Sabtu, 17 April 2010

Nasib Indonesia Raya Kini

Leave a Comment

hari ini saya bertanya pada diri sendiri kapan terakhir kali saya menyanyikan lagu Indonesia Raya, atau mungkin kapan saya terakhir kali mendengar lagu itu dinyanyikan. adalah sebuah pertanyaan yang belum bisa saya jawab untuk tapi untuk pertanyaan kedua sayup-sayup ingatan datang, iya terakhir kali saya mendengar lagu Indonesia Raya ketika pagi tadi salah satu televisi swasta.

mungkin pertanyaan “kapan terakhir indonesia raya dinyanyikan ?” tidak terlalu dirisaukan oleh anak-anak sekolah dari SD hingga SMA. dulu waktu saya mengenyam pendidikan MI (Madrasah Ibtidaiyah) pendidikan setingkat SD, tepatnya kelas 5 hingga kelas 6 saya serig mendapat giliran memimpin upacara bendera hari senin, sebuah tugas yang menjadi kebanggan bagi siswa sekolah kampung ketika itu. dogma guru yang mengatakan bahwa menjadi petugas upacara adalah sebuah bentuk perjuangan dan pengabdian pada negara dan nilainya sama dengan perjoeangan Jendral Soedirman. menjadi petugas upacara -menurut guru saya ketika itu- adalah sebuah cara melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa. sebagai anak SD dari kampung yang selalu nonton film G30S/PKI versi pak harto dan hobi nonton suguhan film perjuangan bangsa seperti : “Pangeran Dipenogoro”, “Cut Nyak Dien”, “Nagabonar”, “Pahlawan Dari Goa Selarong”, “Janur Kuning”. tentu heroisme masih sangat terasa.

selain menjadi pemimpin upacara saya juga sering didaulat membaca prembeule UUD 1945, saya masih ingat warna map-nya merah, itu dilakukan untuk membedakan dengan map berisi doa yang berwarna hijau dan map pancasila yang biasa dipegang ajudan pembina upacara berwarna kuning. map-map itu begitu sakral dan tidak boleh dibuka kecuali ketika upacara akan dilakukan dan map-map itu hanya keluar dari lemari kantor ketika hari senin, setelah itu dimasukan kembali ke lemari.

semua peristiwa sakral berupa “upacara bendera hari senin” selalu diawali dengan sebuah dering lonceng yang terbuat dari potongan batang besi dari mobil yang dipukul gagang martil. lonceng yang kini mungkin tidak akan pernah tergantung lagi di sekolah-sekolah “Rintisan Sekolah Berstandar Internasional”. masih teringat dengan jelas dalam bayangan hitam putih jejeran kawan-kawan yang berbaris rapih dalam dua saff baris, tidak banyak murid kampung yang berfikiran sekolah ketika saya lulus dari MI saat itu hanya berjumlah 8 orang, 6 pria dan 2 wanita. itulah wajah-wajah anak-anak kampung yang percaya bahwa sekolah adalah hal pertama yang harus dilakukan sebelum berlari kesawah membantu orang tuanya.

dalam setiap baris masih ada sepatu bolong tanpa kaus kaki, hingga mereka yang memakai sepatu kulit “nyeker men” alias tanpa alas, bahkan pakaian merah putih anak-anak yang sudah menginjak kelas 5 dan 6, sudah -sebenarnya- mulai tidak pantas, baju putihnya sudah mulai kusam kekuning-kuningan hingga bintik-bintik hitam bekas keringat, maklum saya pakaian putih itu tidak hanya untuk sekolah tapi juga untuk mengaji di masjid dan pergi kesawah. sedangkan celana merah sudah mulai kusam kehitam-hitaman, dan yang tadinya berada di bawah lutut (filosofi ketika membuat seragam SD kelas satu selalu di panjangkan supaya awet) dan ketika menginjak kelas 5 dan 6, sudah berada jaub di atas lutut.

tapi semua itu tidak pernah mengurang rasa cinta tanah air dan pancasila serta kebencian tanpa dasar pada kompeni dan PKI, serta betapa wajah berkaca-kaca melihat “bapak pembangunan” tampil di TVRI mengangkat padi. ketika upacara bendera selalu sangat khusyu seperti sholat, dan nyanyian Indonesia Raya selalu terasa menggema seperti wirid sehabis sholat maghrib. ketika Indonesia Raya berkumandang bersamaan tangan kanan diangkat menghormat sang saka merah putih yang dikerek oleh siswa perempuan yang tanpa alas kaki selalu terasa begitu bermakna. para petani yang akan berangkat kesawah selalu berhenti sejenak ikut bernyanyi dan memandang merah putih walaupun tidak ikut menghormat karena tangannya memegang cangkul dan parang.

setelah itu semua selesai sayalah pemilik tanggung jawab terbesar untuk mengucapkan dengan lantang “tegap grak” sebuah kata yang menurut saya -ketika itu- adalah sebuah pengkhianatan atas nama bangsa. karena menurunkan tangan dan menyuruh orang berhenti memberi hormat.

kini tahun demi tahun berlalu, radio dan televisi swasta hampir tidak pernah lagi mengumandangkan indonesia raya, kebanggana itu lama-lama mulai pudar dari wajah anak-anak bangsa. anak SD sekarang lebih hafal lagu-lagu alay daripada lagu-lagu kebangsaan. Indonesia Raya -mungkin- kini hanya retorika sarapan pagi di hari senin, dan mengangkat tangan untuk memberi hormat justru -dianggap- membuat pegal tangan.

sebagai manusia yang pernah menjadi anak-anak dan murid SD, saya terkadang rindu untuk mendengar pembawa acara bersenandung “Pengibaran sang saka merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya” dan kemudian rindu untuk berteriak,
“PADA SANG SAKA MERAH PUTIH HORMAAAAAT      GRAK!”

serta sayup-sayup mengalun suara serak dan fals anak-anak kampung terpencil dengan khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

…………
…………
Hiduplah Indonesia Raya
Read More...

Sabtu, 13 Maret 2010

Malam Ini Terperangkap Kisahmu

Leave a Comment

rasanya mata ini begitu lelah, kedua kelopak telah rindu untuk saling beradu, sekedar sekejap mengasingkan diri dari menyaksikan dunia. tubuhpun begitu rintih rasanya, ingin beristirahat dari semua gerakan, untuk merasakan kelembutan desiran dalam wahana istirah.

tapi, ruang hampa berisi labirin syaraf di kepala, masih bising dan penat oleh semua bayangan serta cerita yang tak kunjung berhenti.

ruang itu begitu sempit, namun terlalu banyak menampung bayangan dan kisah yang terjadi sehingga rasanya ruang dikepalaku begitu pening dengan seluruh hiruk-pikuknya. membuat syaraf tak kunjung mau untuk istirahat hingga menjadikan kepalaku begitu berat, menjadikan mata yang tak berkenan terpejam.

aku tetap berusaha memejamkan mata, namun justru aliran syaraf ini mulai menggali bayang kelam masa lalu yang telah terkubur.

kumatikan lampu, kutarik selimut, kututup mata, kutekan dengan buku untuk menutup semua kisah dan bayang yang merajalela.

bayangan dan cerita itu muncul seperti bangkit dari kubur, walaupun dirindukan terkadang justru mengerikan. aku ingin dan aku coba menguburnya kembali, tapi aku tak kuasa. kerinduanku akan bayangan mengalahkan kengerian yang terasa. kusadari semua kisah itu akan kembali. mau tidak mau semua bayangan dan kisah itu akan selalu muncul dan pergi tanpa mampu kucegah.

kubuka jendela, meski angin malam yang dingin begitu kencang berhembus. kubiarkan jendela itu terbuka, dan membiarkan angin yang menjawab. membawa dan menarik semua kisah itusemakin menumpuk menekan ruang di kepalaku atau membawanya pergi dalam hembusan mengeluarkannya dari kepalaku untuk mengistirahatkan rangkaian labirin syaraf dalam ruang kecil di kepala.
Read More...

Kamis, 11 Maret 2010

Merangkai Misteri Supersemar

Leave a Comment

Cuaca di sekitar istana malam itu sangat dingin, hembusan angin dari rerindangan pohon dan jingkrakan kijang yang masih betah menikmati malam menambah khidmat suasana, tapi ketika malam mulai pekat datanglah empat Brigadier Jendral, yaitu M. Jusuf, Amirmachmud, Basuki Rahmat dan M. Panggabean mengetuk pintu istana. Suasana sunyi, dingin dan damai di istana bogor seketika berubah panas dan gaduh, adu todongan pistol antara para brigjen dengan pengawal Presiden tak terelakan, tapi suasana seketika reda ketika Soekrano memerintahkan Soekardjo menyarungkan senjata. Setelah suasana mereda, para jendral menyerahkan lembaran surat yang harus ditandatangani, di bawah tekanan akhirnya sang Presiden menandatangani surat tersebut. Dengan sedikit pesan setelah situasi pulih mandat segera di kembalikan, itulah sekelumit cerita Lettu Soekardjo Wilardjito, pengawal presiden.

