya untuk menemani tanah itu lagi ? Agar kembali mereka merajut hari dalam kebersamaan.
BalasHapusSalam.. .
waaah kereeeen aa :))
BalasHapuswow puitis sekali dan penuh makna... :)
BalasHapuskapan ya saya bisa menulis dengan gaya bahasa ginian???
tanpa tanah, mawar itu tak akan tumbuh toh.
BalasHapuswaaaaah .....bagussssssssssss :)
BalasHapussepertinya merindukan seseorang ya..? Mudah2an sang bunga mendengar salam kerinduan dan menerbangkan semerbak wanginya...:)
BalasHapussebuah kepasrahan dan keikhlasan namun masih ada harapan dan kerinduan..hmmm memang susah tuk ikhlas ya :)
BalasHapusketika alam ini beneran tusak, sekuntum bunga akan begitu beharga.. *duh sedih kalo ngebayanginnya :(*
BalasHapussalut kata-katanya mantaaaap.
BalasHapusBagus banget kata2nya... suka banget deh bacanya.
BalasHapusJadi... tanah lebih 'setia' daripada para penggemar bunga : kupu2 dan kumbang.
BalasHapushuurmmm... bunga itu tidak sepatutnya tumbuh di tanah milikmu. Mungkin akan hadir sesuatu yang tercipta untukmu. hakmu. yang sememangnya akan segar di tanahmu. walaupun jumlahnya tiada nilai dimata sesiapapun. bukankah cinta itu indah? seindah penceritaanNYA...?
BalasHapuspersoalannya adalah anda cuma segenggam tanah, andai anda sepetak tanah rasanya bunga itu akan tetap ada, mungkin akan pergi tapi pasti tumbuh yang lainnya.
BalasHapusbagus tulisannya..^^
BalasHapussalam...
BalasHapussuke entry sedara..bijak melontarkan ayat..
kereeeeeen.. ^__^
BalasHapuskreatif mengolah. . =)
BalasHapusperghhh..jiwang gitu..
BalasHapussuke2,..
jemput singgah blog zati yek
jemput jengok cni...
BalasHapus>.<
ibu robotku syg~
T_T terharuuuu...sulit diungkapkan dgn kata2...terharuuu...
BalasHapusbanyak yang tersirat nampaknye..
BalasHapus:)
wuih, beraat kata-katanya... jadi bingung mau komen apa..
BalasHapusyaudah, mau jadi apapun itu asal saling ihklas menerima rasanya tidak masalah
kau tanah kan
BalasHapusaku nak kau boleh tak?
aku nak tanam pokok bunga nie, tapi takde tanah la, boleh tak???
ENTRY HOT : Cam Kerang Busuk
so sweet................
BalasHapusck..ck..ck.. kereeeeennn.............
akan ada bunga lain yang akan menemani mu :)
BalasHapusHay semua!
BalasHapusRomantis romantis banget semua na nih! jadi betah!
salam kenal yah!
Berkunjunga....
BalasHapusnice, klo jodoh gag kan kemana [komen gag nyambung]hehehhe
salam
indahnya. salam kenal ya, bro. :)
BalasHapuskeren,..metafora yg indah ^^
BalasHapusselamat pagi azis :)
berat, harus dua kali saya baca baru bener-bener mudeng, tapi keren banget .....
BalasHapuskebiasaannya bunga ingat kumbang aje, mana mungkin die mengingati tanah, ha3
BalasHapusselamat siang...
BalasHapuswah kata-kata yang puitis...
BalasHapussalam kenal yah...
mampir juga di blogku
http://f4dlyfri3nds.blogspot.com
mantap
BalasHapuskata-nya sangat bagus..
kunjungi jg bahan bacaan saya :
jurnal ekonomi andalas
salam sahabat di seberang sana..
BalasHapussangat kagum dengan kamu yang hebat bermain kata kata..
:)
salam hangat,
BalasHapusohya, blognya saya foolow ya
kalau sastrawan bilang, tulisan ini pake teknik repetisi ya. *saya mah sok tau.. hahaha :D
BalasHapuskereen...sekali...rangkaian katanya...
BalasHapusnice posting..
BalasHapuskata perkata teruntai dengan indah..
salam kenal
Cantik kali tulisan mu dik..sangat menyentuh hatiku yang galau ini.
BalasHapus