Rabu, 2009 April 15

salam semua

haduh capeknya, seminggu ujian pusing, ga ada yang bisa padahal belum belajar....
belum lagi proyek bikin film buat memperingati hari bumi eh di tambah tugas dari BEM KM buat listing jaringan sama ngurusin web belum beres, dan lain-lain yang bikin ga bsa tidur padahal urusan kampus seperi laporan sama tugas aja masih terbengkalai....hufh..
postingan kali ini ga akan membahas masalah yang rumit atau berbagi ilmu dan esai, tapi karena pingin enjoy,,,,

saya mengajak teman-teman blogger untuk berdoa demi kedamaian indonesia yang semakin kisruh, dulu para politikus itu rame-rame berbicara atas nama rakyat atau wong cilik atau atas nama bangsa, dan sampai sekarang saya masih bingung rakyat yang mana yang mereka bela tau bangsa siapa yang sedang di bicarakan atau mungkin hak siapa yang sedang mereka bela ? hak rakyat untuk memilih atau hak mereka untuk di pilih ???
"
siapa itu wong cilik ?
tukang sapu jalanan, petani, nelayan, tukang tambal ban, buruh, tukang cukur, kuli bangunan atau siapa ?
mereka yang di angga wong cilik bagi saya adalah orang besar yang menjalani hidup dengan penuh ketabahan, mereka lebih berjiwa besar menerima nasib di pilih sebagai kaum marjinal dengan ikhlas daripada orang-orang yang bersuara tentang nama mereka tapi tak pernah ikhlas mengalami kekalahan.

wah-wah kq jadi bahas politik,

oia, saya lupa beberapa waktu yang lalu banyak teman-teman yang mengajak bertukar link, tapi karena kemarin saya sedang lumayan padat jadwalnya jadi maaf lum sempet merespon,

nah itu di bawah gubuk tetangga ada beberapa link teman-teman, jika ada yang merasa linknya belum tercantum silahkan tulis di coment di bawah nanti saya cantumkan,

oceh.......

PENTING ada yang tahu cara mengelola web yang menggunakan hosting CPanel versi lama ???
kalo ada yang bisa tolongin yaw.....


mari menjalin persahabatan
dengan cinta
menggeser tapal batas dunia,
telisik lebih dalam...

Selasa, 2009 Maret 31

pendakian merapi













telisik lebih dalam...

Senin, 2009 Maret 02

Menjelaskan Politik pada anak-anak

Ada seorang anak SD mendapat tugas dai gurunya, tugsnya adalah "Jelaskan apa itu politik...?" karena bingung dia bertanya pada ayahnya, "Papi, apa itu politik...?"

Mendapat pertanyaan itu, si ayah juga bingung, bagaimana caranya menjelaskan politik pada anak berumur 7 tahun. Akhirnya si ayah mendapat ide, dan dia berkata, "politik itu ibarat rumah tangga, sebagai contoh, rumah kita." melihat anaknya bingung, si ayah mencoba menjelaskannya. "Ayah, sebagai kepala rumah tangga, memimpin anggota rumah ini, dan bekerja mencari nafkah untuk keluarga, maka bisa disebut sebagai pemimpin pemerintahan. Ibu, sebagai ibu rumah tangga, yang tugasnya mengurus rumah dan mengatur anggaran belanja kita, dan melayani semua kebutuhan kamu, maka di sebut sebagai wakil rakyat. Kamu, kata si ayah pada anaknya, karena semua kebutuhan kamu disediakan oleh ibu maka kamu disebut sebagai rakyat. baby-sister, yang menjaga kamu dan adik kamu, karena dia bekerja pada kita, maka kita sebut sebagai kaum pekerja. Dan adik kamu yang masih bayi itu, kita sebut sebagai masa depan."

Mendengar penjelasan itu, si anak jadi semakin bingung, dan si ayah bisa memahami hal itu, dan berkata, "Begini, sekarang kamu pergi tidur, kamu pikirkan apa yang papi jelaskan tadi sebelum kamu tidur..." dan si anak pun mengikuti permintaan ayahnya itu.

Tengah malam si anak terbangun dari tidurnya, karena dia mendengar adiknya menangis, dan dia pergi ke kamar adiknya, lalu menemukan adiknya dengan popok penuh kotoran, kemudian dia pergi ke kamar orang tuanya dan menemukan ibunya sedang tidur lelap.

Dia tidak ingin membangunkan ibunya, lalu dia pergi ke kamar baby-sisternya, sebelum dia mengetuk pintu kamar baby-sisternya itu, dia mendengar ada suara-suara. kemudian dia mengintip melalui lubang kunci, ternyata dia melihat ayahnya berada di dalam kamar bersama baby-sisternya, karena dia takut ketahuan ayahnya, diam-diam dia kembali ke kamarnya dan kembali tidur.

keesokan harinya ketika sedang sarapan, si ayah berkata kepada anaknya, "Bagaimana, sudah kau pikirkan apa itu politik ?, sekarang coba kamu jelaskan dengan kalimat kamu sendiri !"

Dan si anak pun dengan bangganya berkata, "POLITIK ITU ADALAH SUATU KEADAAN, DI MANA PEMIMPIN PEMERINTAHAN MEMERAS KAUM PEKERJA, WAKIL RAKYAT TIDAK TAHU, RAKYAT TAK BERDAYA DAN MEMBIARKANNYA, DAN MASA DEPAN PENUH DENGAN KOTORAN."
telisik lebih dalam...