Kisah yang digunakan untuk pembanding sejarah penandatangan supersemar versi pemerintah, walaupun pada akhrinya pernyataan Lettu Soekardjo tersebut di bantah oleh M. Jusuf, M. Panggabean, dan A.M Hanafi. Itu masih di tambah dengan kisah penandatanganan versi A.M Hanafi, mantan kedubes kuba yang dipecat secara abal-abal oleh Soeharto, versi sang mantan dubes memang tidak terlalu jauh dengan versi pemerintah yaitu secara baik-baik, tapi ada perbedaan waktu kalau versi pemerintah waktunya malam sekitar 20.30 WIB tapi justru menurut Hanafi siang hari.

Setidaknya sekelumit perbedaan kisah, kronologis, pelaku maupun waktu tak kalah misteriusnya dengan teks asli dari supersemar yang menurut Arsip Nasional memiliki 4 versi termasuk versi terbaru dari almarhum M. Jusuf yang di kemudian waktu juga di “cap” palsu oleh Arsip Nasional. Dari mulai kop surat, tandatangan Soekarno, Lambang Garuda, hingga posisi tata letak surat terdapat perbedaan yang Saling berlawanan, sehingga sulit untuk menentukan mana yang benar,atau mungkinkah ada versi selanjutnya yang belum terungkap seperti kata Soebandrio, bahwa ada draf pertama surat itu, draf kedua yang sudah ditulisi komentar Soebandrio beserta tembusan ketiga dari teks asli (yang tidak ditandatangani Presiden) yang semuanya dimiliki Jenderal Jusuf dapat diserahkan kepada pemerintah.

Beda Penafsiran Makna SUPERSEMAR

Untuk memperjelas duduk permasalahan dan arti serta makna, maksud dan tujuan Supersemar saya kutip pernyataan Soekarno saat pidato (videonya ada di youtube)
“Surat Perintah Sebelas Maret itu mula-mula dan memang sejurus waktu, membuat mereka bertampik sorak-sorai kesenangan. Dikiranya SP Sebelas Maret adalah satu penyerahan pemerintahan, dikiranya SP Sebelas Maret itu satu Transfer of Authentic, of Authority, padahal TIDAK. SP Sebelas Maret adalah suatu perintah pengaman, perintah pengamanan jalannya pemerintahan. Demikian kataku waktu melantik kabinet. Kecuali itu, juga perintah pengaman keselamatan pribadi Presiden, perintah pengaman wibawa Presiden, perintah pengamanan ajaran Presiden, perintah pengaman beberapa hal…”

Pernyataan yang mengandung banyak makna seperti apa itu Supersemar dan “ancaman” kepada pemegang kekuasaan Supersemar untuk tidak bersorak-sorai kesenangan. Bagi Presiden Soekarno, surat itu adalah perintah pengendalian keamanan, termasuk keamanan Presiden dan keluarganya. Namun, sebenarnya ia “kecolongan” dengan membubuhkan frase “mengambil segala tindakan yang dianggap perlu” dalam surat tersebut. Padahal, perintah dalam militer harus tegas batas-batasnya, termasuk waktu pelaksanaannya.

Menurut Bung Karno, surat itu bukanlah transfer of authority. Amir Machmud yang membawa surat itu dalam perjalanan dari Bogor ke Jakarta langsung berkesimpulan bahwa itu adalah pengalihan kekuasaan.

Dengan surat itu, Soeharto mengambil aksi beruntun pada Maret 1966, membubarkan PKI, menangkap 15 menteri pendukung Soekarno, memulangkan Tjakrabirawa (yang terdiri dari sekitar 4.000 anggota pasukan yang loyal kepada Presiden), dan mengontrol media massa di bawah Pusat Penerangan Angkatan Darat (Puspen AD). Tindakan Soeharto ini tidak lain mengakhiri dualisme kekuasaan yang telah terjadi pasca-Gerakan 30 September. (Asvi Warman Adam, 2009)

Melalui tulisan ini saya mencoba membuka kembali memori kita tentang catatan sejarah Indonesia yang pernah kita dapatkan dari buku SD. Lebih tepatnya saya ingin menggiring anda pada satu ‘perkamen’ bernama Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret). Kenapa? Karena dengan adanya Supersemar, situasi politik di Indonesia mengalami perubahan, kekuasaan Bung Karno meredup, dan kekuasaan Jenderal Suharto meningkat. Supersemar dianggap sebagai penyerahan dan perpindahan kekuasaan. Supersemar adalah monumen awal duduknya Jenderal Suharto di kursi kepresidenan, lalu menjadi seorang pemimpin dan penguasa yang cenderung Machiavelli minded -mungkin Pak Harto juga sudah membaca Il Principe yang legendaris itu.

Banyak catatan sejarah bangsa ini yang dibelokkan dan tidak lagi jujur, masyarakat sudah kadung menganggapnya sebagai suatu kebenaran, generasi pasca revolusi adalah generasi yang tumbuh tanpa landasan sejarah pasti. Generasi itu adalah generasi yang meraba-raba mencari kebenaran di tengah kegelapan dan centang-perenang sejarah bangsanya sendiri. Saat kaum nasionalis konservatif sudah mulai menghilang satu per satu, entah bangsa Indonesia akan jadi seperti apa. *sigh…

Sejarah ternyata kurang lebih adalah evolusi dan revolusi dari konsep-konsep, mitos-mitos. Sejarah mengubah yang sungguh menjadi tak sungguh, tangis menjadi tawa , tragedy menjadi komedi.
Read More...

Senin, 08 Maret 2010

Langkahku Mengenangmu

Leave a Comment

arrggghhhh…… gila, malam pekat, menghangat, aku menunggumu menggali setiap ruas memori dalam otaku yang terbatas, mencoba kembali mengingat kenangan-kenangan manis di tengah tumpukan kepahitan yang kau berikan. setapak demi setapak kami ku langkahkan, berat rasanya hingga aku mulai tak kuat bahkan hanya untuk mengangkat kaki tapi kenangan akan dirimu membuatku harus melangkah, aku membencimu bukan hanya karena apa yang telah kau lakukan, tapi kenap hingga saat ini, hingga 12 purnama berotasi hingga bahkan tak pernah kusebut namamu seumur jagung, kau kembali untuk menyeretku mengejarmu. aku benci kau, kenapa aku masih kau libatkan dalam setiap langkah yang kau pijak.

saat ini memang purnama, wajahmu tak seperti dulu bagiku, wajah yang selalu ku puja sinarnya bak purnama kali ini, sudah menjadi sampah, kecantikanmu adalah siksaan untuku, tapi kenapa kali ini kau kembali dengan bayangan kembali padaku. sekarang apa yang kulakukan, mengejar kenangan tentangmu atau berlari meninggalkan memori. tapi yang pasti perjalanan kali ini kau yang mengakibatkan, jadi berhentilah, hentikan bayanganmu sekarang dariku. sebentar saja hingga kita bertemu.

basah, apa ini ? keringat, bukan ini gerimis. sial kenapa yang berhubungan tentangmu sekarang tidak pernah membahagiakan buatku. aku berjanji, aku yakinkan kau, kau memang yang pertama tapi kau bukan yang terakhir, ingat itu. itu kalimat pertama yang akan kuucapkan padamu.

langkahku semakin gontai, deras hujan telah melunturkan keringatku. aku kuatkan kaki untuk berlari kecil, cipratan air berlumpur mulai terpercik, membuat baju putihku mulai berwarna coklat. purnama yang tadi bersinar telah hilang, akhirnya bayang wajahmu dibulan tak kulihat lagi. semakin cepat langkah kakiku semakin tak jelas warna bajuku. baju yang telah kurapihkan dan kuberi wewangin untuk bertemu denganmu kini sudah tak pantas lagi. haruskah aku kembali, tidak jika aku kembali aku akan terlambat, aku harus berlari.

gubrak…. arrggghhh…. sial. apa lagi ini, lubang sialan, aliran air tanah yang bercampur lumpur menutupi lubang sialan itu. kau benar-benar tak pernah memberi kebahagiaan padaku, sekarang aku tak pantas bertemu denganmu, kuyakinkan diriku untuk melangkah, aku yakin kau akan mengerti, bahwa kulakukan semua ini untukmu seseorang yang telah memberiku setetes kebahagiaan di tengah aliran siksa yang kau berikan.

