Kamis, 12 Juni 2014

Ironi Raeni

4 comments
hampir semua portal berita daring sedang hangat memberitakan tentang kisah seorang mahasiswa universitas negeri semarang (UNNES) yang menjadi wisudawati terbaik dengan IPK 3,96, Raeni namanya. sebuah foto yang terpasang di media-media daring tersebut menggambarkan bagaimana Mugiyono sang ayah mendorong becak yang dinaiki Raeni dengan berbalut jilbab. di jagat maya Raeni kemudian dianggap sosok inspiratif, seorang anak dari keluarga tidak mampu dapat berprestasi dan menjadi lulusan terbaik. pemerintah dengan bangga hati kemudian menunjukan tentang kesuksesannya bahwa beasiswa bidikmisi yang dikucurkan menghasilkan sesuatu yang dapat dipamerkan pada khlayak. namun sesungguhnya ketika puja-puji mengalir pada sesosok Raeni negeri ini menyimpan sebuah ironi. ironi bagaimana sesungguhnya pendidikan selalu berpihak pada si kaya.

sebuah kredo yang banyak terdengar "jika anda miskin anda dilarang bodoh, anda harus pintar supaya dapat beasiswa, kalau anda kaya boleh bodoh karena punya uang untuk sekolah". anggapan tersebut bisa saja benar, bahkan mungkin sangat benar. orang-orang seperti keluarga Mugiyono sangat banyak di indonesia, Mugiyono sang tukang becak adalah gambaran lebih dari separuh warga negeri ini yang menghidupi keluarga dari alur nonformal. separuh lebih warga negeri ini berada dalam lingkup keluarga seperti Mugiyono yang begitu mengkhawatirkan biaya pendidikan terus meninggi. tapi berapa persen dari keluarga seperti Mugiyono yang memiliki anak seperti Raeni. jika dalam sebuah diagram ven Mugiyono dan raeni adalah sebuah lingkaran tersendiri, ada berapa luas arsiran saat lingkaran Mugiyono dan lingkaran raeni saling berkaitan.

raeni dan mugiyono (Humas Unnes/Lintang Hakim)
gambaran tentang raeni kemudian menjadi fakta bahwa anda harus pintar dulu kalau mau kuliah. anda harus menjadi raeni terlebih dahulu, harus menjadi pintar dulu kemudian pemerintah akan memberi beasiswa. namun yang kemudian harus dipikirkan tentang generasi indonesia adalah ribuan anak yang mungkin tak memiliki kecerdasan seperti Raeni. bagaimana mereka, anak-anak dari keluarga kurang mampu anak-anak dari lingkup seperti kehidupan Mugiyono tapi memiliki prestasi akademik yang biasa saja atau tidak istimewa.

apakah ada ruang dan kesempatan yang sama, jawabannya jelas tidak. Raeni mengingatkan saya pada kisah orang jujur yang kemudian dibesar-besrkan media. lalu di suatu titik kita menjadi sadar bahwa kejujuran kemudian menjadi barang langka lalu kejujuran seolah dianggap keajaiban sosial. di suatu sisi Raeni adalah sebuah kebanggan sosok inspiratif yang mampu berprestasi dalam situasi penuh keterbatasan. tapi di sisi lain, keberhasilan raeni seolah  menggambarkan betapa mahalnya pendidikan di indonesia sehingga saat "si miskin" berhasil dan sukses maka dianggap sebuah keajaiban luar biasa.

disadari atau tidak, lembaga pendidikan adalah sebuah lembaga bisnis. pertanyaannya kemudian sampai kapan, pendidikan akan terus melambung. bukankah sudah jelas tertulis di prembeule UUD 1945 alenia 4 bahwa cita-cita kemerdekaan dan alasan kenapa pemerintah indonesia dibentuk adalah -salah satunya- untuk "menciptakan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa". yang harus direndungkan sekarang adalah apakah kita benar-benar dekat dengan cita-cita kemerdekaan atau justru semakin menjauh.
Read More...