Minggu, 2009 Februari 01

Makna Sebuah Gelar

Di Indonesia makna sebuah gelar seperti menjadi sebuah kewajiban yang harus menempel pada sebuah "do'a" yang telah diberika orang tua ketika anak manusia lahir. Gelar adalah sebuah kewajiban bagi mereka yang memiliki jabatan atau seorang berharta yang ingin kelihatan lebih terhormat, bagi mereka yang tak sempat mempunyai gelar tentu mereka akan membelinya. Gelar adalah label yang tidak boleh tidak harus di sebutkan atau di tuliskan mengikuti nama lahir di setiap situasi dan kondisi, karena itu bisa menunjukan "kasta" seseorang dalam masayarakat dan lingkungannya. Melihat kondisi sekarang ini hampir setiap institusi baik itu pendidikan maupun bukan dengan senang hati akan memberikan gelar kepada seseorang, dan dapat diyakini gelar itu tidaklah "gratis". Kita melihat hampir semua caleg, pejabat dan tokoh masyarakat dipastikan memiliki gelar, dari gelar berbau keagamaan seperti "HAJI" sampai gelar prestisius di bidang pendidikan seperti "PROFESOR".

Tetangga saya pernah bilang, bahwa gelar itu mahal dan tak ada gelar yang gratis, dan banyak orang tak rela jika sudah mengeluarkan uang banyak tapi berakhir tanpa gelar.

beberapa gelar yang begitu laris manis di tanah ibu pertiwi ini yaitu gelar "HAJI", mungkin hampir 97% orang-orang yang pernah naik haji di Indonesia akan menempelkan huruf "H" di depan namanya, dan akan tersinggung jika "label" itu tak di sebutkan ketika menyebutkan nama sang pak haji.
kenapa orang begitu tak rela jika sudah pernah naik haji tapi orang tak menyebutnya pak haji ???
jawabannya sederhana, karena haji itu mahal, ini masuk akal karena biaya berangkat naik haji di indonesia adalah yang PALING MAHAL di dunia. jadi "gelar haji itu mahal". sehingga di pedesaan pak haji bukan hanya seorang yang ilmu agamanya tinggi tapi juga menandakan orang itu termasuk berharta. padahal gelar haji tak pernah mencerminkan tingkat keimanan seseorang, gelar itu seperti sebuh gelar "pasaran" sehingga seorang bupati, gubernur, bahkan presiden pun, menempelkanhuruf "H" d depan namanya. pertanyaannya adalah, adakah seseorang yang pernah haji tak mau di panggil "pak haji"....???? perlu di catatat gelar ini HANYA ada di indonesia.

Gelar lain yang banyak di sandang di Indonesia adalah gelar dari bidang akademis, seperti prof, DR, SPd, dr, dll.....
dulu sebelum milenium gelar di bidang akademis lebih singkat seperti "Drs" mencerminkan keilmuan teori atau "Ir" yang mencerminkan teknik. Label ini biasanya di letakan di depan nama. Tapi gelar ini banyak di gugat karena tidak mencerminkan kemampuan seseorang di bidangnya. sehingga muncul banyak gelar yang di keluarkan berbagai disiplin ilmu tertentu di kampus, seperti "SH" untuk sarjana hukum, "Ssi" untuk yang berhubungan ilmu pengetahuan.
Anehnya dalam masalah gelar inipun salah dalam penulisan, coba lihat kenjangan "Ssi" sarjana science, saya yakin sebodoh-bodohnya orang tau itu gabungan 2 bahasa, kenapa tidak Sip (sarjana ilmu pengetahuan), orang itu ingin kelihatan internasonal, padahal terlihat rancu dari tata bahasa.
sehingga banyak pelesetan untuk gelar gelar akademis seperti Ssi (sarjana sok intelek), Spd (sarjana pak d(g)uru), atau Amd (ahli manipulasi data).

semakin tinggi gelar maka akan semakin banyak pula label yang menempel di namanya, sehingga terlihat lebih panjang geelar daripada namanya, contohnya rektor tempat saya kuliah itu bernama Prof Ir Sudjarwadi MEng PhD (UGM), atau nama Prof.Dr.Mochtar Kusumaatmadja, S.H.,LL.M. (Emeritus) pengajar di unpad.

tapi biarlah orang bahagia dengan gelar yang di miliki atau yang tengah di kejarnya.

saya mungkin termasuk anak manusia yang tengah mengejar gelar, sehingga saya kadang lupa apa yang sedang saya cari gelar atau ilmu.

yang masih membuat saya penasaran, adakah dari para pemilik gelar prestisius itu menghayati falsafah ilmu padi, adakah profesor atau KH, rela di tuliskan namanya tanpa embel-embel gelar ???
telisik lebih dalam...

Jumat, 2009 Januari 09

Apakah Tahun Cahaya Itu...?????

Tahun cahaya adalah cara mengukur jarak. Sebenarnya devinisi ini aneh karena tahun cahaya memuat kata tahun yang biasanya digunakan untuk sataun waktu. Walaupun begitu, tahun cahaya digunakan untuk mengukur jarak.

Kita biasanya menggunakan ukuran inchi/kaki/mil/atau centimeter/meter/kilometer untuk mengukur jarak. Hali itu tergantung dimanakita bertempat tinggal. Kita tahu panjang satu meter, satu kilometer, satu mil, atau satu inchi, karena kita sudah terbiasa dan sering menggunakannya. Hal ini menarik karena menambah pengetahuan manusia tentang jarak.



Karena para astronom menggunakan teleskop untuk melihat bintang-bintang, persoalan menjadi lain karena jaraknya sangat jauh. Sebagai contoh bintang trdekat dari bumi (selain matahari kita) kira-kira 24.000.000.000.000mil atau 39.000.000.000.000 km. Bintang ini adalah bintang yang terdekat. Bebearpa bintang yanglain bermiliyar-miliyar kali lebih jauh. Ketika kita mulai berbicara tentang jarak yang jauh,mil atau kilometer bukanmerupakan satuan jarak yang praktis untuk digunakan karena angka-angkanya sangat besar. Tidak seorangpun ingin menulis atu berbicara tentang angka-angka yang terdiri atas 20 angka.