akhirnya hujan reda, ditengah tetesan hujan samar-samar aku melihat rumahmu, banyak orang berkumpul, diam tak banyak bicara, sangat senyap, sunyi, apa ini, bukankah harusnya tidak seperti ini, ada apa ini. semangat lariku hilang, kini aku kembali menyeret kakiku mencoba melangkah perlahan. semakin dekat, tepat di depan rumahmu aku di hentikan oleh orang yang tak pernah kukenal, seorang pria setengah baya yang tidak nyaman melihat kotornya diriku. aku berkeras untuk masuk tapi tak diijinkan olehnya.

aku mencoba mencuri pandang kedalam rumahmu. semua masih terdiam, kau sungguh cantik dengan kain putih yang menyelimutimu, tak jelas wajahmu kulihat, tapi kuyakin itu kau. di depanmu ada pria tua berpeci, bersarung, bersurban, menengadahkan tangan sepertinya berdoa, dan yang lain mengamini, kau tetap diam aku tak melihat kau berekasi, aku semakin tegang.

tak lama semua orang mengusap wajah dengan kedua telapak tangan, kau bergerak kesamping meraih tanagn seseorang di sampingmu, seorang pria, dengan senum dan air mataa kau mencium tangannya. itu bukan aku, pria yang mencintaimu siapa itu. aku melihat semua orang bahagia, aku melihat senyumu, aku tahu itu senyum bahagia. sekarang aku bahagia, karena kau telah bahagia, sebaiknya aku pergi, menghilang dari kenanganmu, lebih baik kau lupakan aku, dan biarkan aku mengenangmu.
Read More...

Jumat, 05 Maret 2010

dunia humor kita, kini

7 comments
Jika ada Negara di muka bumi ini yang menjadikan kekerasan dan penderitaan orang lain adalah tontonan mengasikan dan bahkan salah satu sumber kebahagiaan, Indonesia adalah salah satu diantaranya yang berada di barisan paling depan.

Saya tidak tahu, bagaimana pilunya arwah Hardjodipoero dan Drs Raden Panji Purnomo Tedjokusumo mereka berdua di jaman Revolusi dulu sering duet di corong RRI sebagai Mang Cepot dan Mang Udel, menyaksikan tontonan humor yang biadab penuh kekerasan (baik fisik maupun verbal), penghinaan, serta pelecehan terhdap profesi dan kondisi fisik adalah suatu hal yang menarik yang dapat membuat kebanyakan orang Indonesia tertawa lepas dan menikmatinya.


Humor seperti halnya bentuk seni, penerimaan tergantung pada demografi sosial dan berbeda dari orang ke orang. Sepanjang sejarah, komedi telah digunakan sebagai bentuk hiburan di seluruh dunia, baik di pengadilan raja Barat atau desa-desa di Timur Jauh. Kedua etiket sosial dan kecerdasan tertentu dapat ditampilkan melalui bentuk-bentuk kecerdasan dan sarkasme. Abad kedelapan belas penulis Jerman Georg Lichtenberg mengatakan bahwa “semakin banyak yang anda tahu tentang humor, semakin anda menjadi menuntut kebaikan.” Itulah kenapa pelaku humor (bukan sekedar pelawak) banyak dianggap orang cerdas karena mampu menjungkirbalikan logika.

Dalam bahasa Sansekerta kuno drama, Bharata Muni’s Natya Shastra didefinisikan humor (hāsyam) sebagai salah satu dari sembilan nava rasas, atau prinsip rasas (respons emosional), yang mendapat inspirasi di antara penonton dengan bhavas, yang imitasi emosi yang dilakukan para aktor. Setiap rasa dikaitkan dengan bhavas tertentu digambarkan di atas panggung. Dalam kasus humor, itu berhubungan dengan kegembiraan (hasya).

Istilah “komedi” dan “sindiran” menjadi sinonim setelah puisi Aristoteles diterjemahkan ke dalam bahasa Arab di abad pertengahan dunia Islam, di mana diuraikan di atas oleh penulis Arab dan filsuf Islam seperti Abu Bischr, muridnya Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Averroes . Karena perbedaan budaya, mereka memisahkan diri dari bahasa Yunani, setelah terjemahan Latin abad ke-12, istilah “komedi” memperoleh makna semantik baru dalam literatur Abad Pertengahan.

Bahkan Allan Calley pernah mengungkapkan dalam bukunya Humor in The Arts bahwa Perkembangan humor di Inggris sudah terlembaga sejak abad ke-16 Pada masa tersebut, terdapat penulis dan pemain teater humor yang sering disebut pemain komedi. Komedian yang terkenal yaitu Ben Johnson, yang satu karyanya berjudul Man Out of His Humor . karya tersebut memperlihatkan dua bentuk humor yang berbeda dalam kehidupan, yaitu humor dalam kata-kata dan humor dalam tingkah laku. Abad ke-17 merupakan zaman yang sangat pesat bagi perkembangan humor di Inggris, terutama dalam hal teater komedi dan naskah humor. Teater komedi akhirnya menjadi tradisi masa selanjutnya.

Pertengahan abad ke-18, teater humor bermetamorfosa menjadi satire. Sampai akhir abad ke-18, bentuk teater etrsebut menjadi mode di seluruh daratan Eropa. Abad ke-19, humor di Eropa menentukan bentuk baru dalam wujud komik. Abad itu ditandai dengan munculnya berbagai macam komik humor dari Jerman, yang kemudian menjadi kegemaran seluruh daratan Eropa bahkan sampai ke daratan Amerika dan Asia.

Dunia lawak di Indonesia, boleh dikatakan berdiri otonom dan tidak dipengaruhi oleh unsur impor, dalam tradisi lawak di Indonesia harus dilihat struktur kekuasaan sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam melihat dunia lawak kita. Ada arus utama budaya lokal yang berkembang di Indonesia. Di Indonesia, secara informal, humor juga sudah menjadi bagian dari kesenian rakyat, seperti ludruk, ketoprak, lenong, wayang kulit, wayang golek, dan sebagainya. Unsur humor di dalam kelompok kesenian menjadi unsur penunjang, bahkan menjadi unsur penentu daya tarik. Humor yang dalam istilah lainnya sering disebut dengan lawak, banyolan, dagelan, dan sebagainya, menjadi lebih terlembaga setelah Indonesia merdeka, seperti munculnya grup-grup lawak Atmonadi Cs, Kwartet Jaya, Srimulat, Surya Grup, dan lain-lain Masuknya Bing Slamet kedalam dunia lawak mendorong lahirnya jenis pelawak urban yang populer terutama dari kalangan Taman Siswa seperti : Ateng, Benyamin S, atau Edi Sud Trio EBI (Edi Sud, Bing Slamet dan Iskak), Ateng, Iskak, Bing Slamet dan Edi Sud membentuk Kwartet Jaya yang fenomenal sampai meninggalnya Bing Slamet awal tahun 70-an.

Hingga kemudian muncul para komedian group parodi Pancaran Sinar Petromak (PSP), Sersan Prambors., dan Warkop DKI ternyata hanya warkop yang mampu bertahan walaupun agak sedikit mengikuti selera pasar, itu dikarenakan tindakan repsesif orde baru, itu yang menyebabkan adanya perbedaan isi lawakan warkop di film dan radio, di radio lawakannya cendrung lebih provokatif terhadap orde baru.

Pasca awal reformasi perkembangan dunia humor Indonesia banyak di dominasi oleh opera komedi yang sebenarnya bukanlah seni melawak yang spontan, karena keterikatannya pada teks yang sedemikian kuat. Dibarengi dengan kemunculan para “pengikut” warkop jebolan Radio SK, ajang pencarian bakat, artis yang “ganti lahan” hingga perkembangan humor dunia politik yang sebenarnya tidak terlalu laku.

Bagi penulis awal kehancuran dunia lawak Indonesia adalah mulai pudarnya pelawak-pelawak seperti Alm. Bing Slamet, Eddy Sud, S Bagyo, Ateng, Mang Udel, Kang Ibing, Abah Us Us, dan bisa disebut juga Benyamin S, lawakan mereka yang cerdas dan hampir bersih dari “penghinaan dan kekerasan” sungguh berbeda dengan pelawak dan dunia lawak Indonesia kini, gaya melawak sekarang (pelawak yang kini membanjiri layar televisi) sungguh tidak membuat lawakan itu sebagai bahan renungan dan alat kritik yang bisa membuat orang reflektif terhadap kehidupannya, gaya lawakan mereka adalah lawakan yang bercanda, menyakiti (baik hati dan fisik) lawan main, lawakan “kebun binatang” dan kemudian tidak memberikan humor-humor cerdas. Ditambah pengaruh gaya yang di tiap detik kata-katanya adalah menghina orang, merendahkan lawan main, dan menangkis kata-kata dengan mencela fisik. Ini sungguh memprihatinkan. Dan ironisnya gaya lawakan yang tidak sesuai dengan tipe mereka disuruh minggir.