Jumat, 03 Januari 2014

rupa citra dimata media

2 comments
gubernur jakarta yang selalu membuat tercengang rakyatnya kembali membuat gebrakan baru. kali ini peraturan ringan kalau PNS dan sederet pejabatnya di berbagai tingkat diperintahkan untuk memakai sepeda setiap jumat pertama di awal bulan. hari ini, sang gubernur mengawali pagi dengan gowes dari rumahnya ke balaikota berbalut baju persija bertuliskan DKI 1. sederet wartawan membututinya, ini berita buat mereka. dan berita yang sama jilid kedua akan muncul bulan depan, di hari jumat di minggu pertama. peraturan yang mungkin memancing warga jakarta untuk meninggalkan kendaraan mesin mereka. namun dihari pertamanya, justru program ini dinodai oleh wakil gubernur sendiri, ah memang ada-ada saja jakarta. 

gambar : ajinatha blogspot com
bersepeda ke tempat kerja tidaklah diawali oleh jokowi, komunitas bike to work  sudah memulainya sejak lama. bahkan di jogja secara institusi pemerintahan sang walikota periode lalu sudah mengawalinya. project yang dimulai tahun 2008 oleh walikota saat itu hery zudianto masih terus berjalan hingga kini. gerakan "Sego Segawe" atau "sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe" (sepeda untuk sekolah dan bekerja) kini masih dijalankan oleh masyarakat jogja. 

bukan soal gerakan bersepeda yang ingin saya soroti, tapi bagaimana media membingkainya dalam berita, catat juga ini bukan analisis framing. saya hanya coba menfsirnya saja. apa yang dilakukan oleh hary zudianto dan jokowi sama saja dlam kapasitasnya sebagai pimpinan di sebuah wilayah administrasi. lalu kenapa jokowi lebih bisa menjadi berita nasional, dan kenapa hary tidak?.  jawabannya bukan soal jakarta atau jogja, tapi sosok jokowo yang di bungkus sebagai sosok masa depan penuh gebrakan. 

jokowi hadir sesungguhnya adalah berdasar pada sosok perlawanan akan foke pada awalnya. media yang diisi oleh para kaum muda, generasi jakarta yang bosan dengan ke-kolot-an masa lampau serta menginginkan ada sosok baru memimpin ibukota mulai menetapkan pilihan. dan jokowi adalah tokohnya. jokowi yang di make up oleh media sebagai sosok sempurna pengganti foke jelas semacam aliran bola salju yang terus berputar. semakin membesar. 

kemenangan jokowi di pilkada DKI bukanlah semata-mata kemenangan PDI P, tapi juga kemenangan media. hal yang dikemudian hari justru disesali oleh para pemilik media tersebut. jokowi sebenarnya adalah orang biasa, soal kemampuan negosiasinya yang berhasil memindahkan PKL dari jalanan ke pasar masih saya anggap biasa. jika anda pedagang ilegal kemudian dipindahkan ke tempat legal yang baru, secara pribadi tentu setuju, tinggal bagaimana membuat pindah dengan sukarela. bandingkan proses "penggusuran" yang dilakukan oleh walikota jogja yang memindahkan pedagang hewan dari pasar ngasem di pusat kota ke pasar "PASTY" yang jauh dari keramaian.

mari kita tarik lebih kebelakang bagaimana soekarno dibunuh oleh media yang dikuasai soeharto. lalu bagaimna stabilnya dan "maharaja"nya soeharta ketika media dikuasai. perhatikan saat SBY sang sosok terdzalimi menjadi kesayangan media, karena "media" menggap megawati tukang grosir BUMN. siapa tak kenal soekarno, proklamator, presiden, panglima tertinggi, pencetus pancasila, bisa disingkirkan dan dianggap ternodai PKI serta keberadaannya mengancam ideologi pancasila.

jokowi dalam teori agenda setting bisa saja dianggap sebagai "boneka" media. didandani sedemikian rupa dan setelah mencapai klimax dan membosankan bisa saja disingkirkan. SBY adalah sosok nyata, ingat bagaimana SBY dipuja media dimasa lampau dengan segala pencapaian ekonominya, perdamaian aceh, dan lain sebagainya. kini SBY tak lebih bulan-bulanan media hingga foto istri serta anaknya tak lepas dari sorotan. saatjokowi sudah besar, maka media membutuhkan sosok perlawanan, dan tak akan lama lagi sosok itu segera muncul, mungkin bukan tahun ini atau tahun depan, tapi sosok baru selalu ada.

jika dulu rupa jokowi dicitrakan sebagai sosok perlawanan oleh media, maka kini sosok jokowi justru digunakan untuk mendulang penghasilan oleh media. soekarno mungkin "sial" hidup dimasa media bisa dikontrol pemerintah, tapi jokowi hidup dibanyak media, bisa saja berbagai televisi dan surat kabar yang dikuasai para politisi tak lagi menyanjungnya. tapi media sosial dalam era digital kini akan jadi penentu, sampai kapan sosoknya akan bertahan selalu baik. kita lihat saja bberapa waktu kedepan
Read More...