Jadi, untuk mengukur jarak yang sangat jauh, orang menggunakan kesatuan yang disebut tahun cahaya. Cahaya melaju pada kecepatan 186.000 mil per detik atau 300.000 km per detik. Untuk itu satu detik cahaya sama dengan 186.000 mil atau 300.000 km. Tahun cahaya adalah jarak yang di tempuh cahaya dalam satu tahun atau :

300.000 km/deik X 60 detik/menit X 60menit/jam X 24 jam/hari X 365 hari/tahun = 9.460.800.000.000 km/tahun.

Satu tahun cahay sama dengan 9.460.800.000.000 km atau 5.865.696.000.000. Jarak yang sangat jauh ! Menggunakan satu tahun cahaya sebagai pengukur jarak memiliki keuntungan yang lain, yaitu membantu menentukanusia. Misalnya, satu bintang jaraknya 1 juta tahun cahaya, berarti cahaya dari bintang telah berjalan dengan kecepatan cahaya untuk mencapai kita. Untuk itu, cahaya bintang membutuhkan satu juta tahun untuk sampai ke sini, dan cahaya yang kita lihat adalah cahaya yang diciptakan bintang satu juta tahun yang lalu. Jadi, bintang yang kita lihat pada saat ini adalah bentuk bintang 1 juta tahun yang lalu, bukan bentuk bintang pada saat ini. Denag cara yang sama,kira-kira matahari 8 menit cahaya jauhnya. Jika matahari tiba-tiba meledak pada saat ini, kita tidak akan mengetahuinya selama 8 menit karena itu adalah waktu yang diperlukan sinar ledakan untik sampai di sini.

Nanodetik cahay adalah jarak yang ditempuh cahaya selama sepermiliyar detik, yaitu kira-kira 30 centimeter. Radar menggunakan cara ini untukmengukur seberapa jauh suatu benda seperti pesawat. Antene radar mengirimkan getaran radio pendek, kemudian menmunggu gema pesawat tersebut atau objek yang lain. Sementara menunggu, radar menghitung jumlah nanodetik yang lewat. Gelombang radio berjalan pada kecepatan cahaya. Jadi, jumlah nanodetik yang di bagi 2 memberitahukan unit radar seberapa jauh jarak suatu objek.
telisik lebih dalam...

Jumat, 2009 Januari 02

menengok tahun 2008 & 1429, menatap 2009 & 1430

melihat kebelakang ternyata begitu menyakitkan, mencoba untuk mengenang masa-masa di mana saya begitu bangga dengan apa yang saya capai. menjadi merasa begitu terhormat ketika memasuki tahun 2008 dengan segudang harapan yang dipikul dan ratusan tujuan hidup yang beredar dalam otak walau sebatas mimpi.

mencoba melihat sisi negatif dari sebuah permasalahan selalu menimbulkan keteganagn berlebih, dan ketika menatap sisi positifnya yang di peroleh adalah sebuah rasa acuh dalam sebuah perkara.

2008 seperti sebuah perode terburuk dalam rantai perjalanan hidupku,

hampir tak ada suatu perbuatan yang dapat aku banggakan pada siapapun, bahkan aku tidak bisa membanggakan diriku di depan kecoak yang berkelairan di kamarku.

apalagi sebuah kebanggaan yang dapat aku pamerkan di depan keluarga terutama kedua orang tuaku,,,,

aku seperti mengkhianati kepercayaan 2 orang yang paling kucintai yaitu ayah dan ibuku, dua orang yang selalu mempercayaiku bahkan ketika beliau berdua tahu semua perbuatanku yang tak patuh, orang tuaku selalu memberi apa yang aku minta tapi aku bahkan tak pernah bisa membuat mereka tersenym bangga padaku.

rentetan hari yang sudah terlalui di tahun yang lampau hanya menyisakan kepediah hati, aku harus membayarnya........

tapi dengan apa...????

aku bahkan tak memiliki apapun....

no one,,,,

aku harap aku bisa melupakan kebodohanku di tahun lalu, mencoba untuk lebih baik....

lebih baik...?!?!?

apanya yang lebih baik...????

bahkan aku tak tahu apa yang harus di perbaiki,,,,
aku mungkin orang bodoh yang tak tahu dirinya bodoh,....

tak memiliki plan yang harus akau kerjakan
tak memiliki visi apa yang akan aku dahulukan
untuk di perbaiki......

manusia apa aku ini......????

ada 2 perbuatan yang sangat aku sesali di tahun lalu
pertama, aku telah berjanji uktuk berubah tapi aku tak pernah berubah menjadi lebih baik bahkan menjadi semakin memburuk
kedua, aku tahu apa yang aku lakukan salah tapi aku selalu melakukan perbautan tersebut tanpa rasa bersalah

pak, bu.... maafkan anakmu yang tak pernah bisa membuatmu bangga
adiku.... maafkan kakak yang selalu membuatmu sedih

sahabat.... maafkan diriku yang selalu membuat kalian susah

Tuhan maafkan hambamu yang tak pernah mengingatmu.....

selamat tahun baru,
semoga tahun ini menjadi pondasi hidupku di masa datang
telisik lebih dalam...