Sementara gaya lawakan yang spontan, membuat orang merenung dan menyikapi kondisi sosial dengan gayanya yang cerdas sama, belum muncul. kita ingat bagaimana Krisbiantoro mampu melawak dalam bahasa Perancis, ataupun Ebet Kadarusman yang melawak berjam-jam di radio Australia dengan bahasa Inggris, Sukarno yang membuat orang terpingkal-pingkal di dalam pidatonya, Churchill yang santai dan sempat membuat anekdot sebelum mendeklarasikan perang dengan Jerman ataupun Gus Dur yang mampu menyembunyikan kesulitan-kesulitannya dalam memecahkan problem-problem sosial-keagamaannya dengan melucu, spontanitas yang cerdas, masih menjadi impian dalam dunia lawak kita yang sedang hancur lebur ini.

Namun sekarang kita –hanya- bisa saksikan semua kelucuan yang dibuat haruslah menyengsarakan orang, yang lebih menarik ini bukan hanya terjadi di acara yang notabene temanya adalah komedi, baik acara kuis, musik bahkan acara yang menemani kaum muslim sahur dibulan ramadhan harus pakai “properti yang tidak berbahaya” untuk dapat rating tinggi maka sejahteralah komedian kita yang memang spesialis untuk dikerjain bahkan di gebukin. Semoga bangsa kita tidak termasuk bangsa yang baru merasa terhibur jika melihat orang lain menderita, jika penderitaan yang bisa membuat kita bahagia, mungkin bangsa ini akan bahagia sampai penderitaan itu habis di negeri ini.
Read More...

Jumat, 25 Desember 2009

Refleksi Akhir Tahun

63 comments
Siapa yang paling senang dengan permainan sederhana tapi tak lekang zaman ;
“ciluk ba!”?
Tutup wajah dengan kedua tangan, terus buka! Maka tertawalah dia!

Siapa yang dengan ngotot mempertahankan argumentasi yang di saksikan di kotak ajaib bergambar, film kesatria, power rangers misalnya, itu robot asli padahal bagi yang sudah bangkotan tetep ngotot bilang itu hanya kostum saja, bukan dari besi.

Siapa yang berdebar-debar menyusuri jejak langkah mandor di hutan pinus ujung desa ? sudah merasa berpetualang dengan gagah berani, yang kalau di tempuh Cuma beberapa menit dari rumah.

Siapa yang berlari-lari bahagia dan dengan riangnya serasa sudah terbang hanya karena mengikat ujung sarung dileher sehingga berlagak seperti supermen.

Siapa yang kalau sedang sakit selalu bangga dikerok punggungnya padahal hanya menggunakan bawang putih! Bebas memilih makanan dari bakar lele hingga makanan-makanan ajaib lainnya.

Siapa yang dengan senjata obor setiap malam saat kemarau dan habis panen pergi kesawah mengikuti warga untuk menangkap belalang dan saat musim hujan menangkap laron kemudian di masak dan menjadi lauk pendamping nasi saat sarapan.

Siapa yang ketika bulan purnama sehabis sholat isya menyususri kebun belakang masjid untuk mencari jamur yang bisa bercahaya sambil berlarian menangkap kunang-kunang, dan protes pada orang tua karena jamur dan kunang-kunang tidak bercahaya lagi ketika akan berangkat sekolah.

Siapa yang kerjanya membantu memasukan bibit cabe yang sudah dicampur tanah dan kotoran kambing dalam bedeng plastik untuk di tanam, padahal kebun punya paman, kemudian di sanjung-sanjung karena dianggap bekerja?

Siapa yang ikut membungkus air yang diberi warna kemudian dimasukan kulkas hingga mengeras, terus dijualin di tremos es dan di bawa ketika berangkat sekolah. Dengan harga 100 rupiah tiap batang, tapi selalu merugi karena uang penjualan es di pakai untuk beli jajanan di warung sekolah.

Siapa yang bebas bermain di kebun tetangga ? dan ketika mangga masak, babas untuk mengambilnya tanpa takut diomelin pemilik.

Siapa yang baru juara makan krupuk saat perayaan agustusan sudah merasa keren sekali ? dengan ekspresi kayak menangin trophy apa gitu.

Siapa yang terkagum-lagum ketika mendengar kisah-kisah leluhur desa, kisah nabi dan rosul ? dengerin keajaiban dan mukjizat udah langsung senyum memamerkan gigi yang masih ompong, dan berbinar-binar penuh cahaya tuh mata kecil.

Siapa yang diajak ibunya pergi ke kota ? di bawa mampir dari pasar tradisional hingga toko swalayan dan dengan bangga membawa oleh-oleh ‘perahu kotok” yang terbuat dari seng dan dijalankan dengan minyak goreng, kemudian berjingkrak kegirangan melihat perahu dari kota berjalan di atas air dan berputar mengelilingi ember.

Siapa yang bangun jam 4 pagi lari ke masjid, kemudian berebut untuk adzan subuh setelah itu pulang kerumah untuk tidur lagi.

Siapa yang olahraganya banyak variasi dari pelataran sawah hingga di tepi sungai, bermain bola, engklek, maen petak umpet, dan bermacam permainan anak desa sambil sesekali menceburkan diri kesungai.

Siapa yang kalau lebaran selalu jadi buah bibir di setiap rumah yang dikunjungi ? mendadak jadi seleb yang ditanya-tanyain kegiatannya. Udah kelas berapa ? berapa umurnya ? siapa namanya ? mau ini? Mau itu?

Siapa yang sedari kecil sudah belajar jauh dari orang tua dan hidup bersama dua renta kakek dan nenek yang mengajari arti hidup.

Siapa yang lebih dahulu lancar membaca huruf hijaiyah berharokat daripada abjad A-Z dan lebih dahulu mempelajari kitab kuning gundul daripada memahami tullisan jawa kuno.

Siapa yang istirahatnyaa sambil mendengarkan kaset cerita drama hikayat petualang, tertawa bahagia menyimak KH. Zainudin MZ, suka-suka saja dengerin kisah surti dan tejo dari jamrud dan berjingkrak mendengar iwan fals dan gombloh bersenandung di radio.

Siapa yang setiap minggu pagi pergi ke sungai mengumpulkan batu untuk ditumpuk di samping sekolah karena sekolah tertua di desa itu semakin tergerus arus sungai hingga hampir ambruk.

Siapa yang setiap minggu siang memulai petualangan bersama teman-teman, persiapannya cukup dengan tempat air yang terbuat dari bambu dilengkapi senjata ketapel dan pisau dapur, nyari kayu bakar sambil mancing di kolam ikan entah punya siapa kemudian langsung di bakar tanpa bumbu apapun dan minum dari air kelapa yang juga entah punya siapa.

Siapa yang sayang-sayang belanjain duit-duit baru yang diberi sodara saat lebaran padahal hanya lembaran 100 rupiah, kemudian dimasukin celengan hingga busuk.

Siapa yang setiap memori hidupnya menikmati udara bebas dan segar, merasakan sepoi-sepoinya hembusan daun dan merasakan wanginya padi ketika mulai menguning, menyerap segarnya air sungai yang bebas di minum kapanpun tanpa perlu dimasak, berlari penuh tawa ketika tetes awan yang terkondensasi mulai menjadi bulir hujan sehabis itu merasakan harumnya tanah basah yang menusuk hidung hingga menjalar kejaringan syaraf otak, hingga album memori itu masih tersimpan.

Curigalah kalau semua yang diatas itu adalah secuil kenangan memori dari penulis ini. Curiga kalau itu semua cerita tentang kita. Kita yang masih muda beberapa tahun yang lalu. Siapapun yang pernah muda, sangat muda, anak-anak. Beberapa bagian mungkin tidak sama, tapi juga ada yang merangkai irisan kenangan yang telah ada. Yang dulu masa kecilnya di jaman-jaman Sembilan puluhan.

Masih ingatlah ya dengan si komo yang suka membuat macet jalan ? menahan mati bosan kalau sudah ada PON atau event olahraga yang menyerobot tayangan kartun kita. Saat adzan masih berkumandang di senja kala dari setiap stasiun televisi yang tayang mulai berhamburan pergi kemasjid.