Senin, 16 Desember 2013

Dibawah Cumbuan Hujan

2 comments

dibawah cumbuan hujan kita berlari-lari kecil seperti kisah seorang ibu mencari air untuk anaknya di antara safa dan marwah. namun kita tidak sedang mencari air, tapi justru menghindari air. tidak ada payung yang kita bawa, kecuali sehelai jaket kain yang kita gunakan bersama. kita saling tertawa kecil, tersenyum simpul diantara tetes air yang jatuh dari ujung-ujung kanopi daun di sekitar halaman menembus parkiran. seperti biasa aku mengantarmu pulang di kala senja datang menyapa.

aku merindukan hal-hal yang tak disengaja diantara kita, ketika kita pertama bertemu secara tak sengaja, atau saat kita berkenalan tanpa suara. seperti hari ini ketika kita pulang bersama, ditemani hujan yang datang menyapa. diatas motor tua sederhana ini kau menemaniku dari belakang, menembus hujan. kita tak pernah kedinginan, kehangatanmu walau tanpa sentuhan jauh lebih nyaman dari pakaian tebal berharga mahal. aku memilih mengantarmu dengan motor tua dimana kita pertama duduk bersama, berdua.

dengan motor tua ini kita menembus hujan, menjejak jalan-jalan kecil yang licin, berkelok diantara labirin-labirin kecil gang perkampungan. tak ada kekhawatairan, kita masih bisa tertawa, tersenyum simpul diantara percakapan yang entah apa, kau tahu aku bahkan tak mampu mengingat sepatah katapun dari perbincangan itu, tapi memoriku masih menyimpan serderhananya senyuman yang terlukis di bibir tipismu. esok hari kita bertemu kembali,untuk tak lelah menembus hujan hingga menantang panas mentari, seperti biasa kita akan melaluinya dengan senyuman, seperti hari ini, sesederhana ini.
Read More...

Minggu, 08 Desember 2013

semoga dengan wajah baru

4 comments
dalam dunia blogging saya mungkin hanyalah amatir. dan belum pantas untuk mengaku blogger, karena memang toh juga tidak ingin menamakan diri blogger. meskipun pernah beberapa kali ikut semacam kopdar. buat saya nulis di blog -gratisan- hanyalah sekedar mengisi waktu luang, atau iseng-iseng saja. saya anggap tempat singgah, itulah alasan memakai domain gubukaziz.blogspot.com . dulu di awal saya juga menamakan blog ini "rumah singgah sederhana" sebelum beberapa waktu lalu saya ubah jadi "Sekedar vandalisme". begitupun dengan tamplate, saya yang cepat bosan ini hobi bergonta-ganti tampilan. maka tak jarang beberapa kawan blogger yang senior mengkritisi saya, kalau ganti tamplate bisa merusak pagerank dan tidak ramah SEO. namun saya tidak peduli. wong cuma iseng kok

"rumah singgah sederhana" telah saya tinggalkan, karena menurut catatan statistik internal, banyak orang mampir ke blog ini karena mencari kata "rumah singgah" di eyang google. dan saya merasa bersalah untuk itu. itu alasan pertama, alasan kedua saya ingin blog ini hanya sekedar rumah singgah, tapi sering ditempati dan dikunjungi oleh saya tentunya. menjadikannya tempat vandalisme membuat saya menciptakan dinding eksprsi saya sendiri tanpa batasan dari orang lain. batasan yang kemudian ada dalam blog saya ciptakan sendiri, meskipun harus tetap patuh pada T&C blogspot sebagai penyedia platform yang saya tunggangi.

kini saya kembali punya tampilan baru, dan judul baru. buat saya yang gampang bosan, sisi baiknya otak terus jalan dan berfikir kreatif tapi di sisi lain labil dan kadang ga konsisten. okelah ga penting itu yang penting punya wajah baru dan kedepan akan terus dilakukan finishing. masih banyak cela disana dan sini. semoga kedepannya blog ini jadi lebih baik, dan sya semakin rajin nulis lagi,,, semoga.. ya semoga... semoga saja.
Read More...