Minggu, 2008 Desember 07

Qurban Di Kotaku dan Di Kampungku

Beberapa hari terakhir ini ketika saya mau ataupun pulang dari kampus, banyak sepanduk dan selebaran bertuliskan tentang qurban terpampang di jalan-jalan di jogja terutama di wilayah pemukiman dekat kost-kostan saya. Bukan ucapan selamat Idul Ad'ha yang tertulis pada sepanduk tersebut, tapi sepanduk dari penyedia jasa qurban. Isi sepanduk dan selebaran itu beragam, intinya berisi tentang promosi hewan yang dibuat semenarik mungkin -iklannya tidak kalah menarik di banding promosi caleg-. Tapi yang membuat saya heran dan tidak ada di kampung saya adalah adanya beberapa sepanduk yang tidak hanya menawarkan hewan qurban, tapi pihak penyedia jasa hewan qurban bersedia mengambil uang langsung dari konsumen. mudahnya begini, konsumen tinggal SMS alamat rumahnya, terus sang penyedia hewan kurban siap datang ke rumah konsumen untuk negosiasi. Setelah negosiasi selesai maka orang yang mau berkurban tinggal menyerahkan uang saja, urusan beres. sehingga orang yang akan berkurban tidak tahu atau bahkan mungkin tidak perlu tahu seperti apa hewan kurbannya. Begitu mudahnya urusan Qurban di kota.

Bandingkan dengan di kampung saya,
Di kampung saya tidak ada sistem seperti itu (mungkin karena tidak ada signal tel. seluler), orang yang akan berkurban biasanya membeli hewan kurban untuk Idul Ad'ha dari tetangga yang memiliki mungkin kalau kurang cocok biasanya tetangga saya akan mencari hewan ke pasar di kota. pembeli pun bisa leluasa memilih hewan sesuai dengan keinginannya bukan jual beli buta, tanpa barang. Ketika pagi hari Takbir berkumandang menandakan di akan dimulainya sholat Idul Ad'ha orang yang akan berkurban bersama keluarganya berangka kemasjid dengan membawa hewan qurban masing-masing. Tidak ada rasa malu, bahkan mereka bangga.

Setali tiga uang dengan mudahnya membeli hewan qurban, pembagian hewan kurban juga tidak terlalu memakan banyak waktu, setelah hewan di sembelih dan di potong tak berapa lama para kaum duafa yang harusnya menerima daging qurban, malahan mengambil. Konotasi menerima dan mengambil jelaslah berbeda. Orang mengambil adalah "datang ke-", sedangkan menerima tetap beriam di tempat menunggu ada yang mengantarkan. kalau tidak percaya liat saja di Masjid Istiqlal, orang sampai harus "bertarung" hanya demi seonggok daging, tengok pula beberapa masjid di Jogja, kaum duafalah yang harus berebut.

Ini sungguh bertolak belakang dengan sistem pemabagian hewan qurban di tempat saya, di kampung saya hewan qurban setelah di potong akan dibagikan kerumah-rumah warga oleh panitia sukarela (panitia yg penting pulang dapet kepala atau ceker), yang bertugas membagikan dengan berputar-putar kampung adalah para remaja. Biasanya setelah semuanya beres (menjelang dzuhur jg dah slese), para ukarelawan akan makan bersama dengan segala macam isi perut hewan qurban (usus dkk) yang telah di masak oleh para ibu-ibu. setelah dzuhur mereka mulai membereskan dan membersihkan tempat yang tadi digunakan.

Sebenarnya kehidupan didesa sangat menyenangkan, apalagi ketika akan bahkan pada saat ada acara besar, baik itu hari raya agama atau hari kemerdekaan, suasana desa saya selalu semarak bukan hanya pada saat kegiatan tapi juga pra kegiatan karena warga bergotong royong secara sukarela. Hal yang tak pernah saya lihat ketika saya menjadi siswa SMA di PWT dan apalagi ketika "jabatan" saya sudah meningkat menjadi mahasiswa di Jogja.

apakah benar, hidup di kota itu sulit, saya pikir mungkin terlalu mudah....
tapi kemudahan itu bagi saya tak memiliki makna.........
atau boleh saya bilang kemudahan yang hampa.......

telisik lebih dalam...

Jumat, 2008 November 28

Serangan Teroris di Mumbai, India

Waktu pertama denger ada serangan terori di india dari TV saya setengah tak percaya, serangan itu seperti Film Hollywod amerika. Sangat rapih dan terencana, menyerang 10 objek vital di mumbai, India. Diantaranya 2 Hotel ternama Taj hotel dan Oberoi, belum lagi serangan di stasiun tersibuk di Mumbai. Ini nyata bukan Filem karya Bollywood.

saya kira bukan hanya saya yang terkejut, dunia pun terkejut, seperti waktu mendengar tragedi WTC 9/11, yang masih menjadi misteri hingga sekarang. serangan teror yang sangat di khawatirkan terjadi di Indonesia pasca hukuman mati Amrozi CS, justru terjadi di India. memang negara ini salah satu negara yang rentan konflik sosial keagamaan. kenapa india ? india bukanlah pendukung invasi Amerika dan sekutunya ke Timur Tengah. negara yang terkenal dengan tarian inipun bukanlah negara yang senang dengan militer, bahkan negara terbesar di asia selatan ini lebih senang bicara ekonomi dan industri daripada mengomentari masalah keamanan. Kenapa bukan Amerika atau Inggris bahkan Australia yang di serang ???

Memang benar dalam serangan yang berhasil menewaskan 125 (catatan terakhir detik.com) ini mencari warga berpaspor Amerika dan Inggris, tapi yang aneh tuntutan mereka justru tak ada hubungannya dengan kedua negara tersebut, yang menjadi tujuan dari teroris yang menamakan dirinya mujaheed decan ini adalah ketidaksukaan mereka akan prilaku militer india terhadap muslim di wilayah khasmir. jadi menurut konfirmasi terkahir yang saya dengar tujuan mereka bersifat lokal, tapi kembali yang menjadi pertanyaan saya kenapa mereka mengejar pemilik paspor Amerika dan Inggris ??? kenapa bukan pejabat pemerintah india ???