Waktu itu sekolah masih indah ya? Ringan perasaan tanpa dihantui UN (dulu adanya EBTA & EBTANAS) yang nentuin kelulusan, NEM (Nilai Ebtanas – evluasi belajar tahap akhir nasional, kalo ga salah- Murni) masih berguna buat jadi tiket masuk ketingkat selanjutnya….. ya nggak? Enak masih karena sore hari banyak pilihan buat ngisi waktu, pergi kemasjid, main kelereng, nonton layar tancep kalo malem. Dan sejuta tawa tanpa rumus-rumus.

Nostalgia emang asik. Banyak hal yang mungkin telah kita temukan. Banyak titik-titik yang ternyata menjadi garis yang mengantar kita hingga menjadi apa kita sekarang ini. Hati-hati lubang kesedihan menganga di setiap langkah yang telah terjejak, bahkan kegembiraan menjadi suatu hal yang pahit untuk dikenang karena maknanya menjadi berbeda kini. Dia yang dulu mungkin bergembira dengan kita telah tiada, dia yang dulu menjadi kesayangan orang lain, dan betapa singkatnya semua tertutup menjadi kenangan dibungkus waktu dalam kotak ingatan. Kisah yang mungkin jika kita diminta untuk menceritakannya tidak bisa membuat kita bercerita lebih dari 12 jam. Itu pun sudah banyak ‘e’nya. Semua ketakutan akan kesalahan tersimpan rapi untuk ditemui lagi nanti. Keinginan yang diiringi ketidakmampuan untuk kembali ke masa-masa itu. Seringkali mengenang semua ini, dengan prangkat foto-foto, benda & barang yang mulai melapuk atau apapun yang menjadi tiket menuju terminal-terminal ingatan itu, menyita, merantaimu di tempat sekarang. Keinginan untuk melangkah mendadak hilang. Atau mungkin malah membuatmu berlari menuju kejalan kehidupan menduga-duga setiap kejutan keceriaan yang belum pernah kamu temui, karena setiap fase mempunyai momentumnya sendiri. Mempunyai rasanya sendiri, sampai yang terakhir, menutup album kehidupan. Satu cerita pendek berakhir, satu cerita pendek baru lahir.

Anak-anak dengan segala keliaran fantasinya, kebebasan imajinasinya. Anak-anak dengan semua hal-hal yang baru ditemui dan disukainya. Mendengar hal yang berbeda tanpa prasangka. Anak-anak dengan semua ketidakterkaitannya dengan waktu yang terjadwal. Anak-anak dengan semua daya tangkap dan ingatannya.
Kembali melangkah menuju pemberhentian. Setelah lelah berjalan dan bekal habis, berhentilah dulu, mengisi lagi. Untuk kembali riang menebar senyum disepanjang jalan. Berbagi bekal dengan semua yang menghampiri. Mari kembali merasakan kekosongan bekal kita, kembalilah membaca, melangkah ke tempat pemberhentian.

Belajar lagi. Kadang kita terlalu cepat melangkah dengan bekal seadanya, hingga tanpa sadar hanya sedikit yang tersisa padahal perjalanan masih panjang. Kita tidak tahu memang kapan perjalanan ini akan selesai, inilah menariknya jalan kehidupan.

Tanpa kembali lagi berdiam, membaca, merenung, mengolah lagi makanan pikiran dan jiwa yang kita baru dapat lagi. Tanpa pembacaan lagi, tanpa menggali sumur lebih dalam dan menemukan mata air tambahan, ilmu yang ada pada kita berputar di tempat dan membosankan bagi yang mendengar, membaca. Padahal ilmu manusia itu setinggi-tingginya tidak akan ada artinya dengan pemilik semua ilmu, Allah azza wa jalla, dan Allah adalah Maha Pemberi, maka mintalah ilmu itu pada tempat yang tepat dengan cara yang tepat pula. Anak-anak dengan perasaan kosong dan haus hal baru.

Kembali bermimpi seperti anak-anak, dimana tidak ada yang utopis untuk dibayangkan, diperjuangkan. Tapi jangan kembali menjawab cita-citamu dengan lima pilihan, presiden, pilot, supermen, jendral, doraemon ya!

---------------------------------------------++++++++------------------------------------------------
Menggugat dengan sederhana
Dari negeri kata-kata

Ba’da isya
Kotak 3X4 meter yang kumuh
yogyakarta
Read More...

Kamis, 20 Agustus 2009

"Pasar Kembang" dalam Kontroversi

58 comments
Ada pepatah mengatakan jika ingin membangun mesjid, maka bangunlah toiletnya. jika ingin membangun kota maka bangunlah lokalisasinya (prostitusinya). pepatah yang penuh kontroversial. banyak yang mendukung, tapi tak sedikit dari kita yang menolak, bahkan mengatasnamakan agama.

Jika Surabaya punya Gang Dolly, Bandung punya Saritem, Semarang punya Sunan Kuning, Purwokerto punya Gang Sadar, Cilacap punya Slarang, maka Jogja punya Sarkem. Sebuah kawasan remang-remang yang banyak di datangi oleh siapa saja, terutama lelaki hidung belang, celana dalamnya juga belang-belang.

Jakarta kok ga dimasukin ? mau tahu penjelasannya ? nih dia : Jakarta itu sendiri gudang prostitusi. nggak hanya satu kawasan tertentu. Tapi setiap sudut di seluruh jalan dan gang di Jakarta merupakan tempat prostitusi. wakakakakakaka... lebay. Jadi, Jakarta itu tarafnya internasional. sedangkan kita lagi ngobrol yang taraf lokal. Nggak percaya ? baca saja Jakarta Undercover-nya Moamar Emka atau laporan beberapa majalah Jakarta tentang dunia yang kayak begituan.
dimanamakah letak lokasinya ?
di alam semesta
tata surya
bumi
asia
indonesia
jawa
DIY
jogja
sosrowijayan
sarkem
Nama sebuah jalan yang merupakan kependekan Pasar Kembang. Tepatnya di sebrang jalan, selatan stasiun Tugu. Dinamakan Pasar Kembang karena banyak kembangnya, janda kembang, kembang gula, kembang melati, dan kembang jantan (itu mah "kambing jantan" yang ada filmnya), he he he....

Lokasinya masuk gang-gang kecil jika dilihat dari pinggir jalan, seperti nggak terjadi apa-apa. tapi setelah masuk kedalam lorong-lorong yang penuh "bidadari" itu maka kita akan disambut bak raja dalam sebuah kerajaan. lokasii ini tepat bagi para lelaki hidung belang. kupu-kupu malam siap melayani pelanggan atau para pendatang denagn berbagai paket hemat yang telah disediakan. mulai dari kelas ciblek (cilik-cilik betah melek) hingga paruh baya. mulai dari kelas gopek hingga ratusan ribu. Mulai dari kelas remaja hingga janda. Semua siap tersaji. kayak menu makanan.

Bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat, sarkem tentu sangat meresahkan banyak orang. Bahkan organisasi keagamaan "garis keras" tak jarang mengkampanyekan untuk menutup dan membakar lokasi itu. Tetapi gladiator-gladiator yang berdiri sebagai pembela keberadaan lokasi ini siap bertempur melawan mereka yang dianggap ingin menghancurkan lokasi ini. Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu sumber pendapatan pemkot berasal dari lokalosasi. Bahkan pernah ada usulan kepada Sri Sultan Hamangkubowono untuk menjadikan sarkem menjadi lokasi wisata resmi, namun di tolak mentah-mentah, walaupun sultan juga tetap "membiarkan' lokasi tersebut beroprasi. Ali Sadikin, Gubernur Jakarta pada era orde Baru, menyatakan akan memberlakukan tempat perjudian dan prostitusi sebagai pendapatan terbesar daerah ibukota DKI Jakarta. "hasilnya untuk membangun daerah perkumuhan di ibukota," kira-kira demikian ungkapan Bang Ali di Majalah Tempo. karena itu tak heran jika sarkem ikut menymbang kekayaan Jogja.