Selasa, 08 Oktober 2013

Mari Menulis Mesum

6 comments

ngeblog berjuta makna | sumber gambar : thefec.org
hari ini saya iseng-iseng di internet. maklum sedang tidak ada ide mau ngapain di depan layar komputer. ada page google yang saya tatap cukup lama dan bingung mau saya ketikan apa di kolom kosong yang bertuliskan "search" hingga ide kotor muncul. mulai saya tulis kata-kata "bokep", "mesum", lalu "tante girang", "cewek indo", dan sederet kata-kata sejenis yang tak perlu disebutkan satu per satu, ya kalian ngerti sendiri lah hehehhe... hingga kemudian tanpa saya sadari sejumlah tab berderet di browser sudah rapat dan menumpuk. beberapa webblog maupun website mulai saya telusuri satu persatu. hingga beberapa diantaranya mengejutkan saya. puluhan (dan mungkin ratusan) foto entah siapa dengan berbusana tertutup (jilbab) hingga yang bugil berkeliaran. entah wajah siapa, dan saya cukup yakin pemilik wajah tak menginginkan fotonya ada di situ.

tentu saya boleh curiga bahwa foto-foto itu diambil secara tidak baik, mungkin bisa dari HP, laptop, atau hardisk bisa jadi, atau apapun bentuknya. atau juga mungkin diambil dari jejaring sosial seperti facebook atau twitter. pengambilan sesuatu tanpa ijin juga sudah merupakan pencurian, apalagi melakukan hal-hal buruk terhadap "barang" tersebut. bayangkan jika foto-foto itu adalah nenek, ibu, kakak, adik, teman, sahabat, atau saudara hingga kenalan kita yang dipermalukan dengan cara tak senonoh. kita mungkin akan marah.

saya mungkin "menikmatinya" beberapa saat, tapi sejurus kemudian masihkah saya bisa tertawa jika gambar yang ada di website teresbut orang yang saya kenal. tentu saja tidak, saya yakin anda atau sispapun tak akan bisa tertawa.

selama bertahun-tahun tiap lembar halaman GOOGLE dan search engine lain dikotori oleh foto-foto yang tak sesnonoh. dan yang paling parah kata-kata baik (baca : keywoard) yang digunakan sungguh sangat tak pantas. jika tak percaya coba cari di google "cewek sma", "mahasiswi", "gadis" dan kata-kata yang seharusnya berkonotasi baik namun berbeda makna dan arti di halaman google. 

sisi lain yang sesungguhnya mengerikan adalah jika adik-adik kita yang masih berusia muda, dan belum pantas untuk menyaksikan hal-hal yang kita anggap tabu. sudah menemukannya di internet. pernahkah terbayang anak-anak usia SD datang ke warnet kemudian mengetika kata-kata "mesum" "bokep" dan kata-kata yang senafas dengan itu semua. atau anak-anak kecil yang dirumah mampu mengaksesnya tanpa sepengetahuan orang tua. sangat mungkin itu semua terjadi.

kita memang tidak bisa menghapus itu semua. kita bisa menyingkirkannya. memperbaiki memang selalu lebih sulit. akan lebih mudah membuang sampah ke sungai daripada kita memungutnya. tapi saya yakin kita bisa melakukannya jika bersama-sama.

seperti di utarakan diatas, kita tak bisa menghapus dan mencabut semua itu dari website. tapi kita bisa menyingkirkannya dihalaman depan google atau search engine lainnya. saya yakin blogger mampu. ada RIBUAN BLOGGER di seluruh indonesia dan ratusan lainnya pemain SEO, diantaranya ratusan pemain SEO ada puluhan master. saya optimis kita bersama bisa membersihkan halaman google dari "sampah" yang tak pantas itu.

untuk itu saya mengajak, kerelaan hati teman-teman blogger untuk saling menyebarkan virus "menulis mesum". virus harus dilawan dengan virus. kita bisa "mengorbankan" satu saja postingan kita di blog dengan membuat tulisan positif dan baik dengan keywoard seperti "mesum" "bokep" "mahasiswi" "gadis sma" "cewk sma" bahkan hingga -maaf- "memek" "kontol" . dan lain lain.  satu postingan saja sudah cukup

tidak hanya postingan berupa tulisan, kita juga bisa memberi keywoard-keywoard tersebut pada gambar yang kita tampilkan. misal kita menulis "cewek sma" gambar itu seorang sisiwi membawa piala. saya yakin kita bisa. blogger bisa membuat perubahan. lupakan sejenak omong kosong negeri ini dengan sederet kasus kekerasan hingga korupsi. mari kita lakukan hal nyata, bukan untuk saya atau untuk kita semua. tapi untuk adik-adik kita.

