Jumat, 25 Desember 2009

Refleksi Akhir Tahun

65 comments
Siapa yang paling senang dengan permainan sederhana tapi tak lekang zaman ;
“ciluk ba!”?
Tutup wajah dengan kedua tangan, terus buka! Maka tertawalah dia!

Siapa yang dengan ngotot mempertahankan argumentasi yang di saksikan di kotak ajaib bergambar, film kesatria, power rangers misalnya, itu robot asli padahal bagi yang sudah bangkotan tetep ngotot bilang itu hanya kostum saja, bukan dari besi.

Siapa yang berdebar-debar menyusuri jejak langkah mandor di hutan pinus ujung desa ? sudah merasa berpetualang dengan gagah berani, yang kalau di tempuh Cuma beberapa menit dari rumah.

Siapa yang berlari-lari bahagia dan dengan riangnya serasa sudah terbang hanya karena mengikat ujung sarung dileher sehingga berlagak seperti supermen.

Siapa yang kalau sedang sakit selalu bangga dikerok punggungnya padahal hanya menggunakan bawang putih! Bebas memilih makanan dari bakar lele hingga makanan-makanan ajaib lainnya.

Siapa yang dengan senjata obor setiap malam saat kemarau dan habis panen pergi kesawah mengikuti warga untuk menangkap belalang dan saat musim hujan menangkap laron kemudian di masak dan menjadi lauk pendamping nasi saat sarapan.

Siapa yang ketika bulan purnama sehabis sholat isya menyususri kebun belakang masjid untuk mencari jamur yang bisa bercahaya sambil berlarian menangkap kunang-kunang, dan protes pada orang tua karena jamur dan kunang-kunang tidak bercahaya lagi ketika akan berangkat sekolah.

Siapa yang kerjanya membantu memasukan bibit cabe yang sudah dicampur tanah dan kotoran kambing dalam bedeng plastik untuk di tanam, padahal kebun punya paman, kemudian di sanjung-sanjung karena dianggap bekerja?

Siapa yang ikut membungkus air yang diberi warna kemudian dimasukan kulkas hingga mengeras, terus dijualin di tremos es dan di bawa ketika berangkat sekolah. Dengan harga 100 rupiah tiap batang, tapi selalu merugi karena uang penjualan es di pakai untuk beli jajanan di warung sekolah.

Siapa yang bebas bermain di kebun tetangga ? dan ketika mangga masak, babas untuk mengambilnya tanpa takut diomelin pemilik.

Siapa yang baru juara makan krupuk saat perayaan agustusan sudah merasa keren sekali ? dengan ekspresi kayak menangin trophy apa gitu.

Siapa yang terkagum-lagum ketika mendengar kisah-kisah leluhur desa, kisah nabi dan rosul ? dengerin keajaiban dan mukjizat udah langsung senyum memamerkan gigi yang masih ompong, dan berbinar-binar penuh cahaya tuh mata kecil.

Siapa yang diajak ibunya pergi ke kota ? di bawa mampir dari pasar tradisional hingga toko swalayan dan dengan bangga membawa oleh-oleh ‘perahu kotok” yang terbuat dari seng dan dijalankan dengan minyak goreng, kemudian berjingkrak kegirangan melihat perahu dari kota berjalan di atas air dan berputar mengelilingi ember.

Siapa yang bangun jam 4 pagi lari ke masjid, kemudian berebut untuk adzan subuh setelah itu pulang kerumah untuk tidur lagi.

Siapa yang olahraganya banyak variasi dari pelataran sawah hingga di tepi sungai, bermain bola, engklek, maen petak umpet, dan bermacam permainan anak desa sambil sesekali menceburkan diri kesungai.

Siapa yang kalau lebaran selalu jadi buah bibir di setiap rumah yang dikunjungi ? mendadak jadi seleb yang ditanya-tanyain kegiatannya. Udah kelas berapa ? berapa umurnya ? siapa namanya ? mau ini? Mau itu?

Siapa yang sedari kecil sudah belajar jauh dari orang tua dan hidup bersama dua renta kakek dan nenek yang mengajari arti hidup.

Siapa yang lebih dahulu lancar membaca huruf hijaiyah berharokat daripada abjad A-Z dan lebih dahulu mempelajari kitab kuning gundul daripada memahami tullisan jawa kuno.

Siapa yang istirahatnyaa sambil mendengarkan kaset cerita drama hikayat petualang, tertawa bahagia menyimak KH. Zainudin MZ, suka-suka saja dengerin kisah surti dan tejo dari jamrud dan berjingkrak mendengar iwan fals dan gombloh bersenandung di radio.

Siapa yang setiap minggu pagi pergi ke sungai mengumpulkan batu untuk ditumpuk di samping sekolah karena sekolah tertua di desa itu semakin tergerus arus sungai hingga hampir ambruk.

Siapa yang setiap minggu siang memulai petualangan bersama teman-teman, persiapannya cukup dengan tempat air yang terbuat dari bambu dilengkapi senjata ketapel dan pisau dapur, nyari kayu bakar sambil mancing di kolam ikan entah punya siapa kemudian langsung di bakar tanpa bumbu apapun dan minum dari air kelapa yang juga entah punya siapa.

Siapa yang sayang-sayang belanjain duit-duit baru yang diberi sodara saat lebaran padahal hanya lembaran 100 rupiah, kemudian dimasukin celengan hingga busuk.

Siapa yang setiap memori hidupnya menikmati udara bebas dan segar, merasakan sepoi-sepoinya hembusan daun dan merasakan wanginya padi ketika mulai menguning, menyerap segarnya air sungai yang bebas di minum kapanpun tanpa perlu dimasak, berlari penuh tawa ketika tetes awan yang terkondensasi mulai menjadi bulir hujan sehabis itu merasakan harumnya tanah basah yang menusuk hidung hingga menjalar kejaringan syaraf otak, hingga album memori itu masih tersimpan.

Curigalah kalau semua yang diatas itu adalah secuil kenangan memori dari penulis ini. Curiga kalau itu semua cerita tentang kita. Kita yang masih muda beberapa tahun yang lalu. Siapapun yang pernah muda, sangat muda, anak-anak. Beberapa bagian mungkin tidak sama, tapi juga ada yang merangkai irisan kenangan yang telah ada. Yang dulu masa kecilnya di jaman-jaman Sembilan puluhan.

Masih ingatlah ya dengan si komo yang suka membuat macet jalan ? menahan mati bosan kalau sudah ada PON atau event olahraga yang menyerobot tayangan kartun kita. Saat adzan masih berkumandang di senja kala dari setiap stasiun televisi yang tayang mulai berhamburan pergi kemasjid.

Waktu itu sekolah masih indah ya? Ringan perasaan tanpa dihantui UN (dulu adanya EBTA & EBTANAS) yang nentuin kelulusan, NEM (Nilai Ebtanas – evluasi belajar tahap akhir nasional, kalo ga salah- Murni) masih berguna buat jadi tiket masuk ketingkat selanjutnya….. ya nggak? Enak masih karena sore hari banyak pilihan buat ngisi waktu, pergi kemasjid, main kelereng, nonton layar tancep kalo malem. Dan sejuta tawa tanpa rumus-rumus.