Para pendatang yang ingin mencicipi nikmatnya kupu-kupu malam sangat beragam. Ada orang lokal, ada pula turis-turis dari mancanegara. justru salah satu ketertarikan para turis datang ke jogja karena ada pusat jajanan seks ala Asia. Sarkem adalah salah satu daya tarik bagi mereka. Jika anda pernah masuk kedalam lorong-lorong sempit itu maka anda akan mememukan beberapa selogan mirip slogan puitis ala warteg atau RM Padang,

Anda Puas, Saya Lemas
Jika kecewa, kasih tau kami. jika puas beritahu teman.
untuk itulah istilah sarkem yang diambil dari Pasar Kembang banyak berubah makna menjadi "Pasar Kelamin" atau "Saluran Kemaluan"

Jogja nggak hanya menyediakan oleh-oleh bakpia, salak pondoh, atau gudeg saja. Tapi menyediakan ceweknya juga, hi hi hi,... Maksudnya kamu bisa berkenalan dengan cewek-cewek jogja, bro. Para lelaki hidung belang pasti sudah tahu lokasi sarkem. Tanya saja sama mereka. kalau belum tahu mereka pasti belum layak mendapat gelar S. HB alias "Sarjana Hidung Belang"". wakakakaka... Buat para lelaki hidung belang, setiap awal tahun ada wisuda S.HB. Daftar saja di sarkem. Pasti dikasih formulir pendaftarannya.

Sarkem ibarat sebuah tioilet, banyak yang benci, tapi kalo sudah kebelet mereka rela antri, bahkan berani membayarnya. kita tentu sepakat, bahwa tempat pelacuran seperti ini melanggar norma. Tetapi di sisi lain, kita harus melihat bahwa pelacur juga memiliki andil yang cukup penting dalam mengurangi angka pemerkosaan. Coba bayangkan, jika para bujangan atau duda, bahakan lelaki yang sudah beristri, tidak mendapatkan pelampiasan dari pelacur, bisa jadi pemerkosaan membanjiri halaman demi halama surat kabar harian. sekalipun tempat pelacuran sudah banyak, toh pemerkosaan masih saja terjadi. Bagaimana jika tidak ada ?

Seorang pelacur bernah berujar "sebagai pelacur, kami ibarat toiletnya masyarakat. kami memang kotor, tapi kami harus ada," akunya.
"harus ada ya ?"
"kau bayangkan, deh. sebuah rumah tanpa ruang tamu atau kamar tidur ga terlalu jadi masalah, tapi tanpa toilet sebagai tempat membuang kotoran adalah nggak mungkin."
"kalau pelacur memiliki arti yang sangat penting, aku jadi bingung dengan Tuhan ?"
"bingung kenapa ?"
"kalau pelacuran itu penting sehingga manusia sulit menahannya, mengapa Tuhan melarangnya ?"
"mungkin Tuhan suka pertunjukan drama. perlu ada pelacur sebagai pemeran antagonis."
seperti Firaun pada zaman nabi Musa, Naambrdz zaman nabi Ibrahim, atau Abu jahal paada masa Rasulluloh Muhammad. atau mungkin seperti nasib Noordin M Top di Indonesia pada masa sekarang ini. Pemeran antagonis selalu ada dalam sebuah sistem kehidupan suka atau tidak itulah kenyataan yang kita hadapi sekarang.

Sebuah cerita yang kadang tak masuk akal, lokasi seperti ini akan tetap menjadi situs yang akan selalu dihinggapi kumbang kemanapun perginya. Karena nafsu seks tak pernah mengenal kata "sabar".

ada beberapa puisi yang saya sadur, puisi dari W.S Rendra (pelacur-pelacur kota jakarta) dan Ridho "bukan" rhoma (duh, sarkem) akan menutup postingan saya kali ini.

W.S Rendra
pelacur-pelacur kota jakarta

saudari-saudariku, bersatulah
ambilah galah
kibarkan kutang-kutangmu di ujungnya
araklah keliling kota
sebagai panji-panji yang telah mereka nodai
kini giliranmu menuntut
katakanlah kepada mereka :
mengusulkan mengganyang pelacuran
tanpa menganjurkan
mengawini para bekas pelacur adalah omong kosong,

pelacur-pelacur kota jakarta
saudari-saudariku.
jangan melulu keder pada lelaki
dengan mudah
kalian bisa telanjangi kaum palsu
naikan tarifmu dua kali lipat
dan mereka akan kelabakan
mogoklah satu bulan
dan mereka akan puyeng
lalu mereka akan berzina
dengan istri saudaramu

ridho "bukan" rhoma
duh, sarkem

duh sarkem,..
jogja siang kota pelajar
malam kota pelacur
kau saksi bisu atas itu
lokasi lainnya menjadi bukti penguat
salon plus-plus, panti pijat esek-esek, telaga biru...

ciblek hingga paruh baya
gopek hingga ratusan ribu
remaja hingga janda
semua siap tersaji di sana

duh, sarkem...
kau dibenci, tapi selalu dicari
kau dikucilkan, tapi selalu diinginkan
kau dihina, tapi diam-diam dipuja
kau ingin dihancurkan, tapi tak sedikit yang mempertahankan

kau ibalat toilet di pasar umum
banyak orang yang benci baumu
namun secara sembunya-sembunyi mereka rela antri dan membayarmu

remaja, mahasiswa,
jejaka, duda, kakek tua
buruh, bos, pengusaha
semua rindu padamu

duh, sarkem...
kaulah salah satu pendapatan kota
mengalahkan lainnya
mereka tak sadar itu

kupu-kupu lugu itu sungguh kasihan
mereka hanya korban
tak jjarang dari mereka yang ingin keluar
tapi mereka selalu dinanti si hidung belang
dari kumpulan kutang yang hilang (wakakakakak, ga nyambung)

duh, sarkem...
sebegitu nistanya dikau


Tulisan di atas banyak disadur dari buku "Jogja edan, bro" dan tidak dimaksudkan untuk mendeskreditkan atau menyerang siapapun, itu hanya sebuah tulisan sedikit dari sebuah realita yang ada di sekitar kita.
Read More...

Jumat, 17 Juli 2009

ANALISIS BAHAN PELEDAK (BOM) DI JAKARTA

18 comments
Tepat satu bulan menjelang peringatan hari proklamasi, Jum’at, 17 juli 2009 antara pukul 06.45-07.00 terjadi dua ledakan dahsyat yang mengguncang Indonesia terutama Jakarta. Akan banyak dampak buruk yang di hasilkan selama beberapa waktu kedepan. Pertanyaan yang berkecamuk di antara kita, mungkin , kenapa ada orang kejam yang tega meledakan bom ?, siapa pelakunya ?, apa tujuannya ?, setelah itu apa dampaknya ? dan mungkin yang jarang terlintas di fikiran banyak orang apa bahan peledak yang di gunakan ?, nah pertanyaan terakhir inilah yang akan coba saya analisis, sekali lagi saya tegaskan ini hanya anlisis atau perkiraan sementara, karena saya belum mengetahui secara pasti jenis bom tersebut.

Sebelum saya masuk dalam analisa saya maka saya akan coba definisikan apa itu bahan peledak, Pengelompokan bahan peledak secara ilmiah berdasarkan komposisi senyawa kimia, Pengelompokkan Bahan peledak menurut kegunaannya, Pengelompokan bahan peledak menurut jenis bahan baku dan/atau bahan setengah jadi berdasarkan sifat “explosive” nya, Pengelompokkan bahan peledak berdasarkan lingkungan penggunaannya, Karena tanpa definisi kita tidak akan bisa menyusun konsep maupun kesimpulan. "

Bahan peledak adalah suatu bahan atau zat yang berbentuk padat, cair, gas atau campuran yang apabila dikenai suatu aksi berupa panas, benturan atau gesekan akan berubah secara kimiawi menjadi zat-zat lain yang sebagian besar atau seluruhnya berbentuk gas dan perubahan tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, disertai efek panas dan tekanan yang sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa sesuatu, baik itu manusia maupun benda akan hancur jika terkena ledakan, karena panas yang tinggi disertai dengan tekanan yang maha dahsyat “bersatu” dan melakukan suatu “aksi” dalam waktu yang sangat cepat.