Tindakan yang masuk Teroris ini termasuk sanagt luar biasa dan menakjubkan,bukannya saya memuji apa yang mereka lakukan, justru saya sangat mengecam tindakan para teroris itu. yang menakjubkaan itu maksudnya keberhasilan mereka mengasasai 10 titik vital di mumbai dalam waktu kurang dari 24 jam dan melakukan penyandraan, bukanlah aksi teroris amatir. bahkan dalam berita terakhir yang saya peroleh. Dalam salah satu kontak senjata dengan polisi India mereka berhasil menewaskan 16 polisi india bahkan termasuk kepala khusus divisi anti teror india walalupun pihak teoris harus merelakan 6 anggotanya meregang nyawa.

Yang lebih mencengangkan para teroris itu masih berusia muda sekitar umur 20-30an. Siapa sebenarnya otak dibalik serangan ini ???. India sudah menganggap serangan ini sebagai serangan terhadap negara dan akan memberi balasan setimpal terhadap para teroris. Indeks saham di India turun drastis karena kota pusat perekonomian India tersebut lumpuh total seperti kota mati. tak ada orang berani keluar, semua kegiatan pelayanan umum (kecuali rumah sakit) lumpuh total, kantor pemerintahan tutup, sekolah-sekolah libur. Bahkan tempat lari terakhir yaitu bandara pun lumpuh, tidak ada penerbangan dari dan menuju mumbai.

Di luar itu dukungan terhadap Pemerintah India mengalir begitu deras termasuk Presiden RI yang ikut cengecam serangan tersebut, dukungan dari dunia luar juga di barengi kecaman terhadap para teroris. Bahkan pihak maskapai penerbangan Australia siap memberikan tumpangan gratis bagi para korban. beda dengan Australia negara maniak perang, Amerika malah menyiapkan FBI (pernyataan resmi G.W. Bush), untuk membantu India, yang kemudian di tolak.

Semoga serangan tak berprikemanusiaan itu tidak menjadi inspirasi bagi kelompok lain untuk ikut memperkeruh suasana dunia yang sudah keruh karena badai krisis ekonomi global yang melanda. saya ikut prihatin ata kejadian itu dan semoga parakorban dan keluarga korban di beri ketabahan oleh Yang Maha Kuasa. Amien.....
telisik lebih dalam...

Selasa, 2008 November 25

Cara Membuat Bom

pernahkah anda membayangkan membuat bom itu sangat mudah ???
bahkan anda dapat membuatnya lebih dari 10 kali dalam satu hari...

proses sederahana itu dapat anda lakukan dirumah anda
pertama-tama anda harus menyiapkan bahan-bahan kimia utama seperti oksiogen, yang memiliki kadar nitrogen tinggi, untuk membuatnya lebih canggih andan bisa memperbanyak unsur hidrogen sulfida & merkaptan.Kedua senyawa ini mengandung sulfur belerang.

pertama-tama, kamu makan makanan yang berbau tajam, misal: bangke tikus, ee' kucing (nggak lah!). makan duren, petai, jengkol, dan kawan-kawannya.

kedua, setelah kamu makan itu semua, tiriskan beberapa saat (kurang lebih 2jam).

ketiga, setelah 2jam, di dalam perut kamu akan mengeluarkan reaksi asam yang sangat berbahaya... perut kamu akan bergejolak, itu adalah tanda2 BOM siap dilepaskan.

ke empat, Pilih sasaran target pengeboman. misal : guru kamu, adek kamu, atau pacar kamu (dosa tanggung sendiri).

ke lima, arahkan meriam kamu ke wajah target pengeboman kamu (angkat bokong kamu).

ke enam, Tembakkan dengan sekuat tenaga!! caranya, lepaskan tekanan yang maha dasyat dari perut, dan pusatkan kekuatan ke bokong kamu!

DIJAMIN, target pasti langsung tidur selamanya....
ampuh 100%.

-selamat mencoba-


yang ini serius,,,

Seperti kita ketahui, proses pencernaan dan penyerapan makanan terjadi dalam usus halus. Makanan yang tidak bisa dicerna dan diserap tubuh akan dibuang ke usus besar (kolon). Sisa-sisa makanan yang ada dalam usus besar ini merupakan makanan bagi bakteri penghuni usus. Di dalam usus besar ini pula terjadi proses fermentasi yang antara lain membentuk sejumlah gas.

Mengacu pada proses tersebut, bisa dimaklumi bila jenis makanan yang dikonsumsi menentukan produksi gas dalam usus. Semakin banyak seseorang mengonsumsi jenis makanan yang tidak dapat dicerna, semakin meningkat pula proses fermentasi oleh bakteri. Akibatnya, produksi gas pun mengalami peningkatan. Jenis gas yang diproduksi dalam usus antara lain karbondioksida (CO2), hidrogen (H2) dan metan. Kendati ada pula sumber gas dalam usus yang berasal dari udara luar, seperti nitrogen (N2) dan oksigen (O2). Udara luar ini dapat ikut tertelan akibat aktivitas makan yang tidak benar. Yakni kebiasaan mengunyah permen karet, pemasangan gigi palsu yang kurang tepat, dan sebagainya.

AROMA TAK SEDAP

Pada dasarnya tidak semua kentut mengeluarkan bau tak sedap. Angin yang satu ini bisa menjadi bau akibat adanya proses pembusukan oleh metabolisme bakteri di usus besar. Bau tak sedap yang mungkin timbul bisa juga berupa bau asam akibat mengonsumsi makanan yang tidak sesuai kemampuan organ pencernaannya. Selain itu, makanan berbau tajam, seperti petai, durian nangka dan cempedak juga dapat menyebabkan kentut berbau.