Nostalgia emang asik. Banyak hal yang mungkin telah kita temukan. Banyak titik-titik yang ternyata menjadi garis yang mengantar kita hingga menjadi apa kita sekarang ini. Hati-hati lubang kesedihan menganga di setiap langkah yang telah terjejak, bahkan kegembiraan menjadi suatu hal yang pahit untuk dikenang karena maknanya menjadi berbeda kini. Dia yang dulu mungkin bergembira dengan kita telah tiada, dia yang dulu menjadi kesayangan orang lain, dan betapa singkatnya semua tertutup menjadi kenangan dibungkus waktu dalam kotak ingatan. Kisah yang mungkin jika kita diminta untuk menceritakannya tidak bisa membuat kita bercerita lebih dari 12 jam. Itu pun sudah banyak ‘e’nya. Semua ketakutan akan kesalahan tersimpan rapi untuk ditemui lagi nanti. Keinginan yang diiringi ketidakmampuan untuk kembali ke masa-masa itu. Seringkali mengenang semua ini, dengan prangkat foto-foto, benda & barang yang mulai melapuk atau apapun yang menjadi tiket menuju terminal-terminal ingatan itu, menyita, merantaimu di tempat sekarang. Keinginan untuk melangkah mendadak hilang. Atau mungkin malah membuatmu berlari menuju kejalan kehidupan menduga-duga setiap kejutan keceriaan yang belum pernah kamu temui, karena setiap fase mempunyai momentumnya sendiri. Mempunyai rasanya sendiri, sampai yang terakhir, menutup album kehidupan. Satu cerita pendek berakhir, satu cerita pendek baru lahir.

Anak-anak dengan segala keliaran fantasinya, kebebasan imajinasinya. Anak-anak dengan semua hal-hal yang baru ditemui dan disukainya. Mendengar hal yang berbeda tanpa prasangka. Anak-anak dengan semua ketidakterkaitannya dengan waktu yang terjadwal. Anak-anak dengan semua daya tangkap dan ingatannya.
Kembali melangkah menuju pemberhentian. Setelah lelah berjalan dan bekal habis, berhentilah dulu, mengisi lagi. Untuk kembali riang menebar senyum disepanjang jalan. Berbagi bekal dengan semua yang menghampiri. Mari kembali merasakan kekosongan bekal kita, kembalilah membaca, melangkah ke tempat pemberhentian.

Belajar lagi. Kadang kita terlalu cepat melangkah dengan bekal seadanya, hingga tanpa sadar hanya sedikit yang tersisa padahal perjalanan masih panjang. Kita tidak tahu memang kapan perjalanan ini akan selesai, inilah menariknya jalan kehidupan.

Tanpa kembali lagi berdiam, membaca, merenung, mengolah lagi makanan pikiran dan jiwa yang kita baru dapat lagi. Tanpa pembacaan lagi, tanpa menggali sumur lebih dalam dan menemukan mata air tambahan, ilmu yang ada pada kita berputar di tempat dan membosankan bagi yang mendengar, membaca. Padahal ilmu manusia itu setinggi-tingginya tidak akan ada artinya dengan pemilik semua ilmu, Allah azza wa jalla, dan Allah adalah Maha Pemberi, maka mintalah ilmu itu pada tempat yang tepat dengan cara yang tepat pula. Anak-anak dengan perasaan kosong dan haus hal baru.

Kembali bermimpi seperti anak-anak, dimana tidak ada yang utopis untuk dibayangkan, diperjuangkan. Tapi jangan kembali menjawab cita-citamu dengan lima pilihan, presiden, pilot, supermen, jendral, doraemon ya!

---------------------------------------------++++++++------------------------------------------------
Menggugat dengan sederhana
Dari negeri kata-kata

Ba’da isya
Kotak 3X4 meter yang kumuh
yogyakarta
Read More...

Kamis, 20 Agustus 2009

"Pasar Kembang" dalam Kontroversi

59 comments
Ada pepatah mengatakan jika ingin membangun mesjid, maka bangunlah toiletnya. jika ingin membangun kota maka bangunlah lokalisasinya (prostitusinya). pepatah yang penuh kontroversial. banyak yang mendukung, tapi tak sedikit dari kita yang menolak, bahkan mengatasnamakan agama.

Jika Surabaya punya Gang Dolly, Bandung punya Saritem, Semarang punya Sunan Kuning, Purwokerto punya Gang Sadar, Cilacap punya Slarang, maka Jogja punya Sarkem. Sebuah kawasan remang-remang yang banyak di datangi oleh siapa saja, terutama lelaki hidung belang, celana dalamnya juga belang-belang.

Jakarta kok ga dimasukin ? mau tahu penjelasannya ? nih dia : Jakarta itu sendiri gudang prostitusi. nggak hanya satu kawasan tertentu. Tapi setiap sudut di seluruh jalan dan gang di Jakarta merupakan tempat prostitusi. wakakakakakaka... lebay. Jadi, Jakarta itu tarafnya internasional. sedangkan kita lagi ngobrol yang taraf lokal. Nggak percaya ? baca saja Jakarta Undercover-nya Moamar Emka atau laporan beberapa majalah Jakarta tentang dunia yang kayak begituan.
dimanamakah letak lokasinya ?
di alam semesta
tata surya
bumi
asia
indonesia
jawa
DIY
jogja
sosrowijayan
sarkem
Nama sebuah jalan yang merupakan kependekan Pasar Kembang. Tepatnya di sebrang jalan, selatan stasiun Tugu. Dinamakan Pasar Kembang karena banyak kembangnya, janda kembang, kembang gula, kembang melati, dan kembang jantan (itu mah "kambing jantan" yang ada filmnya), he he he....

Lokasinya masuk gang-gang kecil jika dilihat dari pinggir jalan, seperti nggak terjadi apa-apa. tapi setelah masuk kedalam lorong-lorong yang penuh "bidadari" itu maka kita akan disambut bak raja dalam sebuah kerajaan. lokasii ini tepat bagi para lelaki hidung belang. kupu-kupu malam siap melayani pelanggan atau para pendatang denagn berbagai paket hemat yang telah disediakan. mulai dari kelas ciblek (cilik-cilik betah melek) hingga paruh baya. mulai dari kelas gopek hingga ratusan ribu. Mulai dari kelas remaja hingga janda. Semua siap tersaji. kayak menu makanan.

Bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat, sarkem tentu sangat meresahkan banyak orang. Bahkan organisasi keagamaan "garis keras" tak jarang mengkampanyekan untuk menutup dan membakar lokasi itu. Tetapi gladiator-gladiator yang berdiri sebagai pembela keberadaan lokasi ini siap bertempur melawan mereka yang dianggap ingin menghancurkan lokasi ini. Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu sumber pendapatan pemkot berasal dari lokalosasi. Bahkan pernah ada usulan kepada Sri Sultan Hamangkubowono untuk menjadikan sarkem menjadi lokasi wisata resmi, namun di tolak mentah-mentah, walaupun sultan juga tetap "membiarkan' lokasi tersebut beroprasi. Ali Sadikin, Gubernur Jakarta pada era orde Baru, menyatakan akan memberlakukan tempat perjudian dan prostitusi sebagai pendapatan terbesar daerah ibukota DKI Jakarta. "hasilnya untuk membangun daerah perkumuhan di ibukota," kira-kira demikian ungkapan Bang Ali di Majalah Tempo. karena itu tak heran jika sarkem ikut menymbang kekayaan Jogja.

Para pendatang yang ingin mencicipi nikmatnya kupu-kupu malam sangat beragam. Ada orang lokal, ada pula turis-turis dari mancanegara. justru salah satu ketertarikan para turis datang ke jogja karena ada pusat jajanan seks ala Asia. Sarkem adalah salah satu daya tarik bagi mereka. Jika anda pernah masuk kedalam lorong-lorong sempit itu maka anda akan mememukan beberapa selogan mirip slogan puitis ala warteg atau RM Padang,

Anda Puas, Saya Lemas
Jika kecewa, kasih tau kami. jika puas beritahu teman.
untuk itulah istilah sarkem yang diambil dari Pasar Kembang banyak berubah makna menjadi "Pasar Kelamin" atau "Saluran Kemaluan"

Jogja nggak hanya menyediakan oleh-oleh bakpia, salak pondoh, atau gudeg saja. Tapi menyediakan ceweknya juga, hi hi hi,... Maksudnya kamu bisa berkenalan dengan cewek-cewek jogja, bro. Para lelaki hidung belang pasti sudah tahu lokasi sarkem. Tanya saja sama mereka. kalau belum tahu mereka pasti belum layak mendapat gelar S. HB alias "Sarjana Hidung Belang"". wakakakaka... Buat para lelaki hidung belang, setiap awal tahun ada wisuda S.HB. Daftar saja di sarkem. Pasti dikasih formulir pendaftarannya.

Sarkem ibarat sebuah tioilet, banyak yang benci, tapi kalo sudah kebelet mereka rela antri, bahkan berani membayarnya. kita tentu sepakat, bahwa tempat pelacuran seperti ini melanggar norma. Tetapi di sisi lain, kita harus melihat bahwa pelacur juga memiliki andil yang cukup penting dalam mengurangi angka pemerkosaan. Coba bayangkan, jika para bujangan atau duda, bahakan lelaki yang sudah beristri, tidak mendapatkan pelampiasan dari pelacur, bisa jadi pemerkosaan membanjiri halaman demi halama surat kabar harian. sekalipun tempat pelacuran sudah banyak, toh pemerkosaan masih saja terjadi. Bagaimana jika tidak ada ?

Seorang pelacur bernah berujar "sebagai pelacur, kami ibarat toiletnya masyarakat. kami memang kotor, tapi kami harus ada," akunya.
"harus ada ya ?"
"kau bayangkan, deh. sebuah rumah tanpa ruang tamu atau kamar tidur ga terlalu jadi masalah, tapi tanpa toilet sebagai tempat membuang kotoran adalah nggak mungkin."
"kalau pelacur memiliki arti yang sangat penting, aku jadi bingung dengan Tuhan ?"
"bingung kenapa ?"
"kalau pelacuran itu penting sehingga manusia sulit menahannya, mengapa Tuhan melarangnya ?"
"mungkin Tuhan suka pertunjukan drama. perlu ada pelacur sebagai pemeran antagonis."
seperti Firaun pada zaman nabi Musa, Naambrdz zaman nabi Ibrahim, atau Abu jahal paada masa Rasulluloh Muhammad. atau mungkin seperti nasib Noordin M Top di Indonesia pada masa sekarang ini. Pemeran antagonis selalu ada dalam sebuah sistem kehidupan suka atau tidak itulah kenyataan yang kita hadapi sekarang.

Sebuah cerita yang kadang tak masuk akal, lokasi seperti ini akan tetap menjadi situs yang akan selalu dihinggapi kumbang kemanapun perginya. Karena nafsu seks tak pernah mengenal kata "sabar".

ada beberapa puisi yang saya sadur, puisi dari W.S Rendra (pelacur-pelacur kota jakarta) dan Ridho "bukan" rhoma (duh, sarkem) akan menutup postingan saya kali ini.

W.S Rendra
pelacur-pelacur kota jakarta

saudari-saudariku, bersatulah
ambilah galah
kibarkan kutang-kutangmu di ujungnya
araklah keliling kota
sebagai panji-panji yang telah mereka nodai
kini giliranmu menuntut
katakanlah kepada mereka :
mengusulkan mengganyang pelacuran
tanpa menganjurkan
mengawini para bekas pelacur adalah omong kosong,

pelacur-pelacur kota jakarta
saudari-saudariku.
jangan melulu keder pada lelaki
dengan mudah
kalian bisa telanjangi kaum palsu
naikan tarifmu dua kali lipat
dan mereka akan kelabakan
mogoklah satu bulan
dan mereka akan puyeng
lalu mereka akan berzina
dengan istri saudaramu

ridho "bukan" rhoma
duh, sarkem

duh sarkem,..
jogja siang kota pelajar
malam kota pelacur
kau saksi bisu atas itu
lokasi lainnya menjadi bukti penguat
salon plus-plus, panti pijat esek-esek, telaga biru...

ciblek hingga paruh baya
gopek hingga ratusan ribu
remaja hingga janda
semua siap tersaji di sana

duh, sarkem...
kau dibenci, tapi selalu dicari
kau dikucilkan, tapi selalu diinginkan
kau dihina, tapi diam-diam dipuja
kau ingin dihancurkan, tapi tak sedikit yang mempertahankan

kau ibalat toilet di pasar umum
banyak orang yang benci baumu
namun secara sembunya-sembunyi mereka rela antri dan membayarmu

remaja, mahasiswa,
jejaka, duda, kakek tua
buruh, bos, pengusaha
semua rindu padamu

duh, sarkem...
kaulah salah satu pendapatan kota
mengalahkan lainnya
mereka tak sadar itu

kupu-kupu lugu itu sungguh kasihan
mereka hanya korban
tak jjarang dari mereka yang ingin keluar
tapi mereka selalu dinanti si hidung belang
dari kumpulan kutang yang hilang (wakakakakak, ga nyambung)

duh, sarkem...
sebegitu nistanya dikau


Tulisan di atas banyak disadur dari buku "Jogja edan, bro" dan tidak dimaksudkan untuk mendeskreditkan atau menyerang siapapun, itu hanya sebuah tulisan sedikit dari sebuah realita yang ada di sekitar kita.
Read More...