Pengelompokan bahan peledak secara ilmiah berdasarkan komposisi senyawa kimia dibagi atas bahan peledak senyawa murni (tunggal) dan bahan peledak campuran.
Bahan peledak senyawa murni (tunggal), dikelompokkan atas 2 kelompok yaitu bahan peledak murni (Primary Explosive) dan bahan peledak kuat (High Explosive).
Yang termasuk bahan peledak utama (Primary Explosive). adalah : Mercury fulminat, Timbal azida, Sianurat triazia (CTA). Diazodinitrofenol (DDNP), Tetrasen, Heksametilendiamin peroksida (HMTD).
Yang termasuk bahan peledak kuat (high Explosive) adalah : Nitrometan, Dinitromentan, Trinitrometan atau Nitroform, Tetranitrometan, Nitrobenzen (NB), Dinitrobenzen, Trinitrobenzen, Mononitrotoluen (MNT), Dinitrotoluen (DNT), Trinitrotoulen (TNT), Dinitro-m-Xylen (DNX), Trinito-M-Xylen (TNX), Mononitronaftalen (MNN), Dinitrofenol, Trinitrofenol, Ammonium pitrat, Trinitro-m-kresol, Trinitroanisol (TNA), Trinifenentol (TNP), Trinitroanilin, Tetranitroanilin, heksanitrofenilamin, Heksanitro azobenzen, Heksanitridifenilsulfit, Metil nitrat, Etil nitrat, Etilen glikol mononitrat, Etilen gloikol dinitrat (EGDN), Dietilen glikol dinitrat (DEGN), Propilen-1, Butilen-1, Gliserol mononitrat, Gliserol dinitrat, Gliserol trinitrat, Nitrogliserin (NG). Kloroidrin dinitrat, Digliserol tetranitrat, Ritritol tetraitrat, Pentaeritritol tetranitrat (PETN), Mannitol heksanitrat (HMN), Dipentaeritritol heksanitrat (Dipen), Nitroselulosa (NG), Nitroamilum, Nitroamin, Metil nitramin, Dimetilnitramin, Etildnitramin (EDNA), Nitroguanidin, Nitrodietanolamin dinitrat (DINA), Tetranitro-N-Metilamin (Tetril), Trinitro-1, Tetranitro-1, Ammonium nitrat, Guanidin nitrat, Urea nitrat, ammonium klorat Ammonium perklorat.

Bahan peledak campuran. Bahan peledak campuran banyak digunakan karena memiliki keuntungan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan bahan peledak tunggal. Bahan peledak campuran ini dikelompokkan atas bahan peledak kuat (High Explosive) dan bahan peledak lemah (Low Explosive).
Bahan peledak kuat (High Explosive). Bahan peledak kuat berupa campuran ini banyak digunakan baik dalam bidang militer maupun sipil (komersial) dengan tujuan sebagai penghancur. Tergolong bahan peledak kuat disini adalah : Amatol, Ammona, Amonium Nitrat Fuel Oil (ANFO), Siklotol, Dinamit, Oktol, Pentolit, Pikratol, Torpeks, Tritoal, Bom plastik.

Bahan peledak lemah (Low Explosive). Bahan peledak lemah bukan merupakan bahan peledak penghancur, tetapi digunakan sebagai bahan isian pendorong pada amunisi. Bahan pendorong ini dikenal jua dengan nama Propelan. Yang tergolong propelan ini antara lain : Bubuk hitam (black powder), Bubuk tak berasap (smokeless powder), Bahan pendorong roket (rocket propellantas), Bahan pendorong cair (liquid propelant).

Pengelompokkan Bahan peledak menurut kegunaannya ada lima kelas/kategori meliputi :
Bahan peledak “Blasting” dan / atau “Bursting”. Bahan peledak “Blasting” yaitu bahan peledak yang digunakan untuk pertambangan, konstruksi dan sejenisnya. Sedangkan bahan peledak Bursting adalah bahan peledak yang digunakan dalam sistem senjata, seperti bom, granat, kepala ledak dan sejenisnya. Bahan peledak “blasting” dan/atau “Bursting” tersebut terdiri dari 5 (lima) tipe :
Tipe A. Berupa nitrat organic cair (seperti Nitrogliserin) atau campurannya dengan satu atau lebih bahan-bahan sebagai berikut : Nitrocellulose, Ammonium Nitrat anorganik lainnya, derivativ nitroaromatik atau bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti serbuk kayu (“wood meal”) dan serbuk Aluminium.
Tipe B. Terdiri dari dua jenis :
Campuran Ammonium Nitrat atau Nitrat Anorganik dengan TNT dan/tanpa “Ingredient” lain seperti serbuk kayu (“wood meal”) atau serbuk Aluminium, serta tidak me-ngandung Nitrogliserin atau cairan nitrat/klorat organik sejenisnya.
Campuran Ammonium Nitrat atau nitrat anorganik dengan bahan yang mudah terbakar serta tidak mengandung Nitrogliserin atau cairan nitrat/klorat organik sejenisnya.
TipeC. Campuran Kalium/Natrium Klorat atau Kalium/Natrium/Ammonium Perklorat dengan derivativ nitroorganik atau bahan yang mudah terbakar, seperti serbuk kayu (wood meal”), serbuk Aluminium atau Hidrokarbon, serta tidak meng-andung Nitrogliserin atau cairan nitrat organic sejenisnya.
Tipe D. Campuran senyawa nitrat organik dengan bahan yang mudah terbakar, seperti Hidrokarbon dan serbuk Aluminium, serta tidak mengandung Nitrogliserin, cairan nitrat/klorat organik sejenisnya atau Ammonium Nitrat.
Tipe E. Campuran/larutan air (sebagai “ingredient” pokok) dengan sejumlah banyak Ammonium Nitrat atau oksidator lainya seta dapat mengandung derivativ nitro (seperti TNT), Hidrokarbon atau Serbuk Aluminium.

Bahan peladak “Catridge” yaitu bahan peledak sejenis bahan peledak “Blasting” atau “Bursting” yang dipergunakan sebagai pembentuk “Metal Projectil” yang berkemampuan tambus/potong.
Bahan peledak “Propellant”, yaitu bahan peledak yang dipergunakan sebagai pembetuk gas pendorong dalam peluru senjata atau motor roket.
Bahan peledak “Fuse”, yaitu bahan peledak yang dipergunakan sebagai “pemula” suatu rangkaian proses peledakan, baik secara penyalaan/deflagrasi maupun secara detonasi.
Bahan peledak “Pyrotechnic”, yaitu bahan peledak yang dipergunakan sebagai pembentuk panas, gas, warna dan lain sebagainya.

Pengelompokan bahan peledak menurut jenis bahan baku dan/atau bahan setengah jadi berdasarkan sifat “explosive” nya, seperti : Blasting Gelatine (Master Mix), Nitro Glycerine (NG), Nitro Glycol (DEGN), Nitro Cellulose (NC) dengan N-content lebih dari 12,6 %, PETN Black Powder, Emulsion Matrix (Emulsion Base), Mercury Fulminate, Lead Azide, DDNP, Lead Styphnate, Tetracece dan sejenisnya.
Pengelompokkan bahan peledak berdasarkan lingkungan penggunaannya yaitu bahan peledak militer dan bahan peledak komersial.
Bahan peledak militer.
Karakteristik/Spesifikasi. Bahan peledak militer harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
Harus memiliki daya hancur yang dahsyat (very brissant).
Tidak peka terhadap pukulan atau tumbukan.
Tidak mudah terbakar.
Dapat disimpan dengan stabil.
Tidak menyerap air.
Tidak reaktif terhadap logam.
Dapat dibuat dengan cepat.
Macam bahan peledak militer.

Isian Utama (Main Charges): TNT, RDX, PTEN, TATP/Triacetontriperoksida, Tetryl, Asam Pikrat, Amatol, Tritonal, Pentolite, Tetrytol, Pikratol, Amonal, Ednatol, Explosive D, Composition B, HMK, Haleite, PBX, C-4, dan sejenisnya.
Isian Pendorong (Propellants)
1. Nitro Glycerine Based, seperti : Single Base Propellants ,Double Base Propellants (Ball Powder), Triple Base Propellants, Extruded Impregnated Propellants (EIP), Composite Modified Cast Double Based (CMCDB), Elastomeric Modified Cast Double Based (EMCDB), Crosslinked Cast Double Based (XLCBD), dan sejenisnya.
2. Composite, seperti : Hydroxyl Terminated Poly Butadieene (HTPB), Carboxyl Terminated Poly Butadiene (CTPB), Glycidyl Azide Polymer (GAP), Poly Urethane, Poly Sulfide dan sejenisnya.
Kegunaan. Untuk latihan dan operasi militer, destruksi / demolition.
Perizinan bahan peledak militer diatur khusus oleh Dephan dan instansi terkait

Bahan peledak komersial.
Karakteristik/spesifikasi. Bahan peledak komersial harus memiliki beberapa persyaratan antara lain :
Peka terhadap suatu reaksi : panas, getaran, gesekan atau benturan.
Mempunyai kecepatan detonasi teertentu (high dan low explosive).
Memiliki daya tahan air (water resistance) terbatas.
Dapat disimpan dengan stabil.
Menghasilkan gas-gas hasil peledak, yaitu : gas dalam bentuk molekul lebih stabil
Memerlukan stemming/penyumbatan dalam penggunaannya.
Macam bahan peledak komersial, adalah semua jenis :
Dinamit, yang dikenal dengan nama “Nitro Glycerine Based Explosives”, Blasting Agents (ANFO)
“Water Based Explosives” (slurry, Watergel, Emulsion Explosives).
Bahan peledak pembantu “(Blasting Accessories)” seperti Primer (Booster), Detonator, Sumbu Api, Sumbu Peledak, MS Connector (Detonating Relay), Igniter, Igniter Cord, Connector dan sejenisnya.
Shaped Charges seperti RDX, HMX, dan sejenisnya.

Kegunaannya:
Pekerjaan tambang yaitu untuk melepaskan batuan dari batuan induknya antara lain : batu bara, emas, tembaga, aspal industri semen, industri batu belah, industri batu kapur, dan sebagainya serta untuk operasi penambangan minyak dan gas bumi.
Pekerjaan umum diantaranya, untuk pembuatan jalan raya, pembuatan jalan kereta api, pembuatan lapangan terbang, pembuatan terowongan, pembuatan waduk dan irigasi, untuk pekerjaan tambang, pembersihan pelabuhan, penghancuran kepal bekas, pengancuran bangunan tua. Pengguanan lain yang berka-itan untuk keperluan peledakan.

Mari kita bersama melakukan hipotesis apa jenis bahan dan dari mana pelaku mendapatkan bahan baku bom tersebut.
Hipotesis ini kita mulai dari pertanyaan sederhana, “dari mana pelaku mendapatkan bahan baku membuat bom ?” di Indonesia berdasarkan lingkungan penggunaannya di bagi menjadi dua yaitu militer dan komersil, saya berfikiran positif bahwa pelaku tidak mendapatkan bahan ini dari lingkungan militer, berarti pelaku mendapatkan bahan secara komersial kemungkinan di dapat secara illegal. Salah satu karakteristik/spesifikasi bahan peledak komersial adalah Menghasilkan gas-gas hasil peledak, yaitu : gas dalam bentuk molekul lebih stabil, ini saya lihat dari ledakan dari CCTV yang di siarkan di TVONE, bisa di lihat saat terjadi ledakan gas putih langsung menyembur, memang bisa jadi ini debu tapi jika di perhatikan lebih jauh ledakan ini menghasilkan asap putih (saya perkirakan gas) yang cukup lama membumbung tinggi. Yang kedua ciri yang sering di dapat dari bahan peledak komersil memerlukan stemming/penyumbatan dalam penggunaannya, dan hal inilah yang menyebabkan mengapa banyak bom teror dilakukan dengan cara bunuh diri, dimana dalam melakukan peledakan pemicunya harus diledakan sendiri.

Nah dari kesimpulan asal bahan maka dapat dipastikan bahan komersial, sehingga identifikasi asal bahan baku ledakan dapat dipersempit. Begitu juga dengan tingkat daya ledaknya bom ini termasuk high explosive, maka kita persempit lagi analisa kita menjadi bahan komersial yang mempunyai daya ledak tinggi dan yang perlu diperhatikan bom ini berbeda dengan JW. Mariott yang pertama yang menyebabkan kebakaran bom ini tidak menimbulkan api dalam ledakannya, sehingga bukan termasuk tipe A, tipe b, dan tipe c, seperti jenis/tipe bom yang saya tulis di atas. jadi hampir tidak mungkin bahan ini berupa black powder karena black powder termasuk low exsplosive dan perkiraan C-4 juga hampir gugur karena setahu saya C-4 hanya di gunakan untuk militer. Jadi hipotesis dan perkiraan saya bahan baku dari bom atau ledakan yang terjadi di Jakarta antara lain, Amonium Nitrat Fuel Oil (ANFO), Bom plastik, Dinamit. Ada juga Bahan peledak pembantu “(Blasting Accessories)” seperti Primer (Booster), Detonator, Sumbu Api, Sumbu Peledak, MS Connector (Detonating Relay), Igniter, Igniter Cord, Connector dan sejenisnya. Shaped Charges seperti RDX, HMX, dan sejenisnya.
Sekali lagi kesimpulan yang saya buat hanyalah hipotesis awal dari analisa dan informasi yang sangat minim, untuk pastinya tentu kita menunggu hasil identifikasi tim puslabfor polri.

Tapi yang ingin saya tekankan dan hampir tidak pernah dibahas di media yaitu penelusuran asal muasal bahan peledak, jadi kita tidak hanya melakukan penangkapan teroris atau pengamanan di sekitar kita tapi yang paling harus di perhatikan sebenarnya peredaran bahan peledak itu sendiri. Bisa di istilahkan tidak hanya koki dan masakan yang harus di perhatikan tapi juga bahan makanan itu sendiri.

Bahan peledak merupakan bahan yang sangat berbahaya dan perlu diawasi sejak dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, penggunaan sampai dengan pemusnahannya. Oleh karena itu, sistem pembinaan dan pengawasannya harus tepat dan ketat, sehingga dapat diperkecil kemungkinan untuk bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagai Dual Munition agent, di satu sisi bahan peledak bermanfaat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional, namun akan sangat berbahaya apabila disalahgunakan terutama untuk kepentingan kegiatan terrorism. Sesuai Undang-undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan, maka pengawasan dan pengendalian terhadap pengelolaan bahan peledak dilaksanakan secara terko-ordinasi terpadu antar instansi dan dikoordinasikan oleh Dephan. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa kepemilikan secara ilegal bahan peledak oleh non state actor terutama untuk kegiatan terorisme dan separatisme akan berbahaya dan mengancan ke-amanan nasional maka diperlukan suatu pendekatan pengamanan khusus terhadap bahan peledak. Dan kita tidak bisa menutup mata apa yang terjadi sejak bom pertama di halaman parkir BEI sampai terakhir bom yang meledak di mega kuningan.

Mari kita doakan bersama supaya korban meninggal dunia mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan yang Maha Esa, dan bagi korban luka supaya cepat sembuh, dan mari kita berdoa bersama supaya kejadian di Jakarta 17 juli 2009 adalah aksi terorisme terakhir di Indonesia.


sumber : (dengan perubahan)
Bahan Kimia Terpadu, BPPIT Dephan, 1999.
Chemical Explosive, http://newton.dep.anl.gov/askasci/chem99/chem99390.htm

Aziz Abdul Ngashim
Read More...

Rabu, 15 April 2009

salam semua

21 comments
haduh capeknya, seminggu ujian pusing, ga ada yang bisa padahal belum belajar....
belum lagi proyek bikin film buat memperingati hari bumi eh di tambah tugas dari BEM KM buat listing jaringan sama ngurusin web belum beres, dan lain-lain yang bikin ga bsa tidur padahal urusan kampus seperi laporan sama tugas aja masih terbengkalai....hufh..
postingan kali ini ga akan membahas masalah yang rumit atau berbagi ilmu dan esai, tapi karena pingin enjoy,,,,

saya mengajak teman-teman blogger untuk berdoa demi kedamaian indonesia yang semakin kisruh, dulu para politikus itu rame-rame berbicara atas nama rakyat atau wong cilik atau atas nama bangsa, dan sampai sekarang saya masih bingung rakyat yang mana yang mereka bela tau bangsa siapa yang sedang di bicarakan atau mungkin hak siapa yang sedang mereka bela ? hak rakyat untuk memilih atau hak mereka untuk di pilih ???
"
siapa itu wong cilik ?
tukang sapu jalanan, petani, nelayan, tukang tambal ban, buruh, tukang cukur, kuli bangunan atau siapa ?
mereka yang di angga wong cilik bagi saya adalah orang besar yang menjalani hidup dengan penuh ketabahan, mereka lebih berjiwa besar menerima nasib di pilih sebagai kaum marjinal dengan ikhlas daripada orang-orang yang bersuara tentang nama mereka tapi tak pernah ikhlas mengalami kekalahan.

wah-wah kq jadi bahas politik,

oia, saya lupa beberapa waktu yang lalu banyak teman-teman yang mengajak bertukar link, tapi karena kemarin saya sedang lumayan padat jadwalnya jadi maaf lum sempet merespon,

nah itu di bawah gubuk tetangga ada beberapa link teman-teman, jika ada yang merasa linknya belum tercantum silahkan tulis di coment di bawah nanti saya cantumkan,

oceh.......

PENTING ada yang tahu cara mengelola web yang menggunakan hosting CPanel versi lama ???
kalo ada yang bisa tolongin yaw.....


mari menjalin persahabatan
dengan cinta
menggeser tapal batas dunia,
Read More...

Selasa, 31 Maret 2009

pendakian merapi

27 comments




















Read More...