Senin, 09 Januari 2017

Hoax adalah Kita

1 comment

banyaknya berita hoax yang muncul sesungguhnya adalah gambaran dari kondisi masyarakat kita. suka dengan sesuatu yang dramatis dan bombastis namun disisi lain enggan melakukan verifikasi atas apa yang ada. nafsu bahwa sesuatu yang beredar sesuai dengan apa yang dirasakan memunculkan keinginan untuk menyebarkannya.  menyebarkan bisa juga sebagai sarana untuk menyerang pihak yang tidak sependapat atau juga untuk membagikan informasi pada mereka yang sependapat.


hal ini timbul akibat munculnya dua aliran garis keras di indonesia, yaitu lover dan haater. posis lover dan hatter ini adalah pondasi dari begitu masifnya ruang-ruang kekerasan (di internet) baik dalam bentuk meme hingga tulisan yang jauh dari fakta. hal lain yang perlu diperhatikan sesungguhnya adalah bahan bakar kebencian itu yang disiram oleh para pemburu iklan di interne melalui blog dan web yang tidak dapat dipertanggungjawab
kan kebenarannya.

anggap saja para lover dan hater adalah bahan bakarnya, seperti jerami yang siap dibakar. maka para blackblogger (sebutan saya pada mblogger jahat) dapat disebut sebagai tukang minyak. minyaknya adalah para blackblogger yang menghasilkan aliran uang (google adsense dan iklan lainnya). semakin isu dibakar dengan panas dan menjadi viral, maka kunjungan blog/web akan naik. hal tersebut berbanding lurus dengan pendapatan mereka.

maka tak heran jika mentri telekomunikasi dan informatika mewacanakan pemblokiran terhadap google adsense.  edukasi tidak hanya harus dilakukan pada masyarakat internet (netizen) namun juga yang lebih khusus pada para blogger yang harus berhenti memanfaatkan situasi ini untuk mengais uang dari adu domba masyarakat yang dimasa depan bisa berefek sangat buruk bagi persatuan bangsa. jangan gadaikan persatuan bangsa karena keserakahan mengais tetesan dolar.
Read More...