Jumat, 17 Juli 2009

ANALISIS BAHAN PELEDAK (BOM) DI JAKARTA

18 comments
Tepat satu bulan menjelang peringatan hari proklamasi, Jum’at, 17 juli 2009 antara pukul 06.45-07.00 terjadi dua ledakan dahsyat yang mengguncang Indonesia terutama Jakarta. Akan banyak dampak buruk yang di hasilkan selama beberapa waktu kedepan. Pertanyaan yang berkecamuk di antara kita, mungkin , kenapa ada orang kejam yang tega meledakan bom ?, siapa pelakunya ?, apa tujuannya ?, setelah itu apa dampaknya ? dan mungkin yang jarang terlintas di fikiran banyak orang apa bahan peledak yang di gunakan ?, nah pertanyaan terakhir inilah yang akan coba saya analisis, sekali lagi saya tegaskan ini hanya anlisis atau perkiraan sementara, karena saya belum mengetahui secara pasti jenis bom tersebut.

Sebelum saya masuk dalam analisa saya maka saya akan coba definisikan apa itu bahan peledak, Pengelompokan bahan peledak secara ilmiah berdasarkan komposisi senyawa kimia, Pengelompokkan Bahan peledak menurut kegunaannya, Pengelompokan bahan peledak menurut jenis bahan baku dan/atau bahan setengah jadi berdasarkan sifat “explosive” nya, Pengelompokkan bahan peledak berdasarkan lingkungan penggunaannya, Karena tanpa definisi kita tidak akan bisa menyusun konsep maupun kesimpulan. "

Bahan peledak adalah suatu bahan atau zat yang berbentuk padat, cair, gas atau campuran yang apabila dikenai suatu aksi berupa panas, benturan atau gesekan akan berubah secara kimiawi menjadi zat-zat lain yang sebagian besar atau seluruhnya berbentuk gas dan perubahan tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, disertai efek panas dan tekanan yang sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa sesuatu, baik itu manusia maupun benda akan hancur jika terkena ledakan, karena panas yang tinggi disertai dengan tekanan yang maha dahsyat “bersatu” dan melakukan suatu “aksi” dalam waktu yang sangat cepat.

Pengelompokan bahan peledak secara ilmiah berdasarkan komposisi senyawa kimia dibagi atas bahan peledak senyawa murni (tunggal) dan bahan peledak campuran.
Bahan peledak senyawa murni (tunggal), dikelompokkan atas 2 kelompok yaitu bahan peledak murni (Primary Explosive) dan bahan peledak kuat (High Explosive).
Yang termasuk bahan peledak utama (Primary Explosive). adalah : Mercury fulminat, Timbal azida, Sianurat triazia (CTA). Diazodinitrofenol (DDNP), Tetrasen, Heksametilendiamin peroksida (HMTD).
Yang termasuk bahan peledak kuat (high Explosive) adalah : Nitrometan, Dinitromentan, Trinitrometan atau Nitroform, Tetranitrometan, Nitrobenzen (NB), Dinitrobenzen, Trinitrobenzen, Mononitrotoluen (MNT), Dinitrotoluen (DNT), Trinitrotoulen (TNT), Dinitro-m-Xylen (DNX), Trinito-M-Xylen (TNX), Mononitronaftalen (MNN), Dinitrofenol, Trinitrofenol, Ammonium pitrat, Trinitro-m-kresol, Trinitroanisol (TNA), Trinifenentol (TNP), Trinitroanilin, Tetranitroanilin, heksanitrofenilamin, Heksanitro azobenzen, Heksanitridifenilsulfit, Metil nitrat, Etil nitrat, Etilen glikol mononitrat, Etilen gloikol dinitrat (EGDN), Dietilen glikol dinitrat (DEGN), Propilen-1, Butilen-1, Gliserol mononitrat, Gliserol dinitrat, Gliserol trinitrat, Nitrogliserin (NG). Kloroidrin dinitrat, Digliserol tetranitrat, Ritritol tetraitrat, Pentaeritritol tetranitrat (PETN), Mannitol heksanitrat (HMN), Dipentaeritritol heksanitrat (Dipen), Nitroselulosa (NG), Nitroamilum, Nitroamin, Metil nitramin, Dimetilnitramin, Etildnitramin (EDNA), Nitroguanidin, Nitrodietanolamin dinitrat (DINA), Tetranitro-N-Metilamin (Tetril), Trinitro-1, Tetranitro-1, Ammonium nitrat, Guanidin nitrat, Urea nitrat, ammonium klorat Ammonium perklorat.

Bahan peledak campuran. Bahan peledak campuran banyak digunakan karena memiliki keuntungan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan bahan peledak tunggal. Bahan peledak campuran ini dikelompokkan atas bahan peledak kuat (High Explosive) dan bahan peledak lemah (Low Explosive).
Bahan peledak kuat (High Explosive). Bahan peledak kuat berupa campuran ini banyak digunakan baik dalam bidang militer maupun sipil (komersial) dengan tujuan sebagai penghancur. Tergolong bahan peledak kuat disini adalah : Amatol, Ammona, Amonium Nitrat Fuel Oil (ANFO), Siklotol, Dinamit, Oktol, Pentolit, Pikratol, Torpeks, Tritoal, Bom plastik.

Bahan peledak lemah (Low Explosive). Bahan peledak lemah bukan merupakan bahan peledak penghancur, tetapi digunakan sebagai bahan isian pendorong pada amunisi. Bahan pendorong ini dikenal jua dengan nama Propelan. Yang tergolong propelan ini antara lain : Bubuk hitam (black powder), Bubuk tak berasap (smokeless powder), Bahan pendorong roket (rocket propellantas), Bahan pendorong cair (liquid propelant).

Pengelompokkan Bahan peledak menurut kegunaannya ada lima kelas/kategori meliputi :
Bahan peledak “Blasting” dan / atau “Bursting”. Bahan peledak “Blasting” yaitu bahan peledak yang digunakan untuk pertambangan, konstruksi dan sejenisnya. Sedangkan bahan peledak Bursting adalah bahan peledak yang digunakan dalam sistem senjata, seperti bom, granat, kepala ledak dan sejenisnya. Bahan peledak “blasting” dan/atau “Bursting” tersebut terdiri dari 5 (lima) tipe :
Tipe A. Berupa nitrat organic cair (seperti Nitrogliserin) atau campurannya dengan satu atau lebih bahan-bahan sebagai berikut : Nitrocellulose, Ammonium Nitrat anorganik lainnya, derivativ nitroaromatik atau bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti serbuk kayu (“wood meal”) dan serbuk Aluminium.
Tipe B. Terdiri dari dua jenis :
Campuran Ammonium Nitrat atau Nitrat Anorganik dengan TNT dan/tanpa “Ingredient” lain seperti serbuk kayu (“wood meal”) atau serbuk Aluminium, serta tidak me-ngandung Nitrogliserin atau cairan nitrat/klorat organik sejenisnya.
Campuran Ammonium Nitrat atau nitrat anorganik dengan bahan yang mudah terbakar serta tidak mengandung Nitrogliserin atau cairan nitrat/klorat organik sejenisnya.
TipeC. Campuran Kalium/Natrium Klorat atau Kalium/Natrium/Ammonium Perklorat dengan derivativ nitroorganik atau bahan yang mudah terbakar, seperti serbuk kayu (wood meal”), serbuk Aluminium atau Hidrokarbon, serta tidak meng-andung Nitrogliserin atau cairan nitrat organic sejenisnya.
Tipe D. Campuran senyawa nitrat organik dengan bahan yang mudah terbakar, seperti Hidrokarbon dan serbuk Aluminium, serta tidak mengandung Nitrogliserin, cairan nitrat/klorat organik sejenisnya atau Ammonium Nitrat.
Tipe E. Campuran/larutan air (sebagai “ingredient” pokok) dengan sejumlah banyak Ammonium Nitrat atau oksidator lainya seta dapat mengandung derivativ nitro (seperti TNT), Hidrokarbon atau Serbuk Aluminium.