gerakan ini (toh jika itu disebut gerakan) atau apapun itu namanya tidak penting. tidak ada hadiahnya, ini bukan sebuah kompetisi, hanya ajakan dari seorang blogger ke blogger lain. atas keprihatinan bersama sebagai sesama nitzen.  mari ajak sesama blogger lain untuk berpartisipasi, semakin banyak blogger berpartisipasi semakin baik untuk kita semua. jika bukan pegiat online yang membersihkan internet, lalu siapa lagi kawan.

mari kita singkirkan keyword2 yang merusak itu dari halaman search engine dengan postingan kita. ayo ajak teman-teman lain berpartisipasi. satu postingan cukup.
Read More...

Rabu, 26 Juni 2013

hobi dan kebahagiaan

1 comment
tiap manusia pasti pernah mengalami jenuh dan mendapat berbagai tumpukan masalah. tak ada satupun manusia yang tak pernah mendapat masalah. besar kecil, ringan atau berat akhirnya tergantung bagaimana tiap manusia itu menyikapinya. ada yang banyak mengelu ada yang santai. kondisi masalahpun berbeda-beda. dalam suatu waktu bisa saja seseorang mengalami masalah ringan atau tak ada hambatan berarti dalam hidup, atau dalam suatu periode hidupnya mengalami masalah yang dianggap sangat berat. ada ribuan versi cara untuk menghadapi masalah, tergantung orangnya dan masalahnya. jadi tidak bisa digeneralisir. jadi misal masalah cinta dengan masalah keuangan berbeda penanganan, begitupula masalah keuangan dan kuliah tentu juga berbeda penyelesaian. tapi buat saya kuncinya cuma satu dalam setiap permasalahan, yaitu menetralkan pikiran. salah satu cara menetralkan pikiran agar kembali tenang dan pada titik seimbang adalah dengan melakukan hobi.

tiap orang punya hobi, sebagian orang bilang hobi adalah jalan kebahagiaan. liahatlah banyak orang rela berkorban -yang menurut orang lain lebih berharga- demi sebuah hobi yang terkadang mungkin aneh. ada orang suka memancing sampai menghabiskan uang jutaan, ada juga yang menikmati hobi memancing dengan modal gratisan. nilai hobi juga berbeda. buat saya hobi adalah cara paling jitu untuk membuat pikiran dan hati tenang, bersantai, dan kemudian kembali fokus. tiap manusia yang berada dalam tekanan butuh berfikir jernih untuk memulai dan membuat suatu keputusan.

bagi saya, dengan hobi kita bisa meluapkan emosi yang terkadang tidak stabil. biasanya untuk menenangkan diri saya lebih memilih ketempat sepi, seperti perpustakaan untuk membaca buku baru maupun buku lama. kemudian sedikit menulis tentang yang pernah dibaca. membaca dan menulis bisa menetralisir emosi dan menenangkan pikiran. setidaknya begitu cara saya mencoba menenangkan diri.

membaca bagi saya bisa mentralisir pikiran, menemui hal baru, menimbulkan semangat baru, menghasilkan pengalaman  serta pemahaman yang baru pula. membaca juga bisa membuat saya fokus pada suatu hal. sedangkan menulis bisa membuat saya meluapkan emosi, apapun emosinya dengan menulis bisa diungkapkan. kebehagiaan, kemarahan, kesedihan, tekanan, suka cita, kenangan dan kebahagaiaan.

buat saya hobi adalah cara paling baik, jika kita perlu menyelesaikan masalah. aneh mungkin tapi begitulah setidaknya buat saya. hobi meskipun aneh atau apapun itu selalu memberikan energi positif dan berefek pada kebahagiaan. sekian, sekedar berbagi.
Read More...