Kentut yang tidak berbau lazimnya terdiri atas 5 komponen gas, yakni gas nitrogen, oksigen, hidrogen, metan dan karbondioksida. Kelima gas inilah yang merupakan porsi terbesar dalam kentut. Sedangkan kentut yang bau umumnya merupakan campuran gas-gas yang berbau, seperti skatol, indol, hidrogen sulfida, dan asam lemak rantai pendek. Gas-gas ini walaupun terdapat dalam jumlah kecil mampu menimbulkan bau yang menusuk hidung.
telisik lebih dalam...

Selasa, 2008 November 18

Suara Hati Iblis

dulu, aku ini makhluk yang paling tinggi derajatnya di sorga. aku lah azazil. aku sangat taat menyembah Tuhan, yang paling taat malah. sampai Tuhan bermaksud menciptakan khalifah di bumi bernama adam. malaekat protes karena katanya makhluk ini hanya akan merusak bumi. apa-apaan malaekat itu, kok berani mempertanyakan keputusan Tuhan. lihatlah aku yang patuh ini, Tuhan itu segalanya... malaekat! jadilah adam dan aku patuh. Tuhan bertitah lain, sujudlah pada adam!!! apa-apaan ini, kepalaku hanya aku tundukkan pada Tuhan! adam bukan Tuhan, lantas aku menolak. karena itu Tuhan memberi aku julukan, iblis. ga ada masalah kalau itu memang kemauan Tuhan. anehnya malaekat nurut saja sujud pada adam??? mikir dong malaekat, bukankah adam itu khalifah di bumi, dan sekarang ini kita di sorga... malaekat! disini aku lah yang paling tinggi derajatnya. Tuhan kemudian memberi instruksi supaya aku masuk ke neraka, aku patuh. aku teringat bahwa adam salah tempat, adam itu khalifah di bumi kok tinggal di sorga. maka aku dengan sepengetahuan Tuhan membuat adam diturunkan ke muka bumi. berhasil. adam ternyata merengek-rengek menolak instruksi Tuhan, masak makhluk seperti itu pantas aku bersujud kepadanya. tidak, tidak sekali pun aku sudi sujud pada makhluk yang berani menolak keputusan Tuhan. aku lantas diperintah menggoda anak-cucu adam sampai kiamat datang, dan aku selalu patuh. anak-cucu adam yang diperintah menyembah Tuhan malah banyak yang ingkar, kafir. apa-apaan manusia itu. wahai anak-cucu adam, tugasku mengajakmu ke neraka dan tugasmu menolak ajakanku. ikuti jejakku, patuhi Tuhan. jangan kafir! khalifah kok kayak githu...


kata-kata di atas bukanlah pembelaan terhadap Iblis, melainkan sebuah sindirin kepada manusia itu sendiri.
telisik lebih dalam...

Ibu, Seperti apa Pria Sejati

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang pria sejati...

Sang Ibu tersenyum dan menjawab... pria Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Pria sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Pria sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah... Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Pria sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Pria sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...

Pria Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

....setelah itu, ia kembali bertanya...

" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tenteng dia..." ia pun mengambil buku itu

"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu
telisik lebih dalam...

Sabtu, 2008 November 15

Pendidikan Moral di Kampus

pernahkah anda berfikir, kenapa pendidikan moral di kampus "hanya" diberikan jatah 4 SKS ??? itupun sudah dibagi dalam dua mata kuliah yaitu pancasila dan agama,,,, (untuk jurusan-jurusan yang umum khususnya eksak).....

bahkan matakuliah itupun hanya sebagai mata kuliah tambahan dan/atau pilihan, padahal jika anda bertanya pada semua orang "pendidikan apa yang paling penting saat ini ?" maka sebagian besar penjawab anak menjawab pendidikan moral. kenapa ? saat ini masalah besar yang sedang dihadapi bangsa ini adalah degradasi moral masyarakatnya, sekarang sebagian orang tidak perlu berfikir halal atau haram, boleh atau tidak, sesuai norma atau melanggar, bagi mereka semua itu tidaklah penting. yang penting kenyang atau tidak , mati atau hidup ???


kembali pada masalah moral dikampus, bahkan mungkin disemua level satuan pendidikan, pendidikan moral atau keagamaan bahkan kalaupun kesemuanya digabung tidak akan menghasilkan 10% dari jumlah keseluruhan matakuliah atau pelajaran (pengecualian untuk sekolah berbasis agama). ada apa sebenarnya dengan pendidikan kita ???

tentu kita tidak usah kaget melihat para pejabat korupsi atau bahkan para kiyai dan seleberiti berlomba untuk jadi politisi supaya bisa mendapatkan kursi. karena toh mereka berjalan dalam satuan pendidikan yang membuncitkan pendidikan moral.

pertanyaan sederhana
mana yang lebih diperlukan ilmu matematika atau ilmu agama ?
maka kita akan menemukan mayoritas jawaban keduanya sama pentingnya karena saling melengkapi atau mungkin akan menjawab ilmu agama karena akan berguna juga untuk akhirat. okelah kita ambil jawabanyang pertama bahwa keduanya penting, maka akan timbul pertanyaan kedua,"kalau keduanya penting kenapa ilmu agama dan ilmu matematika memiliki kuota yang berbeda dalam pengajarannya ???

suatu pertanyaan yang akan membuat depdiknas dan depag,berada dalam kondisi dilema.
menurut anda apa jawaban kedua depertemen tersebut,,,

bahkan hal inipun membuat saya bingung sendiri sebagai mahasiswa....
telisik lebih dalam...