Bahan peladak “Catridge” yaitu bahan peledak sejenis bahan peledak “Blasting” atau “Bursting” yang dipergunakan sebagai pembentuk “Metal Projectil” yang berkemampuan tambus/potong.
Bahan peledak “Propellant”, yaitu bahan peledak yang dipergunakan sebagai pembetuk gas pendorong dalam peluru senjata atau motor roket.
Bahan peledak “Fuse”, yaitu bahan peledak yang dipergunakan sebagai “pemula” suatu rangkaian proses peledakan, baik secara penyalaan/deflagrasi maupun secara detonasi.
Bahan peledak “Pyrotechnic”, yaitu bahan peledak yang dipergunakan sebagai pembentuk panas, gas, warna dan lain sebagainya.

Pengelompokan bahan peledak menurut jenis bahan baku dan/atau bahan setengah jadi berdasarkan sifat “explosive” nya, seperti : Blasting Gelatine (Master Mix), Nitro Glycerine (NG), Nitro Glycol (DEGN), Nitro Cellulose (NC) dengan N-content lebih dari 12,6 %, PETN Black Powder, Emulsion Matrix (Emulsion Base), Mercury Fulminate, Lead Azide, DDNP, Lead Styphnate, Tetracece dan sejenisnya.
Pengelompokkan bahan peledak berdasarkan lingkungan penggunaannya yaitu bahan peledak militer dan bahan peledak komersial.
Bahan peledak militer.
Karakteristik/Spesifikasi. Bahan peledak militer harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
Harus memiliki daya hancur yang dahsyat (very brissant).
Tidak peka terhadap pukulan atau tumbukan.
Tidak mudah terbakar.
Dapat disimpan dengan stabil.
Tidak menyerap air.
Tidak reaktif terhadap logam.
Dapat dibuat dengan cepat.
Macam bahan peledak militer.

Isian Utama (Main Charges): TNT, RDX, PTEN, TATP/Triacetontriperoksida, Tetryl, Asam Pikrat, Amatol, Tritonal, Pentolite, Tetrytol, Pikratol, Amonal, Ednatol, Explosive D, Composition B, HMK, Haleite, PBX, C-4, dan sejenisnya.
Isian Pendorong (Propellants)
1. Nitro Glycerine Based, seperti : Single Base Propellants ,Double Base Propellants (Ball Powder), Triple Base Propellants, Extruded Impregnated Propellants (EIP), Composite Modified Cast Double Based (CMCDB), Elastomeric Modified Cast Double Based (EMCDB), Crosslinked Cast Double Based (XLCBD), dan sejenisnya.
2. Composite, seperti : Hydroxyl Terminated Poly Butadieene (HTPB), Carboxyl Terminated Poly Butadiene (CTPB), Glycidyl Azide Polymer (GAP), Poly Urethane, Poly Sulfide dan sejenisnya.
Kegunaan. Untuk latihan dan operasi militer, destruksi / demolition.
Perizinan bahan peledak militer diatur khusus oleh Dephan dan instansi terkait

Bahan peledak komersial.
Karakteristik/spesifikasi. Bahan peledak komersial harus memiliki beberapa persyaratan antara lain :
Peka terhadap suatu reaksi : panas, getaran, gesekan atau benturan.
Mempunyai kecepatan detonasi teertentu (high dan low explosive).
Memiliki daya tahan air (water resistance) terbatas.
Dapat disimpan dengan stabil.
Menghasilkan gas-gas hasil peledak, yaitu : gas dalam bentuk molekul lebih stabil
Memerlukan stemming/penyumbatan dalam penggunaannya.
Macam bahan peledak komersial, adalah semua jenis :
Dinamit, yang dikenal dengan nama “Nitro Glycerine Based Explosives”, Blasting Agents (ANFO)
“Water Based Explosives” (slurry, Watergel, Emulsion Explosives).
Bahan peledak pembantu “(Blasting Accessories)” seperti Primer (Booster), Detonator, Sumbu Api, Sumbu Peledak, MS Connector (Detonating Relay), Igniter, Igniter Cord, Connector dan sejenisnya.
Shaped Charges seperti RDX, HMX, dan sejenisnya.

Kegunaannya:
Pekerjaan tambang yaitu untuk melepaskan batuan dari batuan induknya antara lain : batu bara, emas, tembaga, aspal industri semen, industri batu belah, industri batu kapur, dan sebagainya serta untuk operasi penambangan minyak dan gas bumi.
Pekerjaan umum diantaranya, untuk pembuatan jalan raya, pembuatan jalan kereta api, pembuatan lapangan terbang, pembuatan terowongan, pembuatan waduk dan irigasi, untuk pekerjaan tambang, pembersihan pelabuhan, penghancuran kepal bekas, pengancuran bangunan tua. Pengguanan lain yang berka-itan untuk keperluan peledakan.

Mari kita bersama melakukan hipotesis apa jenis bahan dan dari mana pelaku mendapatkan bahan baku bom tersebut.
Hipotesis ini kita mulai dari pertanyaan sederhana, “dari mana pelaku mendapatkan bahan baku membuat bom ?” di Indonesia berdasarkan lingkungan penggunaannya di bagi menjadi dua yaitu militer dan komersil, saya berfikiran positif bahwa pelaku tidak mendapatkan bahan ini dari lingkungan militer, berarti pelaku mendapatkan bahan secara komersial kemungkinan di dapat secara illegal. Salah satu karakteristik/spesifikasi bahan peledak komersial adalah Menghasilkan gas-gas hasil peledak, yaitu : gas dalam bentuk molekul lebih stabil, ini saya lihat dari ledakan dari CCTV yang di siarkan di TVONE, bisa di lihat saat terjadi ledakan gas putih langsung menyembur, memang bisa jadi ini debu tapi jika di perhatikan lebih jauh ledakan ini menghasilkan asap putih (saya perkirakan gas) yang cukup lama membumbung tinggi. Yang kedua ciri yang sering di dapat dari bahan peledak komersil memerlukan stemming/penyumbatan dalam penggunaannya, dan hal inilah yang menyebabkan mengapa banyak bom teror dilakukan dengan cara bunuh diri, dimana dalam melakukan peledakan pemicunya harus diledakan sendiri.

Nah dari kesimpulan asal bahan maka dapat dipastikan bahan komersial, sehingga identifikasi asal bahan baku ledakan dapat dipersempit. Begitu juga dengan tingkat daya ledaknya bom ini termasuk high explosive, maka kita persempit lagi analisa kita menjadi bahan komersial yang mempunyai daya ledak tinggi dan yang perlu diperhatikan bom ini berbeda dengan JW. Mariott yang pertama yang menyebabkan kebakaran bom ini tidak menimbulkan api dalam ledakannya, sehingga bukan termasuk tipe A, tipe b, dan tipe c, seperti jenis/tipe bom yang saya tulis di atas. jadi hampir tidak mungkin bahan ini berupa black powder karena black powder termasuk low exsplosive dan perkiraan C-4 juga hampir gugur karena setahu saya C-4 hanya di gunakan untuk militer. Jadi hipotesis dan perkiraan saya bahan baku dari bom atau ledakan yang terjadi di Jakarta antara lain, Amonium Nitrat Fuel Oil (ANFO), Bom plastik, Dinamit. Ada juga Bahan peledak pembantu “(Blasting Accessories)” seperti Primer (Booster), Detonator, Sumbu Api, Sumbu Peledak, MS Connector (Detonating Relay), Igniter, Igniter Cord, Connector dan sejenisnya. Shaped Charges seperti RDX, HMX, dan sejenisnya.
Sekali lagi kesimpulan yang saya buat hanyalah hipotesis awal dari analisa dan informasi yang sangat minim, untuk pastinya tentu kita menunggu hasil identifikasi tim puslabfor polri.

Tapi yang ingin saya tekankan dan hampir tidak pernah dibahas di media yaitu penelusuran asal muasal bahan peledak, jadi kita tidak hanya melakukan penangkapan teroris atau pengamanan di sekitar kita tapi yang paling harus di perhatikan sebenarnya peredaran bahan peledak itu sendiri. Bisa di istilahkan tidak hanya koki dan masakan yang harus di perhatikan tapi juga bahan makanan itu sendiri.

Bahan peledak merupakan bahan yang sangat berbahaya dan perlu diawasi sejak dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, penggunaan sampai dengan pemusnahannya. Oleh karena itu, sistem pembinaan dan pengawasannya harus tepat dan ketat, sehingga dapat diperkecil kemungkinan untuk bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagai Dual Munition agent, di satu sisi bahan peledak bermanfaat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional, namun akan sangat berbahaya apabila disalahgunakan terutama untuk kepentingan kegiatan terrorism. Sesuai Undang-undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan, maka pengawasan dan pengendalian terhadap pengelolaan bahan peledak dilaksanakan secara terko-ordinasi terpadu antar instansi dan dikoordinasikan oleh Dephan. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa kepemilikan secara ilegal bahan peledak oleh non state actor terutama untuk kegiatan terorisme dan separatisme akan berbahaya dan mengancan ke-amanan nasional maka diperlukan suatu pendekatan pengamanan khusus terhadap bahan peledak. Dan kita tidak bisa menutup mata apa yang terjadi sejak bom pertama di halaman parkir BEI sampai terakhir bom yang meledak di mega kuningan.

Mari kita doakan bersama supaya korban meninggal dunia mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan yang Maha Esa, dan bagi korban luka supaya cepat sembuh, dan mari kita berdoa bersama supaya kejadian di Jakarta 17 juli 2009 adalah aksi terorisme terakhir di Indonesia.


sumber : (dengan perubahan)
Bahan Kimia Terpadu, BPPIT Dephan, 1999.
Chemical Explosive, http://newton.dep.anl.gov/askasci/chem99/chem99390.htm

Aziz Abdul Ngashim
Read More...

Rabu, 15 April 2009

salam semua

21 comments
haduh capeknya, seminggu ujian pusing, ga ada yang bisa padahal belum belajar....
belum lagi proyek bikin film buat memperingati hari bumi eh di tambah tugas dari BEM KM buat listing jaringan sama ngurusin web belum beres, dan lain-lain yang bikin ga bsa tidur padahal urusan kampus seperi laporan sama tugas aja masih terbengkalai....hufh..
postingan kali ini ga akan membahas masalah yang rumit atau berbagi ilmu dan esai, tapi karena pingin enjoy,,,,

saya mengajak teman-teman blogger untuk berdoa demi kedamaian indonesia yang semakin kisruh, dulu para politikus itu rame-rame berbicara atas nama rakyat atau wong cilik atau atas nama bangsa, dan sampai sekarang saya masih bingung rakyat yang mana yang mereka bela tau bangsa siapa yang sedang di bicarakan atau mungkin hak siapa yang sedang mereka bela ? hak rakyat untuk memilih atau hak mereka untuk di pilih ???
"
siapa itu wong cilik ?
tukang sapu jalanan, petani, nelayan, tukang tambal ban, buruh, tukang cukur, kuli bangunan atau siapa ?
mereka yang di angga wong cilik bagi saya adalah orang besar yang menjalani hidup dengan penuh ketabahan, mereka lebih berjiwa besar menerima nasib di pilih sebagai kaum marjinal dengan ikhlas daripada orang-orang yang bersuara tentang nama mereka tapi tak pernah ikhlas mengalami kekalahan.

wah-wah kq jadi bahas politik,

oia, saya lupa beberapa waktu yang lalu banyak teman-teman yang mengajak bertukar link, tapi karena kemarin saya sedang lumayan padat jadwalnya jadi maaf lum sempet merespon,

nah itu di bawah gubuk tetangga ada beberapa link teman-teman, jika ada yang merasa linknya belum tercantum silahkan tulis di coment di bawah nanti saya cantumkan,

oceh.......

PENTING ada yang tahu cara mengelola web yang menggunakan hosting CPanel versi lama ???
kalo ada yang bisa tolongin yaw.....


mari menjalin persahabatan
dengan cinta
menggeser tapal batas dunia,
Read More...

Selasa, 31 Maret 2009

pendakian merapi

27 comments




















Read More...

Senin, 02 Maret 2009

Menjelaskan Politik pada anak-anak

74 comments
Ada seorang anak SD mendapat tugas dai gurunya, tugsnya adalah "Jelaskan apa itu politik...?" karena bingung dia bertanya pada ayahnya, "Papi, apa itu politik...?"

Mendapat pertanyaan itu, si ayah juga bingung, bagaimana caranya menjelaskan politik pada anak berumur 7 tahun. Akhirnya si ayah mendapat ide, dan dia berkata, "politik itu ibarat rumah tangga, sebagai contoh, rumah kita." melihat anaknya bingung, si ayah mencoba menjelaskannya. "Ayah, sebagai kepala rumah tangga, memimpin anggota rumah ini, dan bekerja mencari nafkah untuk keluarga, maka bisa disebut sebagai pemimpin pemerintahan. Ibu, sebagai ibu rumah tangga, yang tugasnya mengurus rumah dan mengatur anggaran belanja kita, dan melayani semua kebutuhan kamu, maka di sebut sebagai wakil rakyat. Kamu, kata si ayah pada anaknya, karena semua kebutuhan kamu disediakan oleh ibu maka kamu disebut sebagai rakyat. baby-sister, yang menjaga kamu dan adik kamu, karena dia bekerja pada kita, maka kita sebut sebagai kaum pekerja. Dan adik kamu yang masih bayi itu, kita sebut sebagai masa depan."

Mendengar penjelasan itu, si anak jadi semakin bingung, dan si ayah bisa memahami hal itu, dan berkata, "Begini, sekarang kamu pergi tidur, kamu pikirkan apa yang papi jelaskan tadi sebelum kamu tidur..." dan si anak pun mengikuti permintaan ayahnya itu.

Tengah malam si anak terbangun dari tidurnya, karena dia mendengar adiknya menangis, dan dia pergi ke kamar adiknya, lalu menemukan adiknya dengan popok penuh kotoran, kemudian dia pergi ke kamar orang tuanya dan menemukan ibunya sedang tidur lelap.

Dia tidak ingin membangunkan ibunya, lalu dia pergi ke kamar baby-sisternya, sebelum dia mengetuk pintu kamar baby-sisternya itu, dia mendengar ada suara-suara. kemudian dia mengintip melalui lubang kunci, ternyata dia melihat ayahnya berada di dalam kamar bersama baby-sisternya, karena dia takut ketahuan ayahnya, diam-diam dia kembali ke kamarnya dan kembali tidur.

keesokan harinya ketika sedang sarapan, si ayah berkata kepada anaknya, "Bagaimana, sudah kau pikirkan apa itu politik ?, sekarang coba kamu jelaskan dengan kalimat kamu sendiri !"

Dan si anak pun dengan bangganya berkata, "POLITIK ITU ADALAH SUATU KEADAAN, DI MANA PEMIMPIN PEMERINTAHAN MEMERAS KAUM PEKERJA, WAKIL RAKYAT TIDAK TAHU, RAKYAT TAK BERDAYA DAN MEMBIARKANNYA, DAN MASA DEPAN PENUH DENGAN KOTORAN."
Read More...

Minggu, 01 Februari 2009

Makna Sebuah Gelar

50 comments
Di Indonesia makna sebuah gelar seperti menjadi sebuah kewajiban yang harus menempel pada sebuah "do'a" yang telah diberika orang tua ketika anak manusia lahir. Gelar adalah sebuah kewajiban bagi mereka yang memiliki jabatan atau seorang berharta yang ingin kelihatan lebih terhormat, bagi mereka yang tak sempat mempunyai gelar tentu mereka akan membelinya. Gelar adalah label yang tidak boleh tidak harus di sebutkan atau di tuliskan mengikuti nama lahir di setiap situasi dan kondisi, karena itu bisa menunjukan "kasta" seseorang dalam masayarakat dan lingkungannya. Melihat kondisi sekarang ini hampir setiap institusi baik itu pendidikan maupun bukan dengan senang hati akan memberikan gelar kepada seseorang, dan dapat diyakini gelar itu tidaklah "gratis". Kita melihat hampir semua caleg, pejabat dan tokoh masyarakat dipastikan memiliki gelar, dari gelar berbau keagamaan seperti "HAJI" sampai gelar prestisius di bidang pendidikan seperti "PROFESOR".

Tetangga saya pernah bilang, bahwa gelar itu mahal dan tak ada gelar yang gratis, dan banyak orang tak rela jika sudah mengeluarkan uang banyak tapi berakhir tanpa gelar.

beberapa gelar yang begitu laris manis di tanah ibu pertiwi ini yaitu gelar "HAJI", mungkin hampir 97% orang-orang yang pernah naik haji di Indonesia akan menempelkan huruf "H" di depan namanya, dan akan tersinggung jika "label" itu tak di sebutkan ketika menyebutkan nama sang pak haji.
kenapa orang begitu tak rela jika sudah pernah naik haji tapi orang tak menyebutnya pak haji ???
jawabannya sederhana, karena haji itu mahal, ini masuk akal karena biaya berangkat naik haji di indonesia adalah yang PALING MAHAL di dunia. jadi "gelar haji itu mahal". sehingga di pedesaan pak haji bukan hanya seorang yang ilmu agamanya tinggi tapi juga menandakan orang itu termasuk berharta. padahal gelar haji tak pernah mencerminkan tingkat keimanan seseorang, gelar itu seperti sebuh gelar "pasaran" sehingga seorang bupati, gubernur, bahkan presiden pun, menempelkanhuruf "H" d depan namanya. pertanyaannya adalah, adakah seseorang yang pernah haji tak mau di panggil "pak haji"....???? perlu di catatat gelar ini HANYA ada di indonesia.

Gelar lain yang banyak di sandang di Indonesia adalah gelar dari bidang akademis, seperti prof, DR, SPd, dr, dll.....
dulu sebelum milenium gelar di bidang akademis lebih singkat seperti "Drs" mencerminkan keilmuan teori atau "Ir" yang mencerminkan teknik. Label ini biasanya di letakan di depan nama. Tapi gelar ini banyak di gugat karena tidak mencerminkan kemampuan seseorang di bidangnya. sehingga muncul banyak gelar yang di keluarkan berbagai disiplin ilmu tertentu di kampus, seperti "SH" untuk sarjana hukum, "Ssi" untuk yang berhubungan ilmu pengetahuan.
Anehnya dalam masalah gelar inipun salah dalam penulisan, coba lihat kenjangan "Ssi" sarjana science, saya yakin sebodoh-bodohnya orang tau itu gabungan 2 bahasa, kenapa tidak Sip (sarjana ilmu pengetahuan), orang itu ingin kelihatan internasonal, padahal terlihat rancu dari tata bahasa.
sehingga banyak pelesetan untuk gelar gelar akademis seperti Ssi (sarjana sok intelek), Spd (sarjana pak d(g)uru), atau Amd (ahli manipulasi data).

semakin tinggi gelar maka akan semakin banyak pula label yang menempel di namanya, sehingga terlihat lebih panjang geelar daripada namanya, contohnya rektor tempat saya kuliah itu bernama Prof Ir Sudjarwadi MEng PhD (UGM), atau nama Prof.Dr.Mochtar Kusumaatmadja, S.H.,LL.M. (Emeritus) pengajar di unpad.

tapi biarlah orang bahagia dengan gelar yang di miliki atau yang tengah di kejarnya.

saya mungkin termasuk anak manusia yang tengah mengejar gelar, sehingga saya kadang lupa apa yang sedang saya cari gelar atau ilmu.

yang masih membuat saya penasaran, adakah dari para pemilik gelar prestisius itu menghayati falsafah ilmu padi, adakah profesor atau KH, rela di tuliskan namanya tanpa embel-embel gelar ???
Read More...