Kamis, 20 Juni 2013

ah

2 comments
ada banyak hal di dunia ini yang tak bisa saya mengerti sebagai seorang manusia. akal saya gagal faham dengan yang terjadi di bumi milik Tuhan ini. mungkin ini hanya sebuah ungkapan kecil atau sekedar ungkapan yang tak terlalu berarti. dunia ini terlalu aneh dan terlalu misterius untuk bisa saya cerna dengan akal dan hati. bahkan saya tidak tahu dimana Nabi Muhammad akan menempatkan diri dalam begitu banyak pertentangan yang ada di masa sekarang. 14 abad yang lalu bukanlah masa kini, dalam agama setiap orang punya tafsirnya sendiri-sendiri. setiap orang merasa punya otoritas atas orang lain, setiap orang merasa punya hak atas diri manusia lain. saya bahkan tidak bisa menempatkan diri dalam sebuah lahan yang tak terbentuk seperti sekarang.

beberapa saat saya melangkahkan kaki menyentuh dua batas yang tak saya percaya. kemudian langkah berpindah, lalu bergerak dan tak bisa menetap. saya gagal berdiri diantara komnitas. atau mungkin saya harus berada dalam komunitas yang saya buat serta saya kendalikan sendiri. dunia ini terlalu risih untuk ditinggali, terlalu padat akan pendapat hingga membuat penat. ketika semua orang mengkalim sebuah kebenaran lalu siapa yang benar, maka orang-orang putus asa selalu berpendapat semua benar.

suatu waktu saya lebih senang mengasingkan diri, sekedar menutup hidup dari dunia luar untuk beberapa saat. lalu kembali pada keramaian, melihat wajah-wajah baru hingga pertikaian baru. saya tidak berfikir untuk mendapat wahyu seperti seorang pemuda cucu abdul muthalib yang disapa malaikat di dalam goa. jika suatu saat saya kedinginan dan berselimut itu mungkin hanya angin malam yang tiba-tiba datang menyapa.

saya yakin Tuhan meilhat semua kejadian di dunia ini, entah bagaimana caranya, entah teknologi apa yang digunakan, dan entah, entah, entahlah. jika dia mlihat tentu Tuhan tahu betul ada dua takbir bergema namun saling bertentangan. eh Tuhan tentu engkau tidak tidur.
tulisan ga jelas, gambar ga nyambung, hancur sudah ini postingan.
 | tidak berguna |

saya tidak akan membicarakan Tuhan dengan takbir -yang mengaku- umatnya. saya hanya sedang berfikir siapa nabi baru yang akan muncul setelah Muhammad. ini tentang  masa depan, bukan masa lalu. kenapa kita tidak berfikir iseng atau berandai-andai, ada nabi yang lahir dan besar di las vegas atau justru lahir di pedalaman papua. apa yang akan dia lakukan? kembali ke pernyataan awal, saya terlalu bodoh untuk mengerti banyak hal.

tidak penting juga untuk dibicarakan, tulisan ini hanya sekedar mengisi blog yang sudah lama tak terjamah. bukan tentang resah, bukan juga sebuah kisah, tapi entahlah. mungkin karena jogja basah, saya hanya bisa pasrah seperti air yang terjebak dalam lubang tanah, menunggu terpisah secara alamiah.
Read More...

Kamis, 09 Mei 2013

Ngawur Ngelantur

2 comments
ini sekedar tulisan ngawur dan ngelantur karena susah tidur. padahal esok hari harus berangkat ke solo. aha yang epnting malam ini ngetik dulu. biasanya kalau baca-baca buku atau menulis sedikit-sedikit mata akan redup dengan sendirinya, kemudian ngantuk melanda. semoga. mari masuk dunia ngawur dan ngelantur.

cahaya entah dimana | sumber gambar : pixabay.com
cahaya, kau sebenaranya hanyal sebuah tipuan warna yang tak pernah bisa dijamah manusia. rinduku padamu adalah gejolak cinta tak terbatas waktu. cahaya yang kau anggap sesungguhnya rasa warna dan memiliki panas penuh aroma. cahaya kecil itu menyala dari sumbu lilin di atas tumpukan makanan.

tanggan ini aku kepalkan bersamaan dengan mata yang kupejamkan, catat! aku bukan majusi yang berdoa di atas api pada lapisan roti. aku manusia menghadap cahaya seperti ritual orang saat mengucap harapan ketika ulang tahun di rayakan. namun kini aku tak ulang tahun, aku bahkan tak ingat kapan aku lahir. lalu apa yang aku doakan, permohonan pengampunan dosa dimasa lampau ataukah harapan kehidupan di masa depan. itu semua omong kosong.