Jumat, 2008 November 14

Jujur, bohong atau tolol

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “man kaana yu’minu billahi wal yaumil aakhir, fal yaqul khairan au liyasmut?” (Barang siapa sudah beriman kepada Allah dan ahri akhir, hendaklah berkata yang baik atau setidaknya diam).

Memang bicara dan diam ada tempatnya masing-masing. Diam pada saat harus bicara, sama buruknya dengan bicara pada saat harus diam. "

Sebaiknya kita memang harus tahu kapan kita mesti diam dan kapan mesti bicara. Kalau tidak, salah-salah bisa celaka. Antara lain karena kita diam pada saat harus bicara, maka kemungkaran pun akan terus berlangsung dan menyebabkan kerusakan negeri yang sangat parah. Namun sebaliknya, seringkali diam justru jauh lebih bermanfaat ketimbang bicara. Bahkan tidak jarang justru menimbulkan bencana, tidak hanya bagi orang yang bersangkutan, tapi juga kepada orang-orang lain. Perkelahian, bahkan peperangan bisa terjadi akibat omongan yang salah.

Dulu, di majelis penguasa yang agung, ketika semua orang yang hadir angkat bicara, dan umumnya memuji-muji sang penguasa, seorang arif yang ikut hadir dalam majelis itu hanya diam saja. Sehingga akhirnya sang penguasa pun bertanya,”Mengapa dari tadi kau diam saja, tidak ikut bicara seperti yang lain ?”

Orang arif itu menjawab,”Aku dari tadi diam, karena sedang mempertimbangkan dua hal yang sama-sama berat. Apakah aku akan bicara bohong seperti mereka untuk menyenangkan anda, atau bicara jujur dan membahayakan diri saya sendiri.”

Orang bijak menasehati kita, kalau kita akan bicara sebaiknya difikirkan dulu, agar bicara kita tidak menimbulkan hal-hal yang negatif. Tapi orang tolol biasanya malas berfikir, karena itu lebih dianjurkan untuk diam saja.
telisik lebih dalam...

Ustadz Pimpin Upacara

Ada seorang Ustadz yang juga pengurus Syuriyah NU menjadi komandan upacara. upacara kemerdekaan 17 agustus.sebagaimana biasa, setiap awal upacara dilakukan pasti ada prosesi pelaporan kesiapan peserta upacara kepada inspektur upacara.
Dengan lantang sang ustadz yang menjadi komandan upacara melapor."
"lapor,seluruh peleton dan Kompi siap melaksanakan upacara...!!"lapornya dengan tegas,maklum mantan ketua Ranting Banser di desanya
Laporan itu kontan dijawab inspektur upacara dengan tegas juga
"kerjakan.....!!"
Komandan menyahuti "InsyaAllah...!!"
Inspektur Upacara menyahut "Alhamdulillah"
para peserta upacara dengan kompak menyahuti "Aminnnn.!!"
telisik lebih dalam...

Dakwah dengan Amar Ma'ruf perlukah Nahi Munkar ?

Mungkin bangsa kita adalah bangsa yang –paling tidak termasuk-- paling suka bikin istilah dan sekaligus mengacaukan istilah-istilah. Ada istilah-istilah yang sudah lazim dikacaukan menjadi tidak lazim dan sebaliknya yang tak lazim dilazim-lazimkan. Dan tidak jarang orang mempergunakan istilah tanpa mengerti maknanya, hanya karena ikut-ikutan sesuatu yang sudah populer sebagai istilah. Latah mungkin memang sudah menjadi salah satu perangai bangsa ini."

Kadang-kadang lucu. Ada tiga orang berdebat mengenai politik; yang satu pengertiannya tentang politik adalah A, yang satu mengartikan politik sebagai B, sementara bagi yang satunya lagi, politik ialah C. Maka perdebatan mereka pun ngalor-ngidul (seperti debat kusir yang juga entah dari mana istilah itu berasal) tidak karuan juntrungnya. Begitu juga halnya dengan istilah-istilah populer yang lain seperti agama, Islam, jihad, pemerintah, negara, nasionalis, Yahudi, zeonis, pruralisme, sekuler, liberal, syareat, ulama, teror, dakwah, amar makruf nahi munkar, dsb.

Boleh jadi hal itu --untuk yang suka bikin istilah-- terjadi karena kebiasaan suka pamer dan bergaya. Sedangkan bagi yang latah, mungkin karena kemalasan orang untuk melakukan tahqieq, menengok definisi, atau sekedar merunut maknanya. (Menganggap hal itu tidak penting; karena sejatinya yang penting hanyalah: kehendak dan pendapatnya sendiri). Dan hal seperti itu terus berlangsung, meskipun orang sudah melihat sendiri akibat buruk dari kerancuan istilah tersebut.

Kita ambil contoh dua istilah (saja) yang sudah populer digunakan: dakwah dan amar makruf (wan nahi ‘anil munkar). Kedua istilah ini sama-sama populer dan hampir setiap orang Islam –bahkan juga yang tidak—pernah mengucapkan atau mendengarkannya. Namun umumnya ya hanya mengucapkan dan mendengarkan. Seperti halnya ketika mengucapkan atau mendengarkan istilah politik, misalnya, orang tidak merasa perlu lagi melakukan tahqieq tentang pengertian dakwah dan amar makruf itu. Seolah-olah hal itu sudah ma’lumun fiddiini bidh-dharuurah, sesuatu yang sudah sangat dimengerti maknanya oleh semua orang. Padahal melihat sikap-sikap mereka yang mempergunakan –dan dalam kaitan-- istilah-istilah itu, menunjukkan kepada kita bahwa mereka mempunyai pengertian yang lain-lain.

Bila anda sudi meluangkan waktu, marilah kita coba melakukan tahqieq terhadap kedua istilah itu. Dakwah dan amar makruf itu.