Jumat, 09 Januari 2009

Apakah Tahun Cahaya Itu...?????

40 comments
Tahun cahaya adalah cara mengukur jarak. Sebenarnya devinisi ini aneh karena tahun cahaya memuat kata tahun yang biasanya digunakan untuk sataun waktu. Walaupun begitu, tahun cahaya digunakan untuk mengukur jarak.

Kita biasanya menggunakan ukuran inchi/kaki/mil/atau centimeter/meter/kilometer untuk mengukur jarak. Hali itu tergantung dimanakita bertempat tinggal. Kita tahu panjang satu meter, satu kilometer, satu mil, atau satu inchi, karena kita sudah terbiasa dan sering menggunakannya. Hal ini menarik karena menambah pengetahuan manusia tentang jarak.



Karena para astronom menggunakan teleskop untuk melihat bintang-bintang, persoalan menjadi lain karena jaraknya sangat jauh. Sebagai contoh bintang trdekat dari bumi (selain matahari kita) kira-kira 24.000.000.000.000mil atau 39.000.000.000.000 km. Bintang ini adalah bintang yang terdekat. Bebearpa bintang yanglain bermiliyar-miliyar kali lebih jauh. Ketika kita mulai berbicara tentang jarak yang jauh,mil atau kilometer bukanmerupakan satuan jarak yang praktis untuk digunakan karena angka-angkanya sangat besar. Tidak seorangpun ingin menulis atu berbicara tentang angka-angka yang terdiri atas 20 angka.

Jadi, untuk mengukur jarak yang sangat jauh, orang menggunakan kesatuan yang disebut tahun cahaya. Cahaya melaju pada kecepatan 186.000 mil per detik atau 300.000 km per detik. Untuk itu satu detik cahaya sama dengan 186.000 mil atau 300.000 km. Tahun cahaya adalah jarak yang di tempuh cahaya dalam satu tahun atau :

300.000 km/deik X 60 detik/menit X 60menit/jam X 24 jam/hari X 365 hari/tahun = 9.460.800.000.000 km/tahun.

Satu tahun cahay sama dengan 9.460.800.000.000 km atau 5.865.696.000.000. Jarak yang sangat jauh ! Menggunakan satu tahun cahaya sebagai pengukur jarak memiliki keuntungan yang lain, yaitu membantu menentukanusia. Misalnya, satu bintang jaraknya 1 juta tahun cahaya, berarti cahaya dari bintang telah berjalan dengan kecepatan cahaya untuk mencapai kita. Untuk itu, cahaya bintang membutuhkan satu juta tahun untuk sampai ke sini, dan cahaya yang kita lihat adalah cahaya yang diciptakan bintang satu juta tahun yang lalu. Jadi, bintang yang kita lihat pada saat ini adalah bentuk bintang 1 juta tahun yang lalu, bukan bentuk bintang pada saat ini. Denag cara yang sama,kira-kira matahari 8 menit cahaya jauhnya. Jika matahari tiba-tiba meledak pada saat ini, kita tidak akan mengetahuinya selama 8 menit karena itu adalah waktu yang diperlukan sinar ledakan untik sampai di sini.

Nanodetik cahay adalah jarak yang ditempuh cahaya selama sepermiliyar detik, yaitu kira-kira 30 centimeter. Radar menggunakan cara ini untukmengukur seberapa jauh suatu benda seperti pesawat. Antene radar mengirimkan getaran radio pendek, kemudian menmunggu gema pesawat tersebut atau objek yang lain. Sementara menunggu, radar menghitung jumlah nanodetik yang lewat. Gelombang radio berjalan pada kecepatan cahaya. Jadi, jumlah nanodetik yang di bagi 2 memberitahukan unit radar seberapa jauh jarak suatu objek.
Read More...

Jumat, 02 Januari 2009

menengok tahun 2008 & 1429, menatap 2009 & 1430

40 comments
melihat kebelakang ternyata begitu menyakitkan, mencoba untuk mengenang masa-masa di mana saya begitu bangga dengan apa yang saya capai. menjadi merasa begitu terhormat ketika memasuki tahun 2008 dengan segudang harapan yang dipikul dan ratusan tujuan hidup yang beredar dalam otak walau sebatas mimpi.

mencoba melihat sisi negatif dari sebuah permasalahan selalu menimbulkan keteganagn berlebih, dan ketika menatap sisi positifnya yang di peroleh adalah sebuah rasa acuh dalam sebuah perkara.

2008 seperti sebuah perode terburuk dalam rantai perjalanan hidupku,

hampir tak ada suatu perbuatan yang dapat aku banggakan pada siapapun, bahkan aku tidak bisa membanggakan diriku di depan kecoak yang berkelairan di kamarku.

apalagi sebuah kebanggaan yang dapat aku pamerkan di depan keluarga terutama kedua orang tuaku,,,,

aku seperti mengkhianati kepercayaan 2 orang yang paling kucintai yaitu ayah dan ibuku, dua orang yang selalu mempercayaiku bahkan ketika beliau berdua tahu semua perbuatanku yang tak patuh, orang tuaku selalu memberi apa yang aku minta tapi aku bahkan tak pernah bisa membuat mereka tersenym bangga padaku.

rentetan hari yang sudah terlalui di tahun yang lampau hanya menyisakan kepediah hati, aku harus membayarnya........

tapi dengan apa...????

aku bahkan tak memiliki apapun....

no one,,,,

aku harap aku bisa melupakan kebodohanku di tahun lalu, mencoba untuk lebih baik....

lebih baik...?!?!?

apanya yang lebih baik...????

bahkan aku tak tahu apa yang harus di perbaiki,,,,
aku mungkin orang bodoh yang tak tahu dirinya bodoh,....

tak memiliki plan yang harus akau kerjakan
tak memiliki visi apa yang akan aku dahulukan
untuk di perbaiki......

manusia apa aku ini......????

ada 2 perbuatan yang sangat aku sesali di tahun lalu
pertama, aku telah berjanji uktuk berubah tapi aku tak pernah berubah menjadi lebih baik bahkan menjadi semakin memburuk
kedua, aku tahu apa yang aku lakukan salah tapi aku selalu melakukan perbautan tersebut tanpa rasa bersalah

pak, bu.... maafkan anakmu yang tak pernah bisa membuatmu bangga
adiku.... maafkan kakak yang selalu membuatmu sedih

sahabat.... maafkan diriku yang selalu membuat kalian susah

Tuhan maafkan hambamu yang tak pernah mengingatmu.....

selamat tahun baru,
semoga tahun ini menjadi pondasi hidupku di masa datang
Read More...