omong, hanyalah sebuah ucap yang tak terlalu penting sebenarnya. sekedar retorika kata di hadapan hadirin yang datang tanpa kado, tapi menyiksa lalu berharap dapat makan gratis. sial. kosong karena sesungguhnya semua itu tak bermakna sama sekali. kecuali sekedar pemanis lidah di hadapan khalayak yang juga tak terlalu diharap. lalu dimana cahaya?

padam. ketika angin kuhembuskan pada nyala kuning lentera di atas sumbu lilin berwarna putih. harusnya tak ada perayaan, harusnya terdiam, merenungi satu tahun usia telah padam. cahaya yang padam. lihatlah cahaya itu, sementara. dia dinyalakan, lalu padam, entah ketika sumbu habis terbakar ataukah sengaja dipadamkan sebelum sumbu terbakar hingga ujung.

pada dasarnya tulisan ini tak tahu akan berakhir dimana selain sekedar meniti malam, menanti pagi. tulisan ini tak berarti apa-apa. hanya sekedar ucap retorika tanpa makna, tak usah dihiraukan. tangan saya tak mau berhenti menari di atas tombol-tombol putih penuh huruf. tolong hentikan jari ini untuk berjalan. putaran ini memelahkan.

ah semakin tidak jelas kemana arahnya, cahaya? samapai mana tadi aku sudah lupa. tolong siapa saja biarkan tulisan ini aku akhiri. mereka berontak. jari-jari di luar kendali. otak sudah mulai menyepi, merehatkan sepruh saraf untuk beristirahat.

aku peduli pada mimpi-mimpi malam ini. selamat malam, entah jika mereka menyambut pagi setelah lewat pukul duapuluh empat. ini pagi, ada yang mengatakan dini hari, sebagian menyebutnya sepertiga malam terakhir. enatah apa itu. yang pasti tulisan ini hanyalah ngawur dan ngelantur.

siapapun anda bersyukurlah ketika mampu memejamkan mata lalu membukanya kembali.
salam dari sisi selatan kaki merapi, ketika bulan tengah bersembunyi.

Read More...

Selasa, 07 Mei 2013

Kematian Tidak Pernah Lucu

1 comment
tadi siang, kami (saya dan teman-teman) makan siang di sebuah tempat makan cukup nyaman di sekitar jalan  kaliurang. kami berenam sebenarnya hanya ingin menutup minggu-minggu melelahkan di beberapa deret hari terakhir ini. seperti biasa banyak hal yang dibicarakan, sedikit gelak tawa dan canda gurau yang menggema. namun ada satu hal dari canda gurau yang membuat saya terus memikirkannya hiangga pulang. yaitu ketika kami menertawakan kematian. kematian? iya!. kematian.

apa yang ditertawakan dari sebuah kematian?, itu yang masih saya renungi hingga sekarang. tadi kami membicarakan kematian dari kecelakaan yang terjadi beberapa hari kemarin di jogja, yang termuat di media, yang pernah kami dengar ceritanya dan macam-macam lainnya. ada sisi yang lucu dari setiap berita kematian yang kami tertawakan, kami buat bercandaan supaya lucu. menyenangkan ? iya. bahkan menggali sisi humor dari setiap peristiwa kematian ternyata unik juga.

lalu pertanyaan yang berkecamuk dalam diri saya adalah, apakah iya kematian memiliki sisi lucu yang bisa kita tertawakan atau sesungguhnya kematian tidak memiliki sisi humor samasekali. ini yang menjadi renungan saya. lalu saya berada pada satu nadir dimana kemtian tidak pernah lucu dan tidak bisa ditertawakan.

ketika kita heran kenapa orang bisa meninggal karena sesuatu yang uni dan sepele, lalu kita menertawakannya. pada saat yang sama kita ternyata sedang menertawakan diri kita pada satu titik dimana kita belum benar-benar mengerti apa itu mati. ketika orang lain mati kita bisa mengomentarinya dengan beragam hal, termasuk dalam sisi lucu. tapi saat kematian itu ada di sekitar  kita, misal saudara kita sendiri. kita tak akan pernah bisa tertawa, kecuali mencoba tersenyum di hadapan para pelayat.

kematian tidak pernah lucu kawan, kita bisa saja tertawa hari ini pada kematian orang lain, tapi ketika kematian itu ada di sekitar kita, sesungguhnya kita berada dalam tekanan untuk tidak mampu bahkan untuk tersenyum sekalipun. jikapun bisa itu tak lebih wajah anda, karena saat orang dekat kita di jemput malaikat wajah bisa bertahan, tapi siapa yang mampu membohongi hati yang hancur.

selamat malam, selamat menyambut kematian, entah kapan, tapi pasti akan datang
sisi selatan kaki merapi, saat malam menunggu pagi.
Read More...

Senin, 06 Mei 2013

Bubur Jujur

4 comments
korupsi yang menjamur di indonesia selalu membuat orang saling curiga. dibuatlah sistem seketat mungkin supaya orang tidak bisa berbuat jahat lalu dibuat pula pengawasan seketat mungkin supaya orang tidak berbuat curang. semua itu di dasari satu hal, tidak adanya kepercayaan pada sesama manusia. atasan tidak percaya pada karyawan atau setiap orang pada rekan dan teman masing-masing. semua sistem dibuat supaya mencegah bahakan atau minimal meminimalisir terjadinya kkejahatan, seperti korupsi misalnya. maka tak sadar sesungguhnya berada dalam pandora sesat yang membut kita dipaksa saling curiga antar sesama.

itu semua dibuat dalam lingkungan sistem profesional, padahal sejujurnya di masyarakat-masyarakat bawah yang saya alami misalnya, semakin longgar sistem justru semakin baik. saat sistem diperketat, orang tak nyaman dalam kondisi seperti itu. namun di sistem yang longgar orang justru merasa nyaman, termasuk dalam berbuat jujur. misalnya hal-hal yang sering saya rasakan sendiri ketika makan.

di restoran-restoran tertentu misalnya saya disuruh bayar dulu sebelum makan, kadang itu menimbulkan pertanyaan, "makan aja belum udah suruh bayar". sistem itu dibuat pada dasarnya karena ada ketidakpercayaan pada pembeli, mungkin ditakutkan kabur setelah makan. bisa dibilang, belum apa-apa udah curiga. tapi pemndangan seperti itu tidak pernah saya dapatkan di tempat biasa saya makan di jogja, warung burjo, angkringan, soto grobak atau penjual bubur ayam. rata-rata semuanya menarik bayaran setelah orang selesai makan, kemudian pembeli menyebutkan dengan apa saja dia makan.

yang terjalin dari pemandangan itu adalah adanya kepercayaan dari penjual ke pembeli, dan pembeli ke penjual. ya pembeli ke penjual, karena terkadang pembeli bisa menaksir harga setiap yang dimakan dan penjual tidak akan menaikan harga secara "ghaib". maka makanpun jadi nyaman.

lalu apa hubungannya dengan judul "bubur jujur". ini pengalama unik saya akhir-akhir ini ketika makan bubur ayam saat sarapan. warung buburnya semi permanen, berada di jalan pandega marta yogyakarta, persisnya di depan rumah batik Apip's. beberapa kali saya makan bubur disitu dan terkadang entah karena terlalu pagi atau terlalu siang, uang yang saya bayarkan terkadang tidak ada kembalian. harga bububurnya Rp.5000 kadang-kadang saat saya bayar pake RP.50.000 tidak ada kembalian.

dalam kondisi seperti itu, penjual bubur dengan santai hanya mengatakan "bawa dulu saja uangnya mas, kapan-kapan kalau kesini lagi bayarnya". dalam sistem pencegahan korupsi yaang digadang-gadangkan orang-orang besar kata itu adalah aneh, wah, luar biasa atau justru mungkin omong kosong, tapi dalam sistem kehidupan lokal itu adalah kata-kata biasa. sang tukang bubur yang -bisa dibilang- pendapatannya tak seberapa di bandaing waralaba asing itu begitu percaya pada pelanggannya kalau sang pelanggan tidak akan kabur atau tidak bayar.

kepercayaan antar sesama manusia inilah yang mulai menipis, ini bukan tentang sistem bisnis, atau ilmu marketing. ini tentang kehidupan sosial kita dalam berteman dan bermasyarakat. kehilangan kepercayaan kita sesungguhnya tidak hanya terjadi pada urusan uang semata tapi juga dalam kehidupan. mozaik kecil dari jogja ini hanyalah satu dari jutaan serpihan kebijaksanaan yang membuat kita yakin, negeri ini tak memiliki tradisi korupsi, namun justru mempunya tradisi kejujuran. sekian

senin pagi ketika matahari sudah menampakan diri di sisi selatan kaki merapi
Read More...