Dakwah, seperti halnya banyak lafal yang berasal dari bahasa Arab, ketika masuk dalam perbendaharaan bahasa kita, mengalami pergeseran-pergeseran makna yang pada gilirannya juga berpengaruh kepada perilaku. Dakwah biasanya diartikan seruan dan propaganda. Dalam bahasa aslinya semula, dakwah mempunyai makna mengajak, memanggil, mengundang, meminta, memohon…Pendek kata makna-makna yang mengandung nuansa ‘halus’ dan ‘santun’. Sebagai istilah, dakwah yang kemudian dianggap sudah jelas maknanya ini, wallahu a’lam bish-shawab, tentunya bermula dari firman Allah seperti dalam Q. 16:125. “Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan mau’idzah hasanah (lafal-lafal yang ditulis miring, seperti diketahui, juga sudah menjadi istilah yang populer di kita) dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik…”

Perhatikanlah; dalam ayat itu perintah ‘Ud’u, Ajaklah tidak disertai maf’ul bih atau objeknya seperti lazimnya fiil muta’addie. Para mufassir, biasanya ‘mengisi’ objeknya dengan an-naas, manusia (Jadi, “Ajaklah manusia ke jalan Tuhanmu …dst”). Saya sendiri menganggap penambahan tafsir dengan objek berupa an-naas, manusia, itu kok tidak perlu. Sebab kata-kata “ke jalan Tuhanmu” sudah cukup menjelaskan siapa yang disuruh Allah ajak. Logikanya tentu –wallahu a’lam—yang diajak adalah mereka yang belum di “jalan Tuhan”. Karena mengajak orang yang belum di jalan Tuhan, maka –lagi-lagi wallahu a’lam—mesti dilakukan dengan hikmah dan mau’idzah hasanah. Kalau pun harus berbantah, mesti dengan cara yang lebih bagus dari lawan berbantah. Dan perintah ini dilaksanakan dengan sangat sempurna oleh Rasulullah saw. Dengan lembut dan penuh kasih, dengan bijaksana dan nasihat yang baik, Rasulullah mengajak mereka yang belum berada di jalan Allah. Bila perlu berbantahan, Rasulullah saw bersikap sangat santun. Hasilnya, dakwah beliau diterima dan orang-orang yang semula belum di jalan Allah pun berbondong-bondong menuju ke dan berjalan di jalanNya. Perintah ini juga dengan baik dilaksanakan oleh penerusnya; termasuk para wali, Wali Songo. (Bila penduduk negeri ini kemudian mayoritas berjalan di jalanNya, pastilah tidak terlepas dari dakwah mereka yang sesuai dengan arahan Quran itu). Bandingkanlah dengan dakwah masa kini yang nota bene hanya lebih kepada mereka yang sebenarnya sudah berada di jalan Allah.

Amar makruf, berbeda dengan dakwah, bukan sekedar ajakan, tapi perintah; sebagaimana nahi adalah larangan, bukan sekedar himbauan. Amar makruf nahi munkar, adalah ciri komunitas kaum beriman (Baca misalnya, Q. 3: 110; 9: 71; dlsb).

Sebagai ciri, ia sama sebanding dengan rahmatan lil ‘aalamien. Artinya –paling tidak menurut pemahaman saya—amar makruf nahi munkar itu tidak lain merupakan manivestasi atau pengejawentahan dari kasih sayang. Mengasihi dan menyayangi maka mengamar-makruf-nahi-munkari. Muslim yang mukmin yang melakukan amar-makruf nahi-munkar, ibarat dokter yang mengobati pasiennya karena ingin menyembuhkan. Dokter yang baik akan berusaha mengenali pasiennya dan mencari cara penyembuhan yang paling meringankan pasiennya. Jika harus memberi obat, sedapat mungkin mencarikan obat yang sesuai dengan pasiennya. Bila si pasien tidak mau disuntik atau tidak harus disuntik, sang dokter akan memberikan obat. Ini pun bila obat itu pahit, dipilihkan yang terbungkus kapsul, agar si pasien tidak merasakan pahitnya. Kalau pun terpaksa harus melakukan operasi, dokter tidak begitu saja membedah pasiennya, namun bermusyawarah dulu dengan keluarga si pasien. Karena dokter mengobati pasien, sebagaimana mukmin yang mengamar-makruf-nahi-munkari saudaranya, didasarkan kepada kasih sayang kemanusiaan. Bukan berdasarkan kebencian.

Mereka yang ber-amar-makruf-nahi(‘anil)munkar oleh dan dengan penuh kebencian, sebagaimana mereka yang berdakwah secara kasar dan provokatif, kiranya perlu meneliti diri mereka lagi. Apakah mereka melakukan itu atas dorongan ghirah keagamaan ataukah atas dorongan nafsu dan kepentingan lain. Atau mereka perlu lebih memperdalam pemahaman terhadap agama mereka, ajaran-ajaran, dan istilah-istilahnya. Jika tidak, disangkanya mendapatkan ridha Allah, alih-alih malah mendapatkan murkaNya. Nau’udzu billah.

sumber : gusmus.net
telisik lebih dalam...

pemilik gubuk

Foto Saya
aziz si anak kost
yogyakarta, D.I Yogyakarta, Indonesia
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas. Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra. Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi. Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit. Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit Mu yang tanpa batas.
Lihat profil lengkapku

sahabat

jika kau jatuh dan terpuruk ingatlah aku, mungkin saja aku bisa mengentaskanmu dari keterpurukan itu. saat kau senang lupakanlah aku, bila kau takut aku akan merusak kebahagiaanmu. sampai kapanpun !!! pembuktian sebuah loyalitas, integritas, kesetiaan, dan pengabdian manusia yang terbuang.
